Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Bersih Nagari Peringatan Hari Jadi Ke-815 Kabupaten Tulungagung

Bersih Nagari Peringatan Hari Jadi Ke-815 Kabupaten Tulungagung

Written By BBG Publizer on Kamis, 19 November 2020 | 06.36

Ketua DPRD Tulungagung Menyerahkan Pataka (panji) Lambang Kabupaten Tulungagung Kepada Bupati Maryoto Birowo  

Tulungagung .OposisiNews.co.id-
Pemerintah Kabupaten Tulungagung gelar acara Bersih Nagari dalam rangka peringatan Hari Jadi Ke-815 Kabupaten Tulungagung tahun 2020.

Bupati Tulungagung, Drs. Maryoto Birowo, M.M., bersama Forkompimda dengan penuh kidmat menyambut kedatangan arak–arakan peserta kirab Pataka atau Panji lambang daerah Kabupaten Tulungagung yang diiringi dengan dua buah tumpeng raksasa (Tumpeng lanang dan Tumpeng wadon) di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa. Rabu,(18/11/2020).

Dalam masa Pandemi covid 19, arak-arakan dan prosesi Bersih Nagari tahun ini berbeda dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peserta dibatasi sesuai protokol kesehatan.

Arak–arakan di mulai dari halaman luar Pendopo. Rombongan pertama dari group drum band tradisional, diikuti raja dan ratu berserta prajurit dan penari serta pembawa panji (Pataka) Tulungagung dan 2 buah tumpeng raksasa berupa Tumpeng Lanang dan Tumpeng Wadon dan diikuti beberapa tokoh adat yang mengenakan pakaian tradisional Jawa.

Dalam prosesi peringatan Hari Jadi Ke-815 ditandai dengan Penyerahan Pataka lambang kabupaten Tulungagung dari ketua DPRD kepada Bupati Tulungagung dan di lanjutkan pemotongan tumpeng oleh Bupati Tulungagung.

Bupati Maryoto Birowo Saat Di Wawancara Sejumlah Awak Media 

Saat di wawancara usai acara Bersih Nagari, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan bahwa, penyelenggaraan puncak acara Hari Jadi Ke-815 Kabupaten Tulungagung berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena penerapan prokes.

 “Kalau dulu terbuka dengan tamu undangan yang banyak, sekarang undangannya terbatas. Hal ini untuk penerapan protokol kesehatan, physical distancing,” ucapnya.

Bupati menyebut, acara bersih nagari saat ini sifatnya tidak mengundang massa. Seluruh undangan diharuskan melakukan penerapan prokes dengan ketat, termasuk mengenakan masker. “Yang nomor satu tetap penerapan protokol kesehatan. Mata rantai penularan Covid-19 harus diputus,” jelasnya.

Bahkan gunungan sesaji tumpeng yang bernama Buceng Lanang dan Buceng Wadon yang biasanya dibawa ke luar pagar Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso untuk diperebutkan masyarakat saat ini juga tidak dilakukan.

Rebut Gununhan oleh undangan di Halaman Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso 

Kedua gunungan diperebutkan oleh undangan yang terbatas di dalam Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. "Dengan peringatan ini diharapkan mampu memacu semangat warga masyarakat Kabupaten Tulungagung dalam meningkatkan perekonomian warga Tulungagung guna memajukan pembangunan Kabupaten Tulungagung kedepan yang menuju Ayem Tentrem Mulyo lan Tinoto," harap Bupati.

Setelah dilakukan do’a bersama, tumpeng buceng lanang dan wadon dibawa keluar untuk diperebutkan para warga. Seperti yang di ketahui, peringatan Hari Jadi Tulungagung selalu digelar pada tanggal 18 November.

Penentuan hari ulang tahun tersebut mengacu pada Prasasti Lawadan yang terdapat di Desa Wates Kecamatan Campurdarat. Dalam prasasti itu tertulis Sukra Suklapaksa Mangga Siramasa, yang artinya Jumat Pahing 18 November 1205. ( AG )

Pewarta : A.purnomo.
Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon