Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Di Duga Ispektorat Lalai Melakukan Monitoring Infrastruktur TPT Desa Banjarbanggi

Di Duga Ispektorat Lalai Melakukan Monitoring Infrastruktur TPT Desa Banjarbanggi

Written By BBG Publizer on Sabtu, 24 Oktober 2020 | 19.17


Ngawi,OposisiNews.Co.Id -
Bermodalkan pemangkasan anggaran desa untuk penanganan pandemi Covid 19 dan munculnya asumsi pengurangan volume pekerjaan infrastruktur , memberikan ruang pemerintah desa melakukan kecurangan-kecurangan dengan dasar yang telah dicanangkan pemerintah untuk pengagaran Covid 19 dengan dana desa tahun 2020.

Miris, seperti yang terjadi di desa Banjarbanggi kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi , di duga dua kegiatan desa Pavingisasi dan Tanggul Penahan Tanah menjadi obyek mencari keuntungan oleh Oknum Pemerintah desa ditengah pandemi Covid 19.

Kurangnya pengawasan dan tidak pernah melibatkan lembaga independen ( LSM dan Media Masa ) berpotensi melemahnya pengawasan inspektorat pada desa - desa yang dianggap memiliki kedekatan politik dengan wakil rakyat ( DPRD ) bahkan penguasa ( Bupati ). Kamis, 15/10/2020

Dugaan lemahnya pengawasan Ispektorat Ngawi terpantau oleh tokoh masyarakat dan salah satu anggota LSM Ngawi , saat melakukan monitoring pembangunan infrastruktur di desa Banjarbanggi Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi yang terkonfirmasikan pada berita OposisiNews.

" Pengawasan yang dilakukan oleh Ispektorat di desa Banjarbanggi dirasa kurang maksimal , dari dua kegiatan desa ( Pavingisasi dan TPT ) yang dibiayai oleh Dana Desa seperti tidak terjadi penyimpangan anggaran dan pengerjaannya ", Ungkap W tokoh masyarakat yang enggan namanya di tulis.

" Jelas banyak penyimpangan kegiatan infrastruktur mulai dari berem ( uruk ) Pavingisasi desa yang sama sekali belum dilaksanakan dan pembangunan Tanggul Penahan Tanah ( TPT ) yang dikerjakan asal jadi yang sekarang sudah terjadi pecah / retak dibadan TPT " , ujarnya.


" Bahkan saya bisa pastikan pembangunan TPT di dusun Ngobalan RT 03 RW 04 dengan volume pekerjan 169 M2 yang dibiayai Dana Desa 2020 sebesar Rp 93 juta hanya dikerjakan dengan hasil dan kondisi pekerjaan seperti itu hanya menghabiskan anggaran tidak lebih Rp 40 juta , saya katakan itu karena saya paham betul dan sedikit banyak pernah menangani pembangunan TPT ", imbuhnya.

Sukir selaku TPK pembangunan TPT ketika dihubungi berita OposisiNews melalui telepon selulernya enggan mberikan jawaban . Lain halnya Kepala Desa Banjarbanggi melalui telepon selulernya kades mengakui retaknya badan TPT dan berharap pengertian dari berita OposisiNews." Ya, Baiknya gimana ? Nanti akan saya benahi " jawab Muhtarom. kades Banjarbanggi. ( Red )     


Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon