Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Plt Bupati Ingatkan Bahaya Narkoba Kepada Para Pelajar

Plt Bupati Ingatkan Bahaya Narkoba Kepada Para Pelajar

Written By BBG Publizer on Senin, 03 Februari 2020 | 20.16

Sidoarjo,OposisiNews.co.id - Plt Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin SH ingatkan bahaya penyalagunaan Narkoba (Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif) kepada ratusan siswa siswi SMP YPM 1 Taman dalam upacara bendera yang digelar disekolah tersebut, H. Nur Ahmad Syaifuddin didaulat menjadi pembina upacaranya.

Upacara bendera tersebut menjadi bagian dari ajang sosialasasi tentang bahaya Narkoba yang dilakukan BNN Kabupaten Sidoarjo. Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo AKBP Tony Sugianto hadir dalam upacara tersebut.senin,3/2/2020.

Dalam sambutannya H. Nur Ahmad Syaifuddin mengatakan penyalagunaan Narkoba merupakan salah satu kejahatan yang luar biasa. Dampak yang ditimbulkannya sangat luar biasa bagi generasi muda. Dikatakannya Narkotika adalah penjajah tanpa wajah. Korbannya bisa siapa saja. Mulai dari artis, politisi bahkan oknum aparat dapat terjerat penyalagunaan Narkoba. Bahkan anak-anak dibawah umur bisa menjadi korbannya. Oleh karenanya dirinya meminta untuk menjauhi Narkoba dan berani berkata tidak bila ditawari.

H. Nur Ahmad Syaifuddin mengatakan saat ini terjadi fenomena penyalagunaan obat terlarang dikalangan pelajar. Penyalagunaan pil dobel L atau pil koplo marak terjadi pada pelajar  Sidoarjo.

Menurutnya pil tersebut banyak disalah gunakan karena harganya murah / terjangkau uang saku pelajar. Fenomena yang menyimpang lainnya adalah penyalagunaan bahan adiktif seperti menghirup lem maupun bensin. Meski bahan adiktif tersebut bukan golongan Narkotika namun membahayakan bagi tubuh. Untuk itu Plt Bupati yang akrab dipanggil Cak Nur tersebut sekali lagi mewanti-wanti betul untuk menjauhi Narkoba.

Cak Nur berpesan kepada pelajar Sidoarjo untuk aktif melakukan kegiatan positif di sekolah. Hal tersebut salah satu cara menghindarkan pelajar dari penyalagunaan Narkoba. Komunikasi terpadu antar siswa, guru dan wali murid diharapkan dapat selalu terjalin sebagai bentuk pencegahan masuknya Narkoba dilingkungan sekolah. Selain itu pemberdayaan Satgas sekolah secara maksimal menjadi upaya penting dalam mencegah peredaran gelar Narkoba dilingkungan pendidikan. (bg)
Home » » SPRI Meminta Kapolri Tegur Kapolda Suksel terkait Kriminalisasi Wartawan Muh Asrul

SPRI Meminta Kapolri Tegur Kapolda Suksel terkait Kriminalisasi Wartawan Muh Asrul

Sulsel,OposisiNews.co.id - Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pers Republik Indonesia (DPP SPRI) menyayangkan penahanan yang dilakukan penyidik Polda Sulawesi Selatan terhadap wartawan Media Berita News Muhamad Asrul sejak (29/01/2020) terkait masalah pemberitaan.

Ketua Umum DPP SPRI Hence Mandagi mempertanyakan alasan penyidik menahan tersangka yang nota bene adalah wartawan.

"Seharusnya penyidik Polri tidak sembarangan menerapkan pasal pidana pencemaran nama baik terhadap wartawan yang membuat berita kasus korupsi, terlebih melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan," kata Mandagi dalam siaran persnya yang dikirim ke jaringan media Dewan Pers Indonesia.

Mandagi juga menegaskan, penyidik Polri seharusnya memahami bahwa wartawan dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahin 1999 tentang Pers di dalam menjalankan praktek jurnalistik.

Menurutnya, tidak ada alasan subyektif bagi penyidik untuk menahan wartawan Muh Asrul. "Seharusnya penyidik membuktikan dulu keterangan tersangka korupsi yang menyebutkan oknum anak Bupati terlibat kasus yang menjeratnya. Media kan hanya meneruskan informasi tersebut dan pihak yang diberitakan sudah diberi ruang hak jawab untuk meluruskan informasi yang dianggap merugikannya," ujarnya.

Mandagi juga meminta Kapolri Idham Asiz segera menegur Kapolda Sulsel agar tidak mengkriminalisasi wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik.

"Kami justeru meminta Kapolda setempat mengusut tuntas apakah benar anak bupati (Farid Kasim Judas) terlibat kasus sebagaimana ramai diberitakan atau tidak," imbuhnya.


Mandagi juga menyarankan kepada wartawan Muh Asrul agar segera membuat laporan balik atas dugaan kriminalisasi terhadap dirinya oleh anak bupati tersebut. Karena, menurut Mandagi, laporan balik terhadap upaya kriminalisasi praktek jurnalistik pernah dilakukan Ketua DPD SPRI Nusa Tenggara Timur Bonifasius Lerek terhadap salah satu Bupati di NTT yang sebelumnya melaporkannya dengan jerat UU ITE.***

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon