Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Jembatan Dampit - Kenongorejo Kembali Berpolemik

Jembatan Dampit - Kenongorejo Kembali Berpolemik

Written By BBG Publizer on Senin, 19 Oktober 2020 | 18.02

 


Ngawi.OposisiNews.Co.Id - Setelah sepuluh tahun sejak dianggarkan oleh Pemkab Ngawi sebesar 3 M melalui Dana Bantuan Keuangan ( BK ) Prof 2012-2013 , jembatan Dampit - Kenongorejo kembali berpolemik.

Pos anggaran yang teralokasikan melalui rekening Pos Anggaran Desa Dampit ( APBDes Dampit ) secara otomatis pelaksanaan teknis sepenuhnya dibebankan pada pemerintah desa Dampit secara Swakelola sesuai Perpres Nomor 07 tahun 2012.


Pada perjalanannya Mega proyek Swakelola Desa Dampit , Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi menjadi simalakama ketika memasuki masa perawatan jembatan , seperti sekarang ini penyangga jembatan mulai menandakan tanda-tanda keretakan .

Bahkan keretakan tiang penyangga jembatan Dampit - Kenongorejo tidak mengusik pemerintah desa Dampit untuk melakukan pembenahan ( perawatan ) terkendala anggaran justru menjadi PR desa Kenongorejo karena keberadaan jembatan sangat krusial dalam menopang perekonomian warga desa dan sebagai jembatan satu-satunya untuk membuka keterisolirnya wilayah Desa Kenongorejo dengan Desa lainnya di Kabupaten Ngawi.

Di ruang kerjanya , Kepala Desa Dampit pada berita OposisiNews mengatakan , " Untuk pos anggaran perawatan jembatan Dampit - Kenongorejo tidak teranggarkan desa , minimnya Dana Desa sangat tidak memungkinkan karena masih banyak akses-akses desa ( infrastruktur ) yang mesti menjadi prioritas warga ". Senin ,19/10/2020

" Bahkan sampai sekarang pemdes Dampit sempat gamang dengan status jalan dan jembatan Dampit-Kenongorejo yang merupakan jalan poros desa dan jalan lingkar wisata waduk pondok karena pra pengerjaan jalan ( Pavingisasi ) desa Suruh - Dampit - Kenongorejo tahun 2020 , pemerintah desa harus mengalokasikan anggaran untuk surve rencana pembangunan jalan namun pengerjaan dilakukan oleh pihak ke tiga melalui rekanan dengan proses lelang , semestinya dengan fakta tersebut jalan dan jembatan Dampit - Kenongorejo sudah menjadi tanggung jawab PUPR Ngawi ", imbuh kades Dampit.

" Jika memang Jalan dan Jembatan Dampit -Kenongorejo masih menjadi kewenangan desa , bagaimana proses pengajuannya untuk bisa diserahkan ke PUPR Ngawi karena tidak mungkin Pemerintah desa harus terbebani perawatan jalan dan jembatan ," Tanya Pariyono pada awak media OposisiNews.

Lain halnya yang diungkapkan Kepala desa Kenongorejo melalui pesan singkatnya ( Watshap ) " Sebetulnya tahun lalu sudah  sepakat sama camat Bringin ada dua rencana tapi akhirnya di serahkan sama kenongorejo karena yang lewat mayoritas warga kenongorejo ".

Karena kondisi jembatan Dampit - Kenongorejo yang berada di wilayah kerja desa Dampit  perlu penanganan krusial , Pemdes Kenongorejo mengalokasikan pos anggaran Rp 40 juta dari Dana Desa 2020 untuk perawatan jembatan Dampit.

Sadli , Kabid Jalan dan Jembatan PUPR Ngawi disinggung kondisi jembatan Dampit - Kenongorejo pada berita OposisiNews memaparkan , "Untuk sekarang status jalan poros dan jembatan desa Dampit - Kenongorejo masih kewenangan desa belum berproses menjadi jalan poros yang penanganannya dialihkan pada PUPR , mungkin tahun 2021 baru masuk ke PUPR ".

" Soal adanya perawatan jembatan Dampit - Kenongorejo yang dibiayai desa tidak menjadi masalah , hanya semestinya pihak desa memberi tahu / tembusan pada PUPR ,sampai sekarang tidak ada pemberitahuan ", Kata Sadli.

" isyaallah dalam waktu dekat pihak desa akan dikumpulkan di PUPR , terkaid Jalan Poros desa dan Jembatan , desa bisa melakukan permohonan pada PUPR atau mungkin tanpa pengajuan atas analisa dari Dinas PUPR status jalan poros dan jembatan bisa pengelolaannya berubah menjadi tanggung jawab Dinas Kami ", imbuhnya.

( Red** )  


Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon