Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Rapat Pleno Rampungkan Tatib Pemilihan Wabup Tulungagung

Rapat Pleno Rampungkan Tatib Pemilihan Wabup Tulungagung

Written By BBG Publizer on Rabu, 08 Januari 2020 | 22.07

Doc.
Tulungagung.OposisiNews.co.id – Panitia Khusus (Pansus) Tata tertib (Tatiib) Pemilihan Wakil Bupati DPRD Tulungagung melakukan rapat pleno pembahasan hasil evaluasi peraturan DPRD tentang tatib pemilihan wabup sisa masa jabatan tahun 2018 – 2023. Pembahasan finalisasi ini berlangsung di Ruang Aspirasi Kantor DPRD Tulungagung, Rabu (8/1/2029).

Ketua Pansus Tatib Pemilihan Wabup DPRD Tulungagung, Suprapto, dalam kesempatannya menyatakan, akan segera menuntaskan pembahasan tatib pemilihan wabup tersebut.

“Target kami dalam seminggu sudah rampung dan dilaporkan ke pimpinan DPRD Tulungagung untuk segera diparipurnakan. Kalau bisa ya hari ini atau besok selesai,” tandasnya.

Sampai siang saat berlangsungnya pleno masih ada beberapa pasal dalam tatib yang belum mendapat kesepakatan. Seperti terkait dana sangsi yang akan dikenakan pada calon wakil bupati (cawabup) yang tiba-tiba mengundurkan diri saat telah ditetapkan sebagai calon. Meski, Pansus Tatib sudah sepakat bahwa calon yang mengundurkan diri disangsi administratif berupa denda dengan besaran tertentu.

“Kami masih mencari dasar hukum terkait penggunaan dana sangsi itu. Apakah nanti diserahkan ke kas daerah atau bagaimana. Pembahasannya belum selesai,” papar Suprapto.

Menurutnya, besaran sangsi administratif  1 miliar rupiah yang tercantum dalam draf tatib belum disepakati oleh semua anggota pansus.

“Jadi belum diputuskan. Tetapi adanya sangsi adminstratif sudah disepakati. Ini agar yang mendaftar sebagai cawabup tidak main-main,” katanya.

Lebih lanjut Suprapto menyampaikan bahwa, pada prinsipnya dalam Tatib Pemilihan Wabup Tulungagung tidak diperbolehkan calon wabup yang telah ditetapkan mengundurkan diri. Namun demikian, jika terjadi kejadian khusus seperti berhalangan tetap atau force major calon bisa diganti sepanjang belum pada tahap penyampaian visi misi.

“Kalau calon berhalangan tetap sesudah penyampaian visi misi tidak ada pergantian. Calon yang satunya melawan calon yang berhalangan tetap itu (bumbung kosong). Jika yang menang adalah yang berhalangan tetap maka pemilihan nanti kembali diulang dari awal,” jelasnya.

Politisi asal PDI Perjuangan ini juga mengungkapkan, ada beberapa pasal di Tatib Pemilihan Wabup Tulungagung yang telah disepakati oleh semua anggota pansus. Di antaranya, terkait pembentukan panitia pemilihan (panlih), pelaksanaan tugas panlih dan persyaratan calon wabup.

Untuk persyaratan cawabup, Suprapto memaparkan bahwa, Tatib Pemilihan Wabup Tulungagung mengacu pada UU No. 10 Tahun 2016 pasal 45 ayat 3. Dimana dalam perundangan tersebut memerintahkan tetang dokumen persyaratan  lebih lanjut diatur dalam PKPU.

“Akhirmya muncul PKPU No. 15 Tahun 2017. Itu yang kami adob. Ada beberapa persyaratan, misal calon itu dari ASN, BUMN, BUMD, Kepala Desa atau anggota DPRD, anggota DPD dan lain sebagainya, maka ada kesanggupan setelah ditetapkan yang bersangkutan (calon) harus mengundurkan diri dari jabatan organiknya,” tuturnya. ( PR/Hs )


Reporter : Purnomo/hms
Editor.Bambang Pw
Home » » Di Duga Langgar AD ART Muskab ASKAB Banyuwangi, Sejumlah Kades Walk Out

Di Duga Langgar AD ART Muskab ASKAB Banyuwangi, Sejumlah Kades Walk Out

Banyuwangi,Oposisinews.co.id –
Musyawarah Kabupaten (Muskab) Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (ASKAB) yang di gelar di Ballroom Hotel El-Royale, Rabu (08/1/2019) di warnai aksi Walk Out oleh beberapa Kades.

Hal tersebut di picu adanya dugaan waktu yang terkesan di paksakan tanpa terlebih dahulu di buat Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebelum Muscab di lakukan.

Seperti di katakan Maimun Hariono, Kepala Desa Watukebo Kecamatan Wongsorejo, yang terlihat keluar dari ruangan lebih dahulu. Dirinya menilai bahwa pelaksanaan kegiatan itu  tergolong mendesak, dan seakan akan dipaksakan.

"Muskab ini menurut saya sangat mendesak dan dipaksakan,silahkan bagi yang sepaham dengan panitia. Padahal, di dalam aturan AD/ART dibuat dulu. Tata tertib (Tatib) dibuat dulu, dan selanjutnya barulah dilaksanakan Muskab,” Ujarnya.

Nur Samsi Kds.Badean
Di susul kemudian Kades
Nur Samsi, Kades Badean Kecamatan Kabat, menurutnya selain Muskab itu tidak sesuai dengan AD/ART yang menjadi acuan di lakukanya rapat kepala desa tersebut.


"Kemudian apa yang menjadi acuan Askab ini berdiri, Ini hanya perkumpulan kok, kita ini juga Kepala Desa. Masak mau diatur oleh Ketua, Saya berharap pada acara Muskab Askab ini ditunda dulu dan diperbaiki sistemnya.” Katanya.

Rojikin Kds.Sepanjang
Senada juga disampaikan, Rojikin, Kepala Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore yang juga ikut keluar ruangan, dirinya mengaku Muscab kali itu di nilainya "cacat hukum".

Seharusnya tahapan demi tahapan harus dilakukan, sepertihalnya laporan pertanggung jawaban dari Ketua Askab.
Rojikin menyebut yang menjadi pijakan tata tertib (tatib) adalah AD/ART namun parahnya pihak panitia belum memegang AD/ART.

Di ceritakan oleh Rojikin sebelumnya mantan Ketua Askab .Murai ,Kades Gumirih Kecamatan Singojuruh menyampaikan ke dirinya bahwa pembentukan musyawarah dari panitia. Dan Murai ( mantan askap) tidak pernah diajak, tahu-tahu pagi sebelum rapat di mulai dia dimintai untuk membuat pertanggung jawaban.

"Sehingga, pertanggung jawaban Murai itu bukan pertanggung jawaban secara administrasi hanya sekedar cerita. Jika musyawarah ini masih saja dipaksakan, maka dipastikan akan cacat hukum. Karena sudah tidak jelas AD/ART-nya, dari pada saya dosa, mending saya walk out saja,” Ujarnya.

Dari pantauan wartawan oposisinews.co.id, Selain ke tiga kades yang keluar ruangan Muskab, beberapa kades juga terlihat meninggalkan ruangan. (IGP/Her)


Reporter.Indra GP/Herman
Editor.Bambang PW
Home » » WARGA ADABANG KELUHKAN JALAN PROPINSI JALUR UTARA KECAMATAN TITEHENA RUSAK PARAH

WARGA ADABANG KELUHKAN JALAN PROPINSI JALUR UTARA KECAMATAN TITEHENA RUSAK PARAH

Doc.Jalan antar desa dan kabupaten di wilayah Utara Kabupaten Flores Timur kondisinya rusak parah
FLOTIM, Oposisi News.co.id-  Tiap musim penghujan seperti sekarang ini masih banyak masalah klasik yang dikeluhkan masyarakat terkaid infrastuktur jalan  bahkan bisa dikata menjadi wilayah yang terlupakan dan wilayah yang termarginalkan oleh program infrastruktur dari Pusat ,Propensi dan Kabupaten.

Warga pinggiran sering kali hanya diiming-iming  bakal dibangunnya infrastruktur yang memadai  dan menjadi mimpi bersama warga tiap musim pemilu  yang gentol digembar-gemborkan oleh elit politik untuk mendulang suara dukungan meraih kursi kekuasaan.

Restorika itu akan reda dengan berjalannya waktu dan apa yang dijanjikan tidak pernah terwujud dengan alasan banyak faktor yang harus dikaji dan prioritas pembangunan.

Salah satu infrastruktur jalan sebelah Utara  Kabupaten Flores Timur , NTT sudah cukup lama kondisinya rusak parah dan belum mendapat perhatian dari Pemerintah baik pemerintah pusat , Propensi dan Kabupaten.

Sebagai salah satunya jalan ekonomi warga di sebelah Utara yang juga merupakan jalan penghubung Desa Watowara dan Desa Adabang, Kecamatan Titehena.  Selain sebagi jalan penghubung antar kabupaten yaitu  Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka jalur Utara perlu penanganan serius oleh pemerintah.

Doc .kondisi tanggul
Jalan yang jebol
Pantauan Oposisi.News, pada Rabu, 7/1/2020 yang dihimpun dari audensi warga sekitar, kondisi jalan rusak tersebut sudah cukup lama dan memprihatinkan. Nampak potongan-potongan aspal, berbatu dan terdapat banyak kubangan air. Bahkan kondisi jalan semakin parah karena  tanggul pembatas pelindung jalan banyak yang jebol, berdampak kondisi jalan pada titik tersebut nyaris putus tergerus air,'abrasi'.

Melihat kondisi tersebut, Kepala Desa Adabang, Frans Wato, kepada Media ini mengatakan, Pemerintah Desa telah mengajukan usulan perbaikan jalan kepada Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Propinsi namun hingga saat ini belum ada tanggapan , terkait tanggul jalan yang jebol, Frans berharap kepada PT Budi Kasih yang bergerak di bidang explorasi galian C ikut memikirkan dan bertanggung jawab pasalnya lokasi exsplorasi galian C berasal dari desa Adabang ,sangat disayangkan sampai berita ini dipublikasikan pihak PT Budi Kasih masih menutup mata.

"Potensi di wilayah ini cukup menjanjikan namun perlu didukung dengan infrastruktur yang memadai pula. Kami berharap Pemda dapat menanganinya, dan kepada anggota DPR yang berangkat dari Dapil sini, kami berharap dapat menyambung aspirasi warga agar jalan tersebut bisa segera diperbaiki dan tidak lupa janji politiknya ", harapnya.

Hal senada disampaikan Leonardus Woda Mulu, warga Desa Adabang, Ia berharap kepada pemerintah daerah untuk segera menanggapi keluhan tersebut karena jalan tersebut adalah akses utama dalam segala urusan baik dalam bidang ekonomi, Pendidikan, Pemerintahan.

"Kami sangat mengharapkan jalan ini segara diperbaiki, ketika jalan sudah bagus tentunya akan berdampak baik pada ekonomi dan kesejahteraan masyarakat", ujar Woda.

Tidak hanya akses infrastruktur jalan, Woda juga keluhkan kesulitan jaringan telekomunikasi, menurutnya diera digital sekarang ini hampir  semua kepentingan pemerintah mulai dari Lembaga pemdes , Pendidikan , Kesehatan dan Bisnis  perlu pendukungan jaringan telekomunikasi yang baik.

"Kalau mau telepon, kami pergi ke pantai karena ada beberapa spot yang terdapat signal baik. Kami berharap kedepannya bisa mendapatkan jaringan telekomunikasi yang baik",  kata Woda.( MR )

Reporter.Martin
Editor.Bambang PW
Home » » Satlantas Polres Tulungagung Gelar Apel Siaga Bencana

Satlantas Polres Tulungagung Gelar Apel Siaga Bencana

Doc. Kasat lantas Polres Tulungagung, AKP. Aristianto Budi Sutrisno, S.H.,SIK., M.H., melakukan pengecekan kelengkapan peralatan kendaraan saat pimpin Apel Siaga  bencana polres Tulungagung
Tulungagung.OposisiNews.co.id- Dalam mengantisipasi musim hujan disertai angin kencang yang cukup ekstrim dibeberapa wilayah di jawa timur, serta beberapa kejadian seperti pohon tumbang yang menimpa kendaraan hingga menimbulkan korban dan kemacetan dijalan, Satlantas Polres Tulungagung menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana, yang di laksanakan di halaman GOR Lembu Peteng. Selasa, (7/01/2020) pagi.

Apel Siaga Bencana Satlantas Polres Tulungagung tersebut diikuti seluruh personil Satuan Lalu Lintas Polres Tulungagung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Tulungagung dan Dinas Kesehatan kabupaten Tulungagung dengan melibatkan kendaraan pendukung / gelar kesiapan armada berupa Mobil Derek dan mobil ambulance.

Kegiatan apel siaga bencana langsung dibawah komando dan arahan Kasat lantas Polres Tulungagung, AKP. Aristianto Budi Sutrisno, S.H.,SIK., M.H., dilanjutkan dengan pengecekan kelengkapan peralatan dan kendaraan bermotor.

Dalam arahannya, AKP. Aristianto menyampaikan beberapa hal diantaranya; pertama, agar personil lalu lintas melakukan imbauan kepada pengguna jalan agar lebih berhati hati dan mencari tempat parkir / berteduh yang aman saat hujan disertai angin  untuk tidak dekat atau dibawah pohon besar yang berpotensi roboh.

Kedua, agar melakukan imbauan melalui media elektronil baik televisi, radio maupun media sosial lainnya serta melalui spanduk afau pamflet dan juga penambahan rambu rambu peringatan di sekitar lokasi atau jalan rawan bencana.

Ketiga, agar senantiasa melakukan koordinasi dengan satgas siaga bencana baik itu di Posko 1 yaitu di Kantor BPBD Kabupaten Tulungagung maupun Posko 2 di Lapangan desa Mulyosari Kabupaten Tulungagung apabila ada pohon tumbang yang mengenai kendaraan dan menyebabkan kecelakaan maupun kemacetan sehingga penanganan pertama dapat dilakukan dengan cepat.

Keempat, kepada seluruh personil Satlantas maupun instansi terkait agar selalu memperhatikan keselamatan dalam melaksanakan kegiatan.

"Agar Seluruh personil dalam melaksanakan tugas dimusim hujan ini jangan sampai lupa membawa perlengkapan diri seperti Jas Hujan dan Sepatu boots," Pungkas Kasat Lantas Polres Tulungagung di akhir arahannya.( PR )

Reporter : Purnomo/hms
Editor.Bambang PW
Home » » Mantan Istri Siri Di Bunuh Bule,Polresta Banyuwangi Gelar 15 Rekonstruksi

Mantan Istri Siri Di Bunuh Bule,Polresta Banyuwangi Gelar 15 Rekonstruksi

Doc.Rekuntruksi pembunuhan mantan istri siri oleh bule asal Belanda , Rabu 08/01/2020
Banyuwangi,Oposisinews.co.id –Guna mengungkap motif kasus pembunuhan dan melengkapi BAP penyidik akan kematian wanita asal Jalan Citarum Kelurahan Panderejo Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi bernama Nur Khofiani (42th), Mapolresta Banyuwangi melakukan rekontruksi /reka ulang di tpat kejadian perkara (TKP).Rabu (8/1/2020).

Sesuai berita acara perkara, tersangka, seorang bule Warga Negara (WN) Belanda bernama Hendrik Tibboel (56,th) sedikitnya melakukan 15 reka adegan.

"Rekontruksi ini adalah salah satu tehknis agar memperjelas terjadinya suatu tindak pidana yang dilakukan pelaku terhadap korbannya,” Kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin.

Kapolresta menjelaskan hal itu dilakukan untuk menyamakan fakta-fakta di TKP dengan keterangan tersangka,serta sesuai berita acara perkara hasil penyidikan yang selanjutnya diaplikasikan dalam beberapa reka adegan.

"Sehingga, apabila ada adegan yang terlewatkan bisa ditambahkan ke dalam berita acara perkara (BAP) penyidikan yang dilakukan kepolisian hingga sekarang. Sesuai berita acara, ada 15 reka adegan yang dilakukan,” Jelas Kapolres.

Dalam reka pembunuhan itu,Arman menceritakan, sebelum kejadian pelaku menelpon korban untuk datang ke rumah pelaku yang berada di Kelurahan Gombengsari Kecamatan Kalipuro.

Lalu, korban bertemu dan berbicara dengan pelaku. Setelah itu korban menuju kamar dan berbaring di sebelah pelaku yang sedang menonton tayangan televisi.

Kemudian pelaku bertanya kepada korban  soal uang yang dipinjam korban, sempat terjadi perang mulut,karena pelaku tersulut emosinya dan lalu tiba tiba pelaku mengambil kabel dan menjeratnya ke korban.

“Bahkan pelaku sempat menyiram korban dengan BBM, tapi hal ini masih kita proses lebih lanjut. Yang jelas, hasil otopsi menunjukkan korban meninggal akibat terjerat kabel,” Imbuhnya lagi. (IGP)


Reporter.INDRA GP
Editor. Bambang PW
Home » » Terkesan Ragu Laksanakan Rekomendasi Ombudsman, Rumengan Minta Mendikbud Nadiem Mundur

Terkesan Ragu Laksanakan Rekomendasi Ombudsman, Rumengan Minta Mendikbud Nadiem Mundur

Keterangan foto : Mendikbud Nadiem Makarim saat memenuhi undangan Ombudsman Republik Indonesia terkait dugaan ijazah dan gelar palsu Rektor Unima di Kantor Ombudsman Jakarta pada Desember 2019.
 Jakarta OposisiNews.co.id - .Ketua Umum Dewan Pendidikan Pusat Pelopor Angkatan Muda Indonesia (DPP PAMI) Fredi John Rumengan mendesak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim segera mundur dari jabatannya sebagai menteri karena terlalu lambat melaksanakan Rekomendasi ORI Nomor : 0001/REK/0834.2016/V/2018 tangal 31 Mei 2018 tentang maladministrasi oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dalam penyetaraan ijazah doctor (S3) luar negeri dan kenaikan jabatan fungsional dosen menjadi guru besar atas nama Julyeta Paulina Amelia Runtuwene.

Menurut Rumengan, Mendikbud tidak konsisten memenuhi janjinya untuk segera melaksanakan rekomendasi Ombudsman.

"Seharusnya Mendikbud tidak perlu menunda-nunda melaksanakan rekomendasi Ombudsman dan langsung menonaktifkan Rektor Unima terlebih dahulu, baru menurunkan tim pemeriksa ke Unima agar tidak terjadi konflik kepentingan," ujar Romy ketika dimintai tanggapannya di Jakarta Rabu (08/01-2020).

Kemendikbud, lanjutnya, kelihatan sekali tidak menghormati hasil investigasi dan penyelidikan yang sudah dilakukan Ombudsman melalui proses yang cukup panjang dan sangat teliti hingga ke Perancis untuk pengumpulan bukti data dan informasi. Bahkan Ombudsman telah mendatangi langsung Universitas De Marne La Valle Paris Perancis yang mengeluarkan ijazah S3 Rektor Unima Paulina Runtuwene ternyata sudah tidak ada lagi aktivitas sama sekali.

Yang sangat disesalkan, menurutnya lagi, adalah kedatangan Inspektorat Jenderal Muchlis R Luddin dan tim dari Jakarta ke Manado menimbulkan tanda tanya terkait objektifitasnya.  "Saya dapat informasi dari sejumlah dosen di Unima bahwa waktu berangkat ke Manado Irjen berada dalam satu pesawat dengan rektor Unima Paulina Runtuwene, dan itu kan dapat menggangu independensi pemeriksaan," ungkapnya.

Bahkan, informasi keberadaan satu pesawat dengan rektor Unima tersebut, menurut Rumengan sudah dibenarkan sendiri oleh Irjen Muchlis di depan sejumlah dosen Unima saat yang bersangkuan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah dosen Unima di salah satu hotel di Manado pada penghujung tahun 2019.

"Jika Nadiem bersikeras tidak mau menjalankan rekomendasi Ombudsman PAMI mensinyalir menteri sengaja memelihara oknum-oknum mafia pendidikan yang ada di Kemendikbud," pungkas Rumengan.

Sementara itu, Irjen Kemendikbud Muchlis Luddin yang coba dikonfirmasi berkali-kali lewat nomor telpon selularnya
08111***699 tidak bersedia memberikan keterangan.

Sebagaimana diketahui, Rekomendasi Ombudsman Nomor : 0001/REK/0834.2016/V/2018 tangal 31 Mei 2018 berisi pencabutan gelar doctor S3 dan pemberhentian jabatan guru besar yang disandang Rektor UNIMA. Informasi dari pihak internal Ombudsman, ada 3 rektor yang bakal dipecat oleh Menteri Nadiem Makarim, termasuk rektor UNIMA.  ***
Home » » Sayap Jembatan Papungan-Bangunrejo Lor Terancam Runtuh

Sayap Jembatan Papungan-Bangunrejo Lor Terancam Runtuh

Doc .Kondisi Jembatan Papungan - Bangunrejolor
Ngawi.OposisiNews .co.id - Sudah ke dua kalinya sayap jembatan penghubung desa Papungan - desa Bangunrejo lor , Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi yang dikerjakan th 2014 oleh CV Surya Galaksi dengan sumber anggaran Dana Alokasi Umum ( DAU ) tahun 2014  Kondisinya retak dan berpotensi roboh.

Jembatan Papungan-Bangunrejo lor pada tahun 2014 sebulum diserahterimakan pada dinas terkaid sayap jembatan bagian timur memasuki musim penghujan sayap jembatan runtuh , tahun ini ( 2020 ) kembali sayap jembatan bagian barat dan Utara kondisinya rentak dan berpotensi runtuh seperti kejadian sebelumnya bahkan lebih parah karena sebagian badan jembatan ikut retak.

Dinas PUPR Ngawi, langsung mengadakan langkah persuasif menurunkan TIM dari UPT PUPR kecamatan Pitu dan Sub Bidang Jalan dan Jembatan PUPR untuk menanggulangi kejadian untuk tidak  lebih parah .

" Untuk sementara dinas melakukan pemagaran bambu disekitar sayap jembatan yang retak untuk mengantisipasi tidak berimbas pada badan jembatan serta memberikan sinyal bahaya untuk warga yang melintas jembatan dan tiang penyangga jembatan .kedepannya sayap jembatan harus dilakukan pengecoran ", ucap Saldi Kabid Jalan Jembatan . Senin 06/01/2020.

" Dimungkinkan jembatan Papungan - Bangunrejolor bakal kembali dianggarkan tahun 2021 , syukur-syukur nanti bisa dianggarkan lebih awal melalui P-APBD karena kondisinya memang perlu secepatnya mendapat penanganan serius ", imbuhnya.

Retaknya sayap  jembatan Papungan - Bangunrejo lor terjadi pada sore hari kurang lebih pukul 17.30 Wib waktu hujan ,  Sabtu tgl.28/012/2019

" Sejak awal pekerjaan jembatan sebenarnya warga sini sudah ragu akan mutu kekuatan jembatan dengan sistem pengerjaan seperti itu , khususnya pondasi sayap jembatan  , terbukti belum juga ada serah terima pekerjaan sayap jembatan runtuh , itu bukti nyata kalau mutu pekerjaan sangat jelek  dan sekarang hampir total bagian jembatan sudah mulai retak , menunggu waktu saja ", tutur Boiman ( samaran ) warga sekitar jembatan

Hariyono Kades Papungan juga menimpali , " Jika jembatan itu tidak secepatnya ditangani dimungkinkan bulan-bulan ini kondisinya semakin parah dan lebih mengkwatirkan tanaman Jati disepanjang jalan desa Papungan milik PU sangat berpotensi merusak tanggul jalan dan rawan roboh karena penanamannya yang salah terlalu rapat dengan tanggul jalan ". ( ARF )

Reporter .Arif Aji B
Editor.Bambang PW
Home » » Satu Orang Patah Tulang dalam Laka Lantas Mobil Pic up vs Sepeda Motor

Satu Orang Patah Tulang dalam Laka Lantas Mobil Pic up vs Sepeda Motor

Doc.korban patah tulang di rawat di RS Al-Huda Gambiran. Selasa 07/01/2020
Banyuwangi. OposisiNews .co.id Beruntung pengendara sepeda motor dalam kecelakaan yang terjadi Selasa (7/1/2020) pukul 16.30 Wib, itu selamat dari maut dan hanya mengalami patah tulang dan luka lecet.

Mitsubishi pick -up
P 9735 VN
Peristiwa  bermula saat kendaraan Mitsubishi pick up P 9735 VN yang dikemudikan oleh Noval Rabianto, (22th) melaju dari arah Barat ke timur sesampai di TKP jalan raya KH Imam Bahri disimpang tiga MTs Nurul Huda Dusun jiningsari Desa Genteng kulon Kecamatan genteng.

Mitsubishi pic up oleng kekanan dan melebihi Marka tengah jalan,saat bersamaan dari arah berlawanan Timur menuju kebarat, melaju pengendara sepeda motor Versa Nopol DK 3729 BW, yang dikendarai oleh Erwan Hadi (55th) warga Dusun Krajan Desa Kalibaru Wetan Kecamatan Kalibaru. Karena jaraknya sangat dekat, sehingga  tabrakan-pun tidak dapat dihindari.

Satu Korban mengalami patah tulang dan luka-luka dan dirawat di RS Al Huda Gambiran.

Kanit lantas IPDA Munir SH. Pada awak media menyatakan kecelakaan lalu- lintas itu terjadi karena kelalaian  dan kurang hati-hati pengguna jalan yang tidak memperhatikan satu dengan lainnya pada saat berkendara .

“Tidak ada korban jiwa dalam insiden kecelakaam ini ,hanya satu orang luka-luka yang saat ini menjalani perawatan intensif di RS Al Huda, dan untuk  kerugian material belum dapat di perkirakan ,” jelasnya .( HM )

Reporter. Herman 
Editor.Bambang PW
Home » » Bupati Sidoarjo Isi Empat Kepala Dinas Yang Kosong

Bupati Sidoarjo Isi Empat Kepala Dinas Yang Kosong

Doc.Bupati Sidoarjo memberikan selamat pada empat pejabat Dinas yang dilantik , Selasa 07/01/2020 di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo
Sidoarjo- OposisiNews.co.id - Sebanyak 149 pejabat dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH,.M.Hum di Pendopo Delta Wibawa, Mereka terdiri dari Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas.

Dalam pelantikan tersebut terdapat 4 Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau kepala dinas yang dilantik.Yakni Kepala Dinas Komunikasi dan lnformatika Kabupaten Sidoarjo yang di isi Dr. Sanadjihitu Sangadji, S.Sos., MT, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo Mochamad Bachruni Aryawan, MM, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo Dr. Eni Rustianingsih, ST, MT serta Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo yang dijabat Mohamad Edi Kurniadi, ST, MM.

Selain itu Bupati juga mengisi dua kepala kantor kecamatan yang kosong. Yakni Camat Tulangan Didik Widoyoko, S.Sos., M.Si serta Camat Tanggulangin Sabino Mariano, S.Sos. M.KP. selasa 7/1/2020.

Orang nomor satu di Sidoarjo itu ucapkan selamat atas pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan yang saat ini diemban.

Khususnya bagi pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang baru saja dilantik. Dikatakannya tidak semua Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang kemarin dibuka lowongan dilantik hari ini.

Bupati katakan tahapan seleksi pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama telah melalui sederatan proses yang panjang. Dimulai dari seleksi administrasi, penelusuran rekam jejak, penilaian kompetensi manajerial dan penilaian kompetensi bidang serta tes kesehatan.

Menurutnya kesemuanya dilakukan agar kedepan bisa didapatkan figur seorang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang memiliki kemampuan (ability), pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skills) yang mumpuni dan profesional sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Masih dikatakan bupati bahwa pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama didahului dengan pembentukan panitia seleksi yang dibentuk oleh pejabat pembina kepegawaian dan berkoordinasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Pengisian jabatan senantiasa menjunjung tinggi transparansi dan kompetisi yang sehat dalam setiap tahapan seleksi . “Perlu saya sampaikan bahwa pelaksanaan seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama ini bersih, mulai dari setiap pentahapan seleksinya maupun bersih dari muatan politis,”ucapnya.

Bupati melanjutkan pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama pada hakikatnya menerapkan prinsip terbuka dan kompetitif. Keterbukaan dalam hal ini adalah seleksi jabatan dapat diikuti oleh setiap pelamar yang telah memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan.

Memiliki kreteria jabatan seperti : kompetensi, kualifikasi, kepangkatan, pendidikan dan latihan, rekam jejak jabatan, dan integritas.

Keterbukaan berikutnya menurutnya dapat dilihat dalam penyampaian hasil setiap tahapan seleksi yang langsung dipublikasikan. Sedangkan prinsip kompetitif dapat diartikan menjadi persaingan terbuka dan transparan diantara setiap pelamar yang mengikuti seleksi jabatan.

Bupati dua periode tersebut juga mengatakan bahwa pelantikan adalah kebutuhan organisasi pemerintah daerah ' OPD' dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan. Selain itu sebagai bagian dari upaya penyegaran dan peningkatan kinerja dan pola pembinaan dan pengembangan karier pegawai.

Dikatakannya pengembangan karier pegawai dilakukan bukan semata-mata untuk kepentingan pegawai yang bersangkutan. Melainkan lebih diutamakan untuk pembenahan dan pemantapan organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja penyelenggaraan tugas dan pelayanan umum.

Diakhir sambutannya Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah berpesan kepada pejabat yang baru dilantik untuk menunaikan tugas yang telah diamanahkan dengan penuh semangat dan tanggung jawab. Kearifan dalam bersikap dan bertindak dimintanya ada pada pejabat Sidoarjo.

Dalam kesempatan tersebut dirinya juga berpesan agar acara seremonial pamit kenal pejabat lama dan pejabat baru dilaksanakan dengan sederhana. Dan yang terpenting yaitu segera ditindaklanjuti dengan berita acara serah terima jabatan atau pekerjaan dari pejabat lama ke pejabat baru. Dengan begitu menurutnya akan ada kejelasan terkait tugas-tugas yang mungkin belum terselesaikan untuk bisa dilanjutkan dan ditanggani pejabat baru yang menggantikannya.

Sementara itu dimomen yang sama Sekda Sidoarjo Drs. Achmad Zaini MM menjelaskan pengisian kepala dinas yang kosong masih menunggu beberapa hal. Dijelaskannya untuk pengisian kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil masih harus menunggu persetujuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Pemkab Sidoarjo sudah mengajukan nama-nama yang lulus tes Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ke Kemendagri. Nantinya Kemendagri akan memilih siapa yang akan ditunjuk sebagai kepala dinasnya.

Sedangkan untuk pengisian kepala Inspektorat harus menunggu persetujuan Gubernur Jawa Timur. Hal tersebut merupakan aturan baru yang harus dilalui.  “Kita sudah layangkan surat disana (Kemendagri), tinggal turunya kapan, itu yang kita tunggu,”ujarnya.

Sementara untuk kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Kepala Dinas P3A dan KB masih menunggu kepala dinas yang bersangkutan pensiun. Tidak lama ini tiga kepala dinas tersebut akan memasuki masa pensiun,MPP. “Sedangkan diluar Dispendukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) kan menunggu pensiunnya, tidak elok dan tidak etis belum pensiun masih MPP digantikan,”ucapnya.

Dalam pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin SH, Ketua DPRD Sidoarjo H. Usman serta Sekda Sidoarjo Achmad Zaini dan seluruh kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sidoarjo. (Bg)

Reporter. Subagyo
Editor.Bambang PW
Home » » 27 Adegan Diperagakan Dalam Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi Akper

27 Adegan Diperagakan Dalam Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi Akper

Doc.Rekaulang pembunuhan mahasiswa Akper Kerta Cendekia Sidoarjo, Selasa 07/01/2020
Sidoarjo. OposisiNews.co.id -Satreskrim Polresta Sidoarjo menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan mahasiswa Akper Kerta Cendekia Sidoarjo Lina Indiani Losepta, yang terjadi pada 31 Desember 2019 lalu, jasad korban ditemukan meninggal dengan kondisi telanjang di kawasan pergudangan Safe n Lock Jalan Lingkar Timur, Desa Rangkah Kidul, Kecamatan Sidoarjo.

Dalam rekonstruksi yang dilakukan di lokasi penemuan jasad tersebut, sebanyak 27 adegan yang diperankan langsung oleh pelaku M. Selasa 7/1/2020.

"Pelaku membunuh korban dengan mencekiknya di dalam mobil. Kemudian membuang mayat korban di semak-semak kawasan pergudangan Safe n Lock Jalan Lingkar Timur ini. Untuk mengelabuhi, pakaian korban dilepas hingga telanjang," jelas Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho.

Sementara motif pembunuhan adalah pelaku sakit hati kepada perkataan orang tua korban, yang menganggap ia pembohong dan pencuri. Karena sakit hati akhirnya pelaku nekat membunuh Lina, yang juga teman kuliahnya di Akper Kerta Cendekia Sidoarjo.

Peristiwa pembunuhan ini terjadi pada Sabtu 28/12/2019, pelaku dan korban pergi ke Bangil untuk ambil laptop milik korban. Tetapi sampai Bangil tidak jadi mengambil laptop, hanya berkeliling kota saja. Kemudian balik ke Sidoarjo, menuju ke Kahuripan Nirwana.

Di sinilah peristiwa pembunuhan terjadi. Saat korban minta diantarkan pulang ke kos, si pelaku tidak mau dan malah melakukan pencekikan leher korban hingga meninggal. Mengetahui temannya tak bernyawa lagi,  M pun panik dan membuang jasad Lina ke semak-semak kawasan pergudangan di Lingkar Timur Sidoarjo. Tepatnya Desa Rangkah Kidul, Sidoarjo. Kemudian jasad korban ditemukan warga pada 31 Desember 2019.(bg).

Reporter.Subagyo
Editor.Bambang PW
Home » » JANJI FULUS BERAKHIR DIMEJA POLRES BLORA

JANJI FULUS BERAKHIR DIMEJA POLRES BLORA

Doc.Amir nama samaran
Pelaku penipuan
Blora.OposisiNews.co.id - Warga Tutup Kecamatan Tunjungan Blora inisial Amir (samaran) di adukan ke Polres Blora oleh seorang ibu inisial Siti (samaran ) yang selama ini merasa dikelabui oleh Amir karena setiap kali ditagih hutangnya Amir selalu ingkar janji.

Kekecewaan Siti semakin memuncak tatkala kebohongan dan Etikat buruk yang dilakukan oleh Amir dirasakannya ,Tiap kali Siti mencoba menemuinya Amir  terkesan menghindar dari tanggung jawab, dan  akhirnya Siti pada senin 6/1/2020 melaporkan masalah  ke yang di alaminya ke pihak Berwajib.

Surat laporan diterima Kanit 2 tipikor heri di ruang unit tipikor polres Blora, Peristiwa berawal janji manis  Amir ( pelaku ) pada Siti ( korban ) soal hutang piutang untuk modal usaha Distribusi BBM yang di duga legal oleh Amir ( pelaku ) , akhirnya Siti terjebak dalam permainan kata manis Amir buntutnya memberikan pinjaman puluhan juta dengan iming-iming fulus dari usaha itu.

Akhirnya Siti janda kaya itu  rela menyerahkan perhiasan dan uang mulai Perhiasan Kalung,Cincin hingga surat Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) serta Uang sejumlah total 43.500.000 (Empat Puluh Tiga Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) pada A secara bertahap.

Dengan Rincian : uang diserahkan pertama kali pada Sabtu 27/1/2018 sejumlah Rp,5.000.000(Lima juta rupiah) ,yang kedua Selasa 13/2/2018 sejumlah Rp,5.000.000(Lima juta rupiah), yang ketiga Selasa 27/2/2018 sejumlah Rp,3.500.000(Tiga juta lima ratus ribu rupiah), yang keempat Jumat 6/4/2018 sejumlah Rp,10.000.000(Sepuluh juta rupiah), Dan Pada 23/5/2018  S menyerahkan Uang Tunai Sebesar Rp,20.000.000(Dua puluh juta rupiah) Serta dari Hasil Menggadaikan Kalung & Cincin pada Sabtu 7/4/2018 Mendapatkan Uang sejumlah Rp,4.500.000(Empat juta lima ratus ribu rupiah), juga pada Selasa 10/4/2018 Mendapatkan Uang Rp,7.000.000 dari hasil Gadai BPKB motor YAMAHA MIO SOUL GT Th 2015 dari WOM FINANCE Hingga Total Uang Tunai yang diserahkan pada A Sebesar Rp,43.500.000(Empat puluh Tiga lima ratus ribu rupiah)

Dengan berjalannya waktu , dugaan niat belang Amir mulai dirasakan Siti ketika ditanyakan fulus yang dijanjikan dari usaha diduga BBM Ilegal yang tidak pernah diterimanya.

Bahkan lebih ironis , Siti harus pontang panting untuk meminta kembali hak miliknya yang dipinjamkan pada Amir di awal usaha .mulai dari perhiasan emas , Uang dan Surat Kendaraan ( BPKB ).

" Untuk meminta kembali hak saya saja rasanya susah dan sulit , boro-boro janji memberi keutungan dari modal usaha yang saya pinjamkan , bahkan saya harus berpuluh kali mendatangi kediamannya dengan hasil nihil ", ucap Siti

Setiap kali Siti ( korban ) meminta haknya dipastikan bersitegang dengan Amir ( pelaku )
,Mesti gagal menerima fulus dari Amir setidaknya Siti sedikit lega karena surat Kendaraan BPKB , Kalung dan Cincinnya kembali

 ”Tetapi Uang  yang dipinjam Rp,43.500.000   belum sepenuhnya kembali dan saya minta bantuan oknum Polisi inisial H Anggota Polsek Tunjungan untuk menagihkan sisa uang ke Amir dan diberi 10 juta”Ungkap Siti

Pada awak media Oposisi , Siti tunjukkan Surat Perjanjian tertanggal 18/3/2019 dengan saksi Istri Amir dan Kokok Sungkowo ( Kds Tutup ) yang isinya bahwa Amir Bersedia melunasi hutang sejumlah Rp,43.500.000 dengan kesepakatan waktu  Sebulan sebelum Pilkades desa Tutup tahun 2019 tepatnya tanggal 5 Agustus 2019 Sesuai janji bulan juli mestinya Amir sudah melunasinya tetapi kembali di ingkari .

Akibat kasus hutang piutang antara Amir dan Siti yang dikemas dalam modal usaha dan bagi-bagi fulus oleh Amir ( pelaku ) , Nendra putra Siti ( korban ) harus rela menunda niatnya /  mundur jadwal ujian akir  di Politeknik Pelayaran Surabaya

Awak media OposisiNews yang mengikuti kasus itu mencoba mengklarifikasi kebenaran dari perjanjian dari salah satu saksi yang ikut menandatangani , kebetulan sekarang menjabat Kades Tutup Kokok Sungkowo yang juga teman dekat Amir ( Pelaku )

Ironis , pada awak media OposisiNews yang mencoba mengklarifikasi .Kokok Sungkowo terkesan menghindar dan tidak mau tahu menahu yang dilakukan warganya sedang saat itu Kokok belum menjabat kepala desa Tutup merupakan salah satu saksi kesepakatan antara Amir dan Siti.

Dalam sebuah perjanjian Hutang piutang dan terjadi pelanggaran perjanjian apakah  dapat dinyatakan sebagai sebuah penipuan yang menjadi ranah delik aduan , hanya pihak kepolisian yang nanti menyimpulkan apakah masuk unsur kasus perdata atau pidana ,merujuk pada pasal 378 KUHP yang termaktub dalam Bab XXV tentang Perbuatan Curang seperti berikut ini.

“Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat ataupun dengan rangkaian kebohongan menggerakkan orang lain untuk menyerahkan sesuatu benda kepadanya, atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun.”

Maka berdasarkan rumusan tersebut, terdapat unsur-unsur yang dimaksud dalam perbuatan penipuan, yakni :tindakan dilakukan dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri dengan melawan hukum,menggerakkan orang lain untuk menyerahkan sesuatu atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang; dan menggunakan salah satu cara penipuan baik menggunakan nama palsu, martabat palsu, tipu muslihat, dan rangkaian kebohongan lainnya.Tiga unsur di atas merupakan dasar untuk menentukan apakah pelanggaran perjanjian yang dilakukan termasuk dalam kategori penipuan atau tidak.

Bila dari awal sudah ditemukan adanya niat buruk dari pihak yang mengingkari perjanjian seperti menggunakan nama palsu atau serangkaian kebohongan lainnya, maka perkara Hutang piutang tersebut dimungkinkan sebuah perkara pidana.

Ibu Siti janda dengan 3 orang anak  setelah surat aduan diterima pihak kepolisian dia mengharap pihak berwajib sebagai Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu ( SPKT) bisa bertindak  profesional selaku penegak perundang-undangan , pelindung dan pengayom masyarakat tanpa membedakan status gender.(DWI/IPUNG)

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon