Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Tahun 2020, Pemerintah Akan Tuntaskan Ganti Rugi Pembangunan Bendungan Napun Gete

Tahun 2020, Pemerintah Akan Tuntaskan Ganti Rugi Pembangunan Bendungan Napun Gete

Written By BBG Publizer on Kamis, 30 Januari 2020 | 21.26

SIKKA- OposisiNews.co.id - Pengadaan Tanah untuk pembangunan proyek Nasional pembangunan Bendungan Napun Gete yang berada di kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT. Memasuki babak ganti rugi

Bertempat di Aula SCC Maumere, Kamis, 30/1/2019, Pemerintah melaksanakan pembayaran ganti rugi lahan kepada warga Kecamatan Waiblama yang lahannya terkena dampak proyek pembangunan bendungan yang telah dianggarkan melalui APBN sebesar Rp 32 Milyar.

Proyek pembangunan bendungan Napun Gete telah berjalan ±4 tahun, diperkirakan akan rampung tahun ini ( 2020 red ). Luas lahan pembangunan bendungan 161,61 Hektar, dalam perkembangan ada penambahan luas lahan 22,86 Hektar, yang didalamnya terdapat 146 bidang tanah.

Hadir dalam acara penyerahan tersebut, Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga, ketua DPRD Kabupaten Sikka, Donatus David, Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Sikka, Fransiska Vivi Ganggas, Kepala Pusat Bendungan PUPR Pusat, Kepala Balai Wilayah Sungai NTT II, Ir. Agus Sosiawan, MT,  Kepala Satuan Kerja Bendungan PUPR,  Pengelola Pengadaan Tanah Tingkat II pada Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), PPK, Kepala BNI, Camat Waiblama, Kepala Desa Ilin Medo,  para penerima ganti rugi dan undangan lainnya.

Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Sikka, Fransiska Vivi, dalam sambutannya menyampaikan, capaian pembayaran ganti rugi sebesar 78%, sisanya akan diselesaikan dalam tahun 2020 ini bila dokumen kepemilikan tanah telah lengkap.

Ia berharap perlunya perhatian dan kepedulian dari Pemerintah Daerah, pasalnya masih ada 8 bidang tanah yang harus dipercepat  proses fasilitasi kelengkapan administrasi dokumen kepemilikan tanah. Hal tersebut juga ditekankan oleh Kepala Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Agus Sosiawan.

Pengelola Pengadaan Tanah Tingkat II pada Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), Teddy Fatrianda Pratama, mengatakan bendungan Napun Gete merupakan salah satu proyek pembangunan Nasional untuk mempercepat kebutuhan masyarakat akan air minum bersih.

Lanjutnya, " Guna menjaga keamanan serta menjaga agar nominal ganti rugi pembebasan bisa genap sesuai perhitungan, dana tersebut akan dibayar dalam bentuk tabungan," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga pada kesempatan tersebut, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden RI,  atas dukungan dan perhatian yang luar biasa dari bapak Jokowi dan jajaran Pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat di Kabupaten Sikka.

"Kita harus mempunyai niat yang sama , suksesnya pembangunan bendungan. 146 bidang tanah yang terdampak akan menerima ganti rugi dengan total anggaran Rp.32 Miliar.  Menurut daftar pembayaran ada yang menerima 2 Miliar, 1 Miliar, 900 Juta, 800 Juta dan besaran lainnya. Dalam kegiatan pembangan tentu banyak hal yang mengalami kendala di tingkat masyarakat. Tapi niat kita sudah bulat dan target kita untuk percepatan pembangunan bendungan akan segera tuntas", kata Wabup Romanus.

Selain itu, Ia juga meminta masyarakat yang menerima ganti rugi agar memanfaatkan uang dengan sebaik-baiknya dan jangan manfaatkan untuk pesta tapi manfaat untuk hal-hal yang berguna dan bermanfaat seperti beli tanah baru, untuk biaya pendidikan dan usaha produktif lainnya. (ER-2)

Reporter : Ernensia
Editor.Bambang PW
Home » » Warga Pancer Hadang Tim Peneliti Dari PT BSI dan Universitas Trisakti

Warga Pancer Hadang Tim Peneliti Dari PT BSI dan Universitas Trisakti

Penghadangan rencana aktifitas penelitian PT BSI dan Univ.Trisakti oleh warga dusun Pancer Kec.Pasagrahan , Banyuwangi , Kamis 30/01/2020
Banyuwangi,OposisiNews .co.id -Kamis (30/1/20) ratusan warga dusun Pancer desa Sumberagung kecamatan Pesanggaran kabupaten Banyuwangi sejak pagi berkumpul dilokasi bekas tambak yang selama ini digunakan sebagai posko aksi penghadangan rencana aktifitas penelitian.

Hal itu dipicu oleh informasi yang beredar bahwa pada pagi bahwa tim peneliti dari universitas Trisakti dan dari PT BSI akan nekad masuk ke wilayah Lompongan guna melakukan aktivitas penelitiannya.

"Semalam ada info jika pagi ini mereka akan nekad masuk ke wilayah Lompongan yang selama ini kita pertahankan mas, makanya warga berkumpul untuk menghadang", tutur Ndoko salah satu warga dusun Pancer kepada awak media di dilokasi penghadangan.

Mufizar Mahmud selaku humas PT BSI saat dikonfirmasi melalui saluran aplikasi WhatsApp terkait info rencana aktivitas tim peneliti yang bakal masuk ke wilayah Lompongan. mengatakan ,"Tidak ada aktivitas tim peniliti masuk ke Lompongan hari ini ", kata Mufizar singkat.  (her)
Home » » Satresnarkoba Polresta Sidoarjo Tangkap 40 pengedar Kasus Narkoba

Satresnarkoba Polresta Sidoarjo Tangkap 40 pengedar Kasus Narkoba

Konferensi pers 40 tersangka kasus narkoba , Polres Sidoarjo.kamis 30/01/2020
Sidoarjo,OposisiNews.co.id -  Polresta Sidoarjo dalam sebulan menangkap 38 kasus narkoba terhitung mulai 1-29 Januari 2020. Hal itu disampaikan Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho dalam  Konferensi Pers digelar di halaman Polresta Sidoarjo, Kamis 30/01/2020.

Kapolresta Sidoarjo mengatakan, operasi ini sukses berkat kegigihan para petugas dalam mengungkap masalah narkotika yang banyak meresahkan masyarakat khususnya di wilayah hukum Polresta Sidoarjo.

Tersangka dari 38 kasus  yang ditangkap sebanyak 40 orang diketahui sebagai pengedar, untuk barang bukti, pihaknya berhasil mengamankan jenis narkoba sabu - sabu sebanyak 323,41 gram, dan ekstasi sebanyak 1.321 butir, Handphone 25 unit, senjata jenis gas gun 4 unit, dan uang tunai sebesar Rp 970.000.jelasnya

Untuk barang bukti itu dari 40 orang tersangka yang terdiri 38 orang laki-laki dan sisanya 2 orang perempuan,” Imbuhnya.

"Dalam kasus ini kami juga mengungkap jaringan pengedar sabu dari samatera serta residevis " tambahnya.

Polisi memjerat tersangka pengedar narkotika dengan pasal 112 dan 114 ayat (1) UU RI Nomer 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman 12 tahun 12 hingga 20 tahun penjara atau seumur hidup.khatanya (bg).

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon