Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Aksi Bakar Ban Warnai Demo Penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja Di Depan Kantor DPRD Tulungagung

Aksi Bakar Ban Warnai Demo Penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja Di Depan Kantor DPRD Tulungagung

Written By BBG Publizer on Selasa, 13 Oktober 2020 | 12.15

Masa Pendemo Sempat Bakar Ban Di Depan Kantor DPRD Tulungagung 

TULUNGAGUNG.OposisiNews.co.id-
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Seluruh Tulungagung (AMTI) yang terdiri dari gabungan PMII, HMI, GNMI, dan Aliansi dari departemen non akademik (DENA) serta organisasi ekstra kampus menggelar aksi penolakan terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan gedung DPRD Tulungagung, Senin (12/10/2020).

Ketatnya penjagaan oleh ratusan petugas keamanan dari Polres Tulungagung, Brimob Polda Jatim, TNI dan Satpol PP dengan pembatas kawat berduri, para mahasiswa hanya bisa berorasi diluar pagar gedung DPRD Tulungagung.

Ratusan Mahasiswa Saat Melakukan Aksi Di Depan Kantor DPRD Tulungagung 

Dengan membawa berbagai macam spanduk, bendera organisasi kemahasiswaan, hingga tulisan-tulisan yang berisi penolakan dan tuntutan pencabutan Omnibus Law UU Cipta Kerja, para mahasiswa melakukan ororasinya dengan meneriakkan yel-yel, penolakan dan tuntutan pencabutan Omnibus Law UU Cipta Kerja. Mereka juga meneriakkan agar para anggota dewan bersedia keluar dan menemuinya.

Mereka kecewa terhadap Omnibus Law yang cenderung dianggap lebih pro terhadap para pengusaha kelas atas dibanding rakyat kecil.

"Kami kecewa karena kedatangan kami tidak ditemui Ketua DPRD Tulungagung, namun kami sadar bahwa tujuan menyampaikan aspirasi secara struktural secara birokrasi ada di tangan ketua DPR bukan pada anggota-anggotanya. Ketua DPRD hari ini beralasan tidak bisa hadir, maka daripada itu kita secara seremonial dengan aksi kita untuk ketemu wakil rakyat sebagai tuntutan bahwa masyarakat Tulungagung menolak dengan tegas UU Cipta Kerja,”ungkap Slamet rianto, salah satu perwakilan dari Mahasiswa yang mengaku sebagai wakil Aliansi Masyarakat Tulungagung Bergerak saat diwawancarai sejumlah awak media.

Ia menegaskan, apabila dalam aksinya menolak UU Omnibus Law tidak dilaksanakan oleh DPR, mereka akan menyampaikan aspirasinya di kabupaten Tulungagung yakni di Pendopo Bupati, agar pihak Eksekutif dan Legislatif bisa berjalan beriringan menolak UU Cipta Kerja Omnibus Law.

“Kami kecewa, Omnibus Law lebih peduli terhadap para investor dibanding kami para kaum masyarakat kecil,”tandasnya.

Wakil Ketua DPRD Tulungagung, Adib Makariem Saat Menemui Mahasiswa 

Dari pantauan OposisiNews, nampak Wakil Ketua DPRD Tulungagung Adib Makariem beserta Wakil Ketua Komisi B DPRD Tulungagung Sofyan Heryanto menemui para mahasiswa.

“Kami sebenarnya ingin menemui para mahasiswa namun mereka agaknya kurang berkenan kalau tidak ditemui langsung oleh ketua DPRD,” terang Wakil ketua DPRD Tulungagung Adib Makarim secara singkat ditengah-tengah aksi para mahasiswa.

Lanjut Adib, DPRD Tulungagung membuka ruang audiensi atau hearing dengan para mahasiswa yang rencananya, audiensi tersebut akan dilakukan pada Rabu (14/10) mendatang.

Saat menemui para mahasiswa, Politisi asal PKB ini menyatakan bahwa, UU Omnibus Law bukan hanya berisi UU Cipta Kerja, tetapi juga undang-undang lainnya seperti UU Perpajakan dan UU UMKM.

 “UU Omnibus Law ini ada 74 pasal (UU), 15 bab dan 908 halaman. Kalau ada hal yang menindas rakyat, menindas buruh dan kaum lemah kita wajib menolak bersama-sama,” papar Adib.

Wakil DPRD Tulungagung, Adib Makariem meminta, pada mahasiswa untuk melakukan aksi demonstrasi dengan tertib tanpa harus melakukan anarkisme. 

“Ingat kita negara demokrasi, kita harus menjaga aset-aset negara. Tidak boleh rusak-rusakan,” tandasnya.

Sebelum mengakhiri aksinya, mereka sempat membakar ban didepan pintu DPRD Tulungagung, Kemudian bergeser menemui Bupati menuju Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangso. Namun aksi mereka tertahan di depan pintu gerbang pendopo yang dijaga ketat petugas keamanan, sehingga mereka hanya bisa  berorasinya di luar pagar pendopo. ( Ag.P )


Pewarta : A. Purnomo

Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon