Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Bersinergi, Bupati Tulungagung Bersama Rektor Universitas Bhineka PGRI Teken MoU Kerjasama Kemitraan

Bersinergi, Bupati Tulungagung Bersama Rektor Universitas Bhineka PGRI Teken MoU Kerjasama Kemitraan

Written By BBG Publizer on Senin, 24 Agustus 2020 | 20.28

Add. Bupati Tulungagung Bersama Rektor Universitas Bhineka PGRI Saat Teken Kerjasama
TULUNGAGUNG.OposisiNews.co.id-Kerjasama kemitraan Pemerintah Kabupaten Tulungagung dengan Universitas Bhineka PGRI di tandai dengan Penandatanganan Kesepahaman Bersama yang di lakukan oleh Rektor Universitas Bhineka PGRI dengan Bupati Tulungagung yang di laksanakan di Auditorium Universitas Bhineka PGRI Tulungagung.Senin, (24/08/2020).

 Bupati Tulungagung Bersama Rektor
 Universitas Bhineka PGRI
 Saat di Wawancara awak media
Usai acara tersebut, saat di wawancara awak media Bupati Tulungagung, Drs. Maryoto Birowo, M.M., mengatakan bahwa, manfaat nyata di laksanakannya kerjasama kemitraan dengan Universitas Bhineka PGRI di antaranya bisa mengikuti dinamika pengetahuan, serta kemajuan di era globalisasi yang tak lepas dari ruang dan waktu.

"Pentingnya sinergitas di harapkan bisa memantapkan pembangunan daerah, sehingga akan dapat di capai program yang lebih handal dan bermanfaat. Yang jelas kami harus mendukung. Sebagai daerah dan juga sebagai kepala daerah, kita harus mendukung program-program dalam mencerdaakan anak-anak bangsa," terangnya.

Sementara dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Bhineka PGRI, DR. Imam Sujono, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa, penandatanganan MoU ini merupakan momen awal khususnya Universitas Bhineka PGRI yang bermitra dengan Pemerintah Daerah. Dalam kerjasama tersebut di harapkan adanya keterkaitan SDM, yang mana Pemerintah Daerah membutuhkan tenaga dari luar, sedangkan pada prinsipnya pihak Universitas memilikinya.

Selain itu menurut Imam Sujono, pihak Universitas juga akan membutuhkan narasumber dari luar, seperti dinas-dinas jika ada Kuliah Kerja Nyata (KKN).

“Ini juga kita membutuhkan pihak eksternal dari luar seperti dinas-dinas dan sebagainya,” imbuhnya.

Kalau kaitan pembelajaran, masih kata DR. Imam, memang dengan adanya RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) pekerja atau pegawai bisa bekerja sambil study juga.

“Karena pengalaman bekerja yang bersangkutan bisa diakui dengan SKS tertentu,” pungkasnya. ( AP )

Pewarta : A.purnomo.

Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon