Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Kabur Menjadi TKW,Diana Meradang Di Mintai Tebusan Uang 15 juta Oleh PT

Kabur Menjadi TKW,Diana Meradang Di Mintai Tebusan Uang 15 juta Oleh PT

Written By BBG Publizer on Jumat, 03 Januari 2020 | 18.15

Diana Lestari ( 23th )
Banyuwangi, OposisiNews.co.id -Lantaran tidak kerasan menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Negara Singapore dan memutuskan kabur dari majikanya,Diana Lestari (23) warga Desa Setail Dusun Jalen,RT.03 RW.8 Kecamatan Genteng harus menanggung beban hutang pada  pihak PT Flamboyan - Malang - Jatim selaku PJTKI (Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia) yang telah memberangkatkanya tiga tahun silam.

Ceritanya,guna merubah nasib Diana yang masih belia saat itu mengatakan melalui salah seorang PL (perekrutan lapangan,red) bernama WT warga Tegalyasan Kecamatan Sempu pada tahun 2016 lalu.

Dari perkenalannya  dengan WT ,  Diana dibantu mewujudkan mimpinya merubah nasib menjadi TKW sebagai Pembantu Rumah Tangga ' PRT ' di Negri Singa.

Singkat cerita hanya dua bulan bekerja,dirinya memutuskan berhenti dan lari dari majikan , dalam kondisi bingung saat perjalanan melarikan diri dari Rumah majikannya , Diana bertemu sesama TKW asal Indonesia di berikan solusi untuk melapor di Polisi Singapur dan Diana diterbangkan ke Indonesia dengan tujuan Bandara Juanda , Surabaya.

"Sesampai di Juanda, oleh agensi saya di arahkan dan di jemput pegawai PT Flamboyan bernama Pak Wiwit, kemudian semua data seperti Pasport di mintanya,"Ujarnya. Jumat,(03/01/2020).

Selang beberapa hari di rumah,pihak PT Flamboyan menghubunginya dan meminta uang ganti rugi. Ironis sekali, sebelumnya PT.F meminta sebesar Rp.23 juta, dengan terpaksa uang tebusan tersebut dibayarkan via transfer bank.

"Oleh Ibu saya di bayar tunai via transper Rp.15 juta hasil pinjaman ditambah gaji saya dua bulan di Singapur  ,"Ujarnya .

Kepada awak media  Diana berharap bisa dibantu untuk mengambil surat penting berupa Pasport dan menindak lanjuti adanya dugaan penyalah gunaan data dirinya.

"Saya takut Pasport itu di salah gunakan,sebab dalam data pasport sama tanggal dan tahun kelahiranya tidak sama. Pada saat itu,saya tidak tau menahu semua surat yang urus pihak PT Flamboyan ,tahu saya sudah jadi dan saya berangkat." Akunya .

Terkait dugaan pungutan liar serta adanya manipulasi data calon TKW yang di lakukan oleh oknum  penerbit rekomandasi paspor dan ID calon TKI dari Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) Kabupaten Banyuwangi,Saat dikonfirmasi By telpon oleh OposisiNews dan sampai berita ini di beritakan pihak sponsor maupun management PT Flamboyan belum memberi  konfirmasi pada awak media. ( IGP )

Reporter.Indra GP
Editor.Bambang Pw
Home » » Ditjen PKH Kementan Berikan Pelayanan Terbaik melalui SIMLAB

Ditjen PKH Kementan Berikan Pelayanan Terbaik melalui SIMLAB

Bekasi,OposisiNews.co.id - Untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, Direktorat Pakan bersama salah satu unit pelaksana teknis (UPT) Ditjen PKH yakni Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Pakan (BPMSP) mengembangkan teknologi informasi bernama SIMLAB. Aplikasi ini digunakan untuk monitoring tahap pengujian yang sedang berjalan dan nantinya dapat diakses oleh pelanggan secara real time. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Pakan Ternak, Sri Widayati, ketika membuka Pertemuan Teknis Pelanggan yang dilaksanakan di penghujung 2019 lalu di BPMSP Bekasi.

"SIMLAB ini sudah bisa diakses dan digunakan pada awal tahun 2020,” ungkap Sri Widayati.

Sementara Kepala Balai BPMSP Bekasi, Irwandi mengatakan bahwa penerimaan sampel BPMSP tahun 2019 sudah melampaui target yaitu sebanyak 12.241 sampel atau melonjak 55% dari target 7850 sampel. Dari jumlah sampel tersebut, 31% merupakan permintaan sertifikasi mutu dan keamanan pakan.

“Hal ini menunjukkan bahwa para stakeholder sudah menganggap BPMSP Bekasi sebagai balai pengujian pakan yang terpercaya," ujar Irwandi.

Sebagai satu-satunya laboratorium pakan Kementerian Pertanian, BPMSP Bekasi telah mendapatkan beberapa akreditasi, misalnya SNI ISO/IEC 17025:2017 tentang pengujian mutu, ISO/IEC 17043:2010 tentang uji profisiensi, Sistem Manajemen Mutu SNI ISO 9001: 2015 dan Sistem Manajemen Anti Penyuapan 37001: 2016.

Serangkaian akreditasi tersebut menurut Irwandi dapat memberikan jaminan bahwa BPMSP Bekasi telah berupaya meminimalisir permasalahan-permasalahan yang muncul secara berkelanjutan terhadap kualitas hasil atau produk yang diujikan di BPMSP Bekasi.

Salah satu upaya untuk terus menjalin kerjasama yang baik dengan stakeholdernya, BPMSP Bekasi rutin mengadakan Pertemuan Teknis Pelanggan. Kegiatan Pertemuan Teknis Pelanggan kali ini diikuti oleh 54 pengusaha pabrik pakan se-Jawa dan Lampung.

Kegiatan Pertemuan Teknis Pelanggan ini menurut Sri Widayati merupakan langkah penting guna mengumpulkan informasi dan masukan dari para pelanggan atau mitra terkait pelayanan yang selama ini diberikan.

“Kedepan saya berharap agar kegiatan ini bisa dilaksanakan setahun dua kali, sehingga balai dapat menyerap info lebih banyak dari pelanggan, dan pesertanya dapat diperluas untuk pelanggan dari Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi," pungkas Sri Widayati.( **)

Narahubung:
Ir. Sri Widayati, MM., Direktur Pakan Ternak, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan
Home » » Sempat Mangkrak, Proyek Jembatan Di PTPN XII Kebun Kalirejo-Glenmore Di Soal Warga

Sempat Mangkrak, Proyek Jembatan Di PTPN XII Kebun Kalirejo-Glenmore Di Soal Warga

Doc.Ahmad Syamsuri
Banyuwangi.OposisiNews.co.id -Pembangunan proyek jembatan penghubung antara Afdeling Sukorejo dengan kantor induk PTPN XII Kebun Kalirejo di Kecamatan Glenmore yang sempat mangkrak kini menuai kontrofersi.

Masyarakat sekitar sangat menyayangkan proyek milyaran rupiah tersebut di tinggal begitu saja oleh kontraktor sebelum selesai pekerjaan dan terlihat tidak ada tindak lanjut dari aktifitas pelaksana proyek dan pihak berkepentingan.

Semenjak proyek  jembatan tidak dikerjakan ( Of ) kondisinya memprihatinkan miris seperti proyek peninggalan kolonial  ,tampak beberapa bahan material seperti puluhan beton penyangga yang menumpuk,lalu pasangan tiang pancang atau penyangga dan pasangan ram besi mulai tertutup rimbunan semak belukar, berlumut dan berkarat.

Kondisi itu membuat warga Glenmore khususnya warga yang berdekatan dengan lokasi jembatan resah dan tidak nyaman karena puing-puing dan tumpukan material jembatan rawan binatang berbisa ular yang sering  meneror warga dan menghilangkan keasrian alam sekitar lokasi sebelum adanya kegiatan jembatan  .

Saat dikonfirmasi,Danang Joko Prasetyo S.P
Manager PTPN XII Kebun Kalirejo mengatakan ,"Sebenarnya proses tersebut sudah kembali di lanjutkan,terbukti di lokasi proyek sudah di dirikan beberapa bangunan persiapan kantor ' Direksikit' dan gudang material oleh pihak kontraktor yang baru ".

"Beberapa hari yang lalu pihak pelaksana PT. ALB-Anugerah Lahan Baru ( kontraktor yang baru,red) sudah melakukan pengukuran dan mendirikan direksikit di lokasi jembatan," Ujarnya.Selasa,(31/12/2019).

Saat di singgung tentang terbengkelainya proyek jembatan dan adanya dugaan kerugian negara Danang enggan menjelaskan karena pihak kebun hanya sebagai obyek tempat saja, terkait hal itu semua kewenangan direksi pusat untuk menjelaskan.

"Adapun dugaan penyalah gunaan dan pelanggaran proyek saya tidak tau,termasuk mungkin pemutusan kontrak ke kontraktor dan sangsi hukum itu ranah kantor pusat." Ujarnya lagi.

Sementara salah seorang warga Glenmore bernama Achmad Samsuri mengatakan sangat menyayangkan kegagalan proyek sebelumnya dan seharusnya  pihak direksi PTPN XII segera melakukan kajian teknik maupun hukum.

" Meskipun sekarang sudah dikerjakan lagi,apakah di situ persoalanya selesai?, Tidak semudah itu , karena proyek ini menggunakan anggaran negara ' Uang Rakyat ' yang tidak sedikit. Saya berharap harus ada pihak terkait baik itu Penguna Anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen serta rekanan harus bertanggung jawab secara moral dan hukum," Ujarnya.

Sebelumnya anggota FKP2 ( Forum Komunikasi Pendamping Perkebunan ) Glenmore melayangkan surat tertulis ke Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara),Erick Thohir pada tanggal 16 Desember lalu.Dalam surat kritikan ke Menteri tersebut,FKP2 berharap adanya tindakan untuk menyelesaikan dan melanjutan proyek jembatan.

FKP2 meminta ke Menteri BUMN untuk mengkaji ulang pekerjaan tersebut,mengingat saat ini didalam intruksi Presiden Dan Menteri BUMN yang menegaskan bahwa dalam hal - hal yang dapat merugikan perusahaan dan negara, sudah sepatutnya peserta lelang atau pemendang tender yang terindikasi menyalahi aturan kena Blacklist dan mendapat sanksi hukum yang berlaku.

Noto Suwarno,Sekretaris FKP2 mengatakan sebenanya proyek jembatan itu  sesuai kontrak pekerjaan selesai  bulan April 2019 kemarin , dikerjakan oleh PT Rekayasa Semut-Jakarta dengan nilai kontrak 22 Milyar. "Proyek itu di mulai pada bulan September 2018,dan harus selesai 8 bulan sejak diumumkan untuk dikerjakan rekanan pemenang lelang  sesuai  kontrak lelang."Ujarnya.

" Dengan tidak ada tindakan hukum dan tahu-tahu sekarang dikerjakan serta dianggarkan kembali , ada dugaan proyek jembatan ini banyak dimainkan oleh banyak pihak untuk memperkaya diri " ungkap Ahmad Samsuri , kesal . (IGP)


Reporter .Indra.GP
Editor.Bambang Pw
Home » » Polsek Gambiran Grebek Pejudi Remi

Polsek Gambiran Grebek Pejudi Remi

Doc. 4 penjudi Remi dan barang bukti 
Banyuwangi - OposisiNews .Co.id - Unit Reskrim Polsek Gambiran ciduk empat orang warga Desa  Gambiran saat sedang  asik main judi Remi /Gabple , Kamis (2/1/2020)

Pengerebekan penyakit masyarakat ' pekat 'mendasar laporan masyarakat , sesuai laporan No: LP.A/01/1/2020/Jatim/Resta Bwi/Sek Gambiran , yang bernasib sial dalam pengrebekan itu adalah Samsudin (57th), Suparno (54th), Misano (50th), Pujianto (40rh), Satu orang   melarikan diri ketika penggerebekan yaitu Sariman dan kini masih dalam pencarian pihak kepolisian.

Ketika di konfirmasi wartawan melalui Via handpone AKP Sumaryata  mengatakan sebelumnya Anggota Polsek Gambiran mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa dipinggir jalan raya Dusun Krajan 1 Desa Gambiran Kecamatan Gambiran, Bahwa tempat tersebut kerapkali  dijadikan untuk bermain judi gaple/  remi dengan menggunakan taruhan uang,"terang AKP Sumaryata

Kemudian informasi tersebut ditindaklanjuti pada hari Kamis (2/1/2020) sekira pukul 09.30 Wib. Ketika unit Reskrim Polsek Gambiran mendatangi  tempat yang di maksud ternyata benar adanya lima pelaku yang  sedang asyik bermain kartu Remi dengan menggunakan uang sebagai taruhannya.

Keempat pelaku digiring ke Polsek Gambiran dan satu pelaku melarikan diri, serta mengamankan barang bukti dua set Kartu Remi dan Uang sebesar Rp 614.000, (enam ratus empat belas ribu rupiah ).Jelasnya.

" Dari apa yang di terjadi  Di TKP keempat tersangka di jerat dengan pasal  perjudian 303 (1) ke 2e Sub Pasal 303 Bis (1) ke 1 KUHP ", terang Kapolsek ( Her )

Reporter. herman
Editor .Bambang pw

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon