Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Gelar Unjuk Rasa di Kemendikbud, DPP PAMI Tuntut Presiden Copot Nadiem

Gelar Unjuk Rasa di Kemendikbud, DPP PAMI Tuntut Presiden Copot Nadiem

Written By BBG Publizer on Rabu, 15 Januari 2020 | 20.39

Doc.Demo copot Mentri Nadiem Makarim oleh Pelopor Angkatan Muda Indonesia .Rabu 15/01/2020
Jakarta,OposisiNews.co.id -  Kantor Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI kembali didemo masa dari  Pelopor Angkatan Muda Indonesia, Rabu (15/1) siang, terkait dugaan ijazah palsu Rektor Universitas Negeri Manado. Demonstrasi yang dipimpin langsung Ketua Umumnya John F. Rumengan mempertanyakan janji Mendikbud Nadiem Makarim untuk segera melaksanakan Rekomendasi Ombudsman RI Nomor : 0001/REK/0834.2016/V/2018 tangal 31 Mei 2018 tentang maladministrasi oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dalam penyetaraan ijazah doctor (S3) luar negeri dan kenaikan jabatan fungsional dosen menjadi guru besar atas nama Julyeta Paulina Amelia Runtuwene.

Dalam orasinya di depan Kantor Kemendikbud, Ketum PAMI John F. Rumengan meminta Presiden RI Joko Widodo segera mencopot Nadiem Makarim dari jabatannya selaku Mendikbud karena melakukan perlawanan terhadap negara.
"Mengabaikan Rekomendasi Ombudsman sama saja dengan melawan negara, oleh sebab itu presiden harus segera mencopot Nadiem," teriaknya.

Rumengan juga menandaskan, jika Nadiem tidak mampu melaksanakan perintah Undang-Undang maka sebaiknya mundur dari menteri dan kembali urus Gojek.

Dalam aksi kali ini, PAMI juga meminta Mendikbud tidak bertindak inkonstitusional dan membangkang amanat Undang-Undang No.37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Pasal 37 Ayat (1) yang menyatakan, terlapor dan atasan terlapor wajib melaksanakan rekomendasi Ombudsman.
"Jadi Mendikbud dan atasannya yaitu presiden wajib melaksanakan rekomendasi tersebut," ujar Niko Silalahi, salah satu orator dalam aksi.

Masa juga menuntut Mendikbud memecat Polaris Siregar, Staf Bidang Hukum yang memberi keterangan palsu kepada penyidik (kasus dugaan ijazah palsu Rektor Unima di Polda Sulawsi Utara) bahwa Universite De Marne La Vallee Paris Perancis terdaftar dalam laman Kemenristek Dikti karena sebelumnya sudah pernah menyetarakan ijazah Doktor atas nama Budhi Prihartono dan Bintal Amin. Padahal, menurut lembaran isi tuntutan pendemo, kedua dosen tersebut ternyata bukan lulusan  Universite De Marne La Vallee Paris Perancis, melainkan dari Univeriste De Droit Marseile untuk Budhi dosen ITB dan Universitas Putra Jaya Malaysia untuk dosen Bintal Amin.

Ikut pula berorasi dalam aksi kali ini, Stanley Ering, mantan dosen Unima yang dipecat sepihak karena ikut melaporkan kasus ini ke Ombudsman beberapa waktu lalu.***
Home » » Kapolresta Sidoarjo Ajak Instansi Terkait Lakukan Pemotongan Pohon

Kapolresta Sidoarjo Ajak Instansi Terkait Lakukan Pemotongan Pohon

Doc.Kerja Bakti pemotongan pohon rawan roboh dan perapian ranting pohon rawan patah oleh Polresta Sidoarjo , TNI , DLHK ,BPBD , SATPOL PP, PLN SE-SIDOARJO .Rabu 15/01/2020
Sidoarjo.OposisiNews.co.id- Sebagai langkah tanggap bencana, Polresta Sidoarjo bersinergi dengan instansi terkait melakukan kerja bakti perapihan dan pemotongan pohon-pohon besar di wilayah Kota Sidoarjo.Rabu 15/1/2020.

Diawali dengan apel siaga bencana yang dipimpin Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho, sebanyak 150 personel gabungan dari TNI, DLHK Sidoarjo, BPBD, Satpol PP, PLN, dan beberapa instansi lain mengikuti apel di Polresta Sidoarjo.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho menyampaikan, akibat cuaca ekstrim belakangan ini terdapat beberapa pohon tumbang di sejumlah wilayah Kabupaten Sidoarjo. Karenanya sebagai langkah tanggap bencana, Polresta Sidoarjo melakukan giat sinergitas dengan instansi terkait merapikan dan memotong pohon-pohon besar.

Setelah apel, Kapolresta Sidoarjo bersama Kepala DLHK, Kepala BPBD dan 150 anggota dari berbagai instansi berjalan bersama menyusuri jalan RA. Kartini. Di sepanjang jalan tersebut, dilakukan pemotongan pohon bersama.

Kepala DLHK Sidoarjo Sigit Setiyawan, mengatakan bahwa sinergitas antar instansi di Kabupaten Sidoarjo termasuk halnya dengan TNI-Polri begitu kompak, seperti halnya melalui kegiatan siaga bencana di beberapa daerah di Sidoarjo.

"Perapihan dan pemotongan pohon-pohon besar terus kami lakukan, dengan bersinergi instansi terkait. Agar tidak terjadi pohon tumbang di saat cuaca ekstrim," ujarnya. (bg)
Home » » Plt. Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin Meresmikan Program Teaching Factory Studio Art SMK Plus NU Sidoarjo

Plt. Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin Meresmikan Program Teaching Factory Studio Art SMK Plus NU Sidoarjo

Doc.Penandatanganan Prasasti oleh PLT.Bupati Sidoarjo didampingi Ketua PCNU Sidoarjo, Launcing Teaching  Factory studio and art .Rabu 15/01/2020
Sidoarjo - OposisiNews.co.id -Dalam rangka meningkatkan potensi siswa di era revolusi industry 4.0, SMK Plus NU Sidoarjo melaunching program Teaching Factory kerja sama dengan CV Risma Production meluncurkan Studio Art pada kompetensi Keahlian Desain Komunikasi Visual,  Studio Art ini di resmikan oleh Plt.Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin di damping Ketua PCNU Sidoarjo , Kepala Sekolah, dengan ditandai pemukulan gong serta penandatangan prasasti,  Bertempat di Aula SMK Plus NU Sidoarjo, Rabu 15/1/2020.

Dalam sambutanya Plt. Bupati Sidoarjo Nur Ahmad mengatakan , bahwa dengan adanya Studio Art tersebut, Siswa SMK Plus NU diharapkan mampu bersaing di bidang Desain Komunikasi visual dan lulusannya mampu menciptakan lapangan kerja di industri kreatif multimedia yang bernilai di masyarakat.

Teaching Factory (Tefa) menjadi program unggulan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai laboratorium terapan mempersiapkan siswa di dunia industri.

Lulusan SMK harus siap menghadapi tantangan era revolusi industri 4.0, di mana beberapa jenis pekerjaan akan hilang dan digantikan pekerjaan baru yang harus diciptakan. Kemampuan inovasi dan kreativitas menciptakan produk baru, sangat dibutuhkan di era revolusi industri 4.0. Strategi yang diterapkan SMK adalah dengan menerapkan program teaching factory (TeFa), yang memungkinkan siswa belajar memproduksi barang sesuai dengan disiplin ilmunya.

Masih lanjutnya, SMK Plus NU Sidoarjo melaksanakan program teaching Factory di Kabupaten Sidoarjo dengan bekerjasama dengan CV Risma Production dalam pengembangan Studio dan Printing.

Plt Bupati Sidoarjo, berpesan agar siswa dapat menumbuhkan kreatifitas dengan Learning by Doing, Terutama dalam hal ini siswa pada jurusan Desain Komunikasi Visual mampu mengaplikasikan Studio baru ini menghasilkan karya yang bernilai dan mempersiapkan siswa agar siap menghadapi dunia kerja yang sebenarnya.Tuturnya.

Kepala SMK Plus NU Sidoarjo Ummu Faizah mengatakan siswa dituntut memiliki hard skill yg mumpuni untuk terjun di dunia industri. Hal ini sesuai dengan dengan program yang dicanangkan oleh pemerintah, SMK sekarang harus dapat berkompetisi di era Revolusi Industri 4.0. "Siswa SMK dituntut  dapat melaksanakan kegiatan belajarnya berbasis digital," ujarnya.

“Saya sangat gembira atas  terjalin kerjasama dengan CV Risma Production ini untuk program teaching Factorynya. Selain itu juga, saya sangat berterimakasih atas hadirnya Plt. Bupati Sidoarjo untuk meresmikan kegiatan hari ini,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut, turut hadir Rois Suriyah pcnu sidoarjo KH Rofiq Siradj,  ketua PCNU sidoarjo KH.maskhun , Perwakilan Cabdin Jatim, Pimpinan CV.Risma Production. (bg).

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon