Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Direktorat SMK Menetapkan SMK Negeri 1 Rejotangan Sebagai Center of Excellence (CoE)

Direktorat SMK Menetapkan SMK Negeri 1 Rejotangan Sebagai Center of Excellence (CoE)

Written By BBG Publizer on Senin, 19 Oktober 2020 | 20.02

Kepala SMK Negeri 1 Rejotangan (kiri) Saat Hadiri Bimbingan Teknis Program CoE 

TULUNGAGUNG.OposisiNews.co.id-
Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (kemendikbud) melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan, menetapkan SMK Negeri 1 Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, sebagai pusat keunggulan atau Center of Excellence (CoE).

Hal tersebut seperti yang di sampaikan Kepala SMK Negeri 1 Rejotangan, Drs. Masrur Hanafi, M.M., kepada OposisiNews di ruang kerjanya. Senin, (19/10/2020).

Masrur Hanafi mengatakan bahwa, program Pengembangan Pusat Keunggulan ( Center Of Exellence / CoE), merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia, yang mana salah satu amanatnya adalah perlunya revitalisasi SMK secara komperhensif untuk menghasilkan lulusan SMK yang berdaya saing dan siap menghadapi tantangan dan dinamika perkembangan nasional maupun global.

Menurut Hanafi, dari 14.000 Sekolah Menengah Kejuruan se-Indonesia, ada sebanyak 406 SMK yang terpilih sebagai SMK CoE, dan 70 SMK diantaranya sektor Hospitality, salah satunya adalah SMK Negeri 1 Rejotangan.

"Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan telah menetapkan SMK Negeri Rejotangan sebagai pusat Program Pengembangan Pusat Keunggulan ( Center Of Exellence / CoE) per 18 September 2020 lalu," ucapnya.

Dalam program CoE tersebut, Goal pencapaian yang di targetkan SMK Negeri Rejotangan yakni, 5 paket Dirjen Vokasi dengan tujuan keterserapan lulusan kedunia usaha, dunia kerja, dunia industri dengan membentuk lulusan yang punya Soft Skill  dan adaptasi dengan dunia kerja.

"Kepercayaan yang diberikan oleh Direktorat SMK ini merupakan sebuah tanggung jawab besar, SMKN 1 Rejotangan harus mampu menunjukkan peningkatan kualitas dan kinerja dan penyelarasan dengan IDUKA (Industri Dunia Usaha, dan Dunia Kerja)," ungkap Hanafi.

Ia juga menjelaskan, dengan program CoE Para lulusan SMK selain dituntut untuk memiliki keterampilan (hard skill) juga dituntut untuk memiliki soft skill yang baik, sebab, soft skiil sangat bermanfaat dalam dunia kerja dan industri. Selain itu, dengan program CoE akan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu SMK Negeri Rejotangan dengan dua orientasi baru. Pertama, mengantisipasi datangnya gelombang Revolusi Industri 4.0 dengan segala teknologi desruptif yang menyertainya, dan kedua, orientasi pengembangan keunggulan potensi wilayah sebagai keunggulan nasional untuk menciptakan daya saing bangsa. 

"Pilar pertama memperkokoh jalinan SMK dengan dunia usaha dan industri Abad XXI, pilar kedua mendongkrak keunggulan lokal menjadi keunggulan global," terangnya.

Lebih lanjut di sampaikan Hanafi bahwa, program CoE Hospitality tidak hanya berupa pengadaan peralatan praktik yang memadai dan sesuai, tetapi juga terdapat program pembentukan karakter siswa sekaligus pendidikan dan laithan bagi guru dan teknisi.

Dengan ditunjuknya SMK Negeri 1 Rejotangan sebagai Center of Excellence, Hanafi menuturkan bahwa pihaknya siap menjadi pusat keunggulan, sehingga menjadi SMK rujukan dan pusat peningkatan kualitas dan kinerja SMK lainnya, karena sebagai SMK yang mendapat kepercayaan program CoE, atau program Pengembangan Pusat Keunggulan, merupakan hasil kerja keras dan tanggung jawab sekolah kepada para siswa.

"Kepercayaan yang diberikan oleh Direktorat SMK ini merupakan sebuah tanggung jawab besar, oleh karena itu SMKN 1 Rejotangan harus mampu menunjukkan peningkatan kualitas dan kinerja dan penyelarasan dengan IDUKA (Industri Dunia Usaha, dan Dunia Kerja)," tuturnya. 

Dengan program CoE tersebut Hanafi berharap, siswa akan lebih berkompeten di keahlian Hospitality yang mempunyai sof skill dan adaptasi dengan budaya kerja. 

"Selain itu siswa harus benar-benar memiliki karakter dan kompetensi sesuai industri,serta menyelaraskan kompetensi lulusan sesuai kompetensi yang dikehendaki oleh IDUKA secara riil atau yang kontektual," tandasnya. ( AP-KR )


Pewarta : Ap/ kariyanto

Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon