Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Peringati Hari Jadi Kabupaten Tulungagung Ke-815, Rampak Sarinah Sosialisasi Budaya Berkebaya

Peringati Hari Jadi Kabupaten Tulungagung Ke-815, Rampak Sarinah Sosialisasi Budaya Berkebaya

Written By BBG Publizer on Minggu, 22 November 2020 | 20.55

HUT Tulungagung ke 815.doc

TULUNGAGUNG.OposisiNews.co.id-
Kebaya adalah warisan budaya Indonesia yang dipercaya sudah ada sejak masa para leluhur. Tumbuhnya kesadaran mengenai kekayaan budaya Indonesia membuat kebaya kembali menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah.

Dengan semangat ingin melestarikan kebaya sebagai budaya asli Indonesia, Rampak Sarinah Tulungagung mengadakan Sosialisasi Budaya Berkebaya dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Tulungagung yang ke-815 di pendopo Kongas arum Kusumaning Bangsa. Minggu, (22/11/2020).

Bupati Tulungagung
Acara yang dibuka oleh Bupati Tulungagung juga dihadiri oleh Sekda Tulungagung, OPD terkait, dan peserta sosialisasi yang berjumlah kurang lebih 150 orang.

Dalam laporannya ketua panitia Rampak Sarinah, Rindu Rikat mengatakan maksud dan tujuannya untuk melestarikan kebaya sebagai  busana kabupaten. Rampak Sarinah Tulungagung bersama pelaku dan, pecinta budaya Tulungagung mengharapkan kedepan Kabupaten Tulungagung dapat menggunakan kebaya atau baju adat daerah sebagai seragam dalam bekerja maupun bersekolah yang digunakan pada hari tertentu dalam setiap minggunya.

Rindu Rikat.Ketua Panitia
Rampak Sarinah
"Dengan maksud melestarikan budaya berkebaya sebagai busana nasional dan mewujudkan program nasional yaitu pemajuan kebudayaan," ucapnya.

Dalam sambutannya, Bupati Tulungagung, Drs. Maryoto Birowo, M.M., mengatakan bahwa, sebagai Pemerintah Kabupaten Tulungagung mengapresiasi dengan adanya kegiatan ini, nantinya akan mengkaji untuk menerbitkan aturan bagi ASN, pelajar, pegawai swasta maupun pejabat politik untuk bisa mengenakan kebaya atau baju adat daerah sebagai seragam dihari tertentu dalam setiap minggu.

 "Maka nantinya kita terbitkan aturan itu di Kabupaten Tulungagung akan memiliki budaya berbusana adat daerah dan dapat menjadi Lifestyle bagi generasi-generasi penerus bangsa serta dapat menjadikan ikon Tulungagung yang memiliki Kabupaten beragam budaya dan dapat mendorong bagi pengusaha maupun industri fashion di Kabupaten Tulungagung." ujar bupati.

Selain itu menurut Maryoto, budaya berkebaya tersebut merupakan budaya jawa yang harus di lestarikan bersama. 

"Dan jangan sampai generasi penerus kita nantinya tidak mengenal atau mengetahui tentang kebaya yang merupakan busana khas jawa yang biasa kita kenakan dalam acara – acara tertentu," pungkasnya.( AG )

Pewarta : A.purnomo.

Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon