Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Wartawan Geram Tidak Diijinkan Masuk Liputan Tahapan Pilkada Ngawi

Wartawan Geram Tidak Diijinkan Masuk Liputan Tahapan Pilkada Ngawi

Written By BBG Publizer on Jumat, 04 September 2020 | 16.57

Ngawi,OposisiNews.Co.Id - Momen yang digadang-gadang menjadi UpdateNews , tahapan Pilkada Ngawi yang dimulai dengan tahapan pendaftaran mulai tanggal 4-6 September 2020 berujung kekecewaan dan menurunnya simpati sebagaian insan pers Ngawi pada KPU Ngawi.

Rombongan calon bupati Ony Anwar dan Dwi Riyanto Jatmiko dengan mengunakan sepeda ontel dikawal aparat kepolisian Ngawi bersepeda diikuti arak-arakan puluhan speda ontel oleh semua pengurus partai yang langsung dipimpin Heru.K , Ketua  Bapillu PDI-P dan satu truk membawa 10 Panji bendera kebesaran partai pengusung dari jalan Hasanudin ( Kediaman Ony Anwar ) menuju KPU Ngawi menjadi perhatian semua warga di sepanjang rute arak-arakan . Jum'at ( 04/09/2020 )

Kedatangan rombongan bakal pasangan calon Bupati Ngawi periode 2020-2025  Ony Anwar - Dwi Riyanto Jatmiko ' OK ' di depan Kantor KPU , pukul 14.00 Wib disambut maskot pilbup ngawi 2020 Badut Si Mawi , puluhan simpatisan partai , Dewan dan Kader Partai pengusung ' OK ' dipilbup ngawi 2020.

Insan Pers yang sejak siang menunggu momen pendaftaran calon bupati Ony Anwar terpaksa harus mengurungkan tugas liputan karena dihadang didepan pintu gerbang KPU oleh sejumlah petugas KPU tidak diijinkan meliput kegiatan.

Pada BeritaOposisi , Nr salah satu awak media RN mengatakan , " Wartawan yang tidak memakai identitas kusus yang dikeluarkan KPU tidak di ijinkan meliput , repot kalau kejadiannya seperti ini ".

Hal penghadangan wartawan yang mau meliput kegiatan tahapan Pilkada Ngawi dibenarkan oleh sesama awak media , Ar bahkan ia bakal ramaikan lewat medianya KO.

 " Ini ngak benar jika ada larangan liputan oleh KPU karena jelas KPU Ngawi telah merampas hak dan menghalang-halangi tugas Jurnalis yang jelas-jelas dilindungi / dipayungi hukum yang jelas ".

" Bahkan bisa dikatakan KPU Ngawi mencoba membenturkan insan pers dan media yang ada di Ngawi , karena jelas dan nyata sebagaian awak media bisa keluar masuk meliput kegiatan karena mengenakan tanda kusus yang dikeluarkan KPU , Ini Deskriminasi Profesi ", ucap Ar geram.

Sementara itu Prima Aequina Ketua KPU Ngawi atas kejadian itu belum bisa dihubungi karena masih sibuk mengikuti prosesi pendaftaran OK. ( Red.Bb )
Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon