Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Budaya Kearifan Lokal ' Nyadran ' Yang Terpelihara Dipusaran Teknologi Digital Yang Kian Pesat

Budaya Kearifan Lokal ' Nyadran ' Yang Terpelihara Dipusaran Teknologi Digital Yang Kian Pesat

Written By BBG Publizer on Rabu, 26 Agustus 2020 | 16.17

Langen bekso di Punden Dawang desa Kasreman Kabupaten Ngawi
Ngawi,OposisiNews.Co.Id - Bersih desa yang lebih akrab ditelinga masyarakat lokal disebut ' Nyadran ' merupakan budaya leluhur yang diwariskan pada generasi sekarang kerap menjadi fenomena klasik ditengah pesatnya teknologi bahkan tidak sedikit masyarakat / desa enggan meninggalkan budaya warisan yang dianggap kuno bahkan sebagian golongan tidak sedikit yang mencibirkan bibir dan menganggap musyrik.

Memelihara warisan budaya leluhur mesti sering menjadi pergunjingan disebagian kelompok/golongan tidak menjadikan surut , Kukuh Kepala desa Kasreman Kecamatan Kasreman Kabupaten Ngawi - Jawa Timur tetap konsisten nguri-nguri ( memelihara ) budaya Nyadran ' Bersih desa ' yang telah diwariskan oleh leluhur pendiri desa Kasreman.

" Sebagai suku Jawa ( Wang Jawa ) kita harus memahami Kejawanan kita ( Jawani ) untuk memelihara dan menjaga budaya peninggalan leluhur , kita tidak boleh Ego dengan alasan jaman telah berubah dan hanya fokus pada pembangunan infrastruktur atau ekonomi rakyat karena tanpa budaya dan mengenal leluhur desa, kita tidak tahu bagaimana nasib kita dan generasi sekarang yang telah banyak lepas dari kendali budaya seperti tatakrama ( yang muda menghargai / menghormati yang lebih tua ) ", ungkap Kukuh.

" Nyadran atau biasa disebut Bersih desa dimata saya adalah budaya leluhur yang banyak mengajarkan hal-hal positif dalam bermasyarakat seperti Guyup rukun , Saling Asah , Asih dan Asuh semua warga tanpa adanya sekat status sosial ' gender ' , bisa dikata Nyadran merupakan Kearifan Lokal yang mesti kita jaga dan banggakan , jangan di politisir budaya nyandran dengan musrik karena akan menimbulkan permusuhan akibat kesalah pahaman penafsiran di masyarakat ", ujar Kepala Desa Kasreman.

Tampak , Kukuh Kades Kasreman
Bersama Babinsa , Babinkamtibmas,
Tokoh dan Tetua Adat serta masyarakat
Guyup rukun ditingkat desa itu terbukti dan terpantau oleh awak berita OposisiNews saat Pemdes Kasreman mengelar Langen Bekso di punden Dawang desa kasreman pada hari Senin 24/08/2020 , terlihat keakraban antara pemangku desa ( kades Kasreman ) , Babinsa , Babinkamtibmas , Muspika , Tokoh masyarakat dan Masyarakat yang disatukan dalam alunan dan tabuhan Gending-gending Jawa.

Pada beritaOposisiNews , Salah satu tetua adat yang kebetulan mantan Kades Kasreman , Hari Supantau memaparkan ,  Acara adat bersih desa ini tiap tahun dilaksanakan desa , untuk kegiatan nyadran selalu di penanggalan Jawa tepat hari ' Senin Pahing ' dengan memilih wuku hari yang baik , kebetulan saat ini tepat pada' wuku Godong '.

" Setelah acara selamatan di punden Dawang acara dilanjutkan dengan membersihkan sumber air ' keduk Beji ' di dua lokasi Sendang Beji dan Sendang Tawa yang diawali dengan penyembelihan anak ayam ( kuthuk ) ", Imbuhnya

" Sebelum kegiatan hari ini , Nyadran di punden Dawang , tokoh / tetua adat desa Kasreman malam sebelumnya telah melakukan selamatan di makam Jaka Pita yang selama ini dianggap sebagai begawan / pertapa sakti yang ikut andil berdirinya Desa Kasreman ' Babat Kasreman ' dengan menggelar wayang Krucil semalam suntuk ", terang Harisupantau. ( Bb Red )         

Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon