Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Target Pembangunan Pavingisasi Jalan Antar Desa Kedunggalar - Desa Bangunrejo Kidul Rampung 2021

Target Pembangunan Pavingisasi Jalan Antar Desa Kedunggalar - Desa Bangunrejo Kidul Rampung 2021

Written By BBG Publizer on Senin, 31 Agustus 2020 | 22.56

Ngawi,OposisiNews.Co.Id - Tekad pemdes Bangunrejo Kidul melakukan peningkatan infrastruktur jalan penghubung antar desa semakin tidak terbantah.

Realitas dari rencana peningkatan infrastruktur khususnya jalan penghubung antar desa dengan direalisasikannya pemanfaatan sumber anggaran Bantuan Keuangan ( BK ) dari Pemkab Ngawi secara berturut dari BK 2019 nilai Rp 125 juta untuk TPT dan BK 2020 dengan nilai nominal Rp 400 juta untuk jenis kegiatan Pavingisasi pada satu titik kegiatan di dusun Sidodadi RT 03-04 RW 05 desa Bangunrejo Kidul .

Dari total anggaran Bantuan Keuangan ( BK ) tahun 2021 sebesar Rp 475.000 , pemdes Bangunrejo Kidul kecamatan Kedunggalar kabupaten Ngawi merealisasikan untuk kegiatan infrastruktur berupa pembangunan talud di dusun Ngobalan RT 04-05 RW 02 dengan besar anggaran Rp 75 juta dan melanjutkan Pavingisasi jalan masuk onther pass tol penghubung desa Kedunggalar dan Bangunrejo Kidul sebesar Rp 400 juta.

Menurut Nano , kepala desa Bangunrejo Kidul pembangunan infrastrukur jalan merupakan prioritas desa Planglor sejak kepemimpinannya menjabat kepala desa ke 2 periode. " Masyarakat desa Planglor sangat membutuhkan sarana prasarana jalan penunjang usaha warga yang mayoritas pengusaha hendycraf ( pengrajin limbah kayu jati ) , dengan dukungan jalan yang memadai sangat berimbas dengan peningkatan ekonomi rakyat khususnya mendongkrak PADes Bangunrejo Kidul  ", ungkapnya.

" Memang sejak adanya tol pembangunan jalan dusun sangat terbantu melalui kopensasi pihak tol berupa pengecoran jalan dusun yang dulunya belum tersentuh pembangunan , hanya sebatas normalisasi . ' Seperti Gayung Bersambut ' dengan adanya Dana Desa ( DD ) dan Bantuan Keuangan ( BK ) pemdes Bangunrejo kidul merespon resprensif dan positif untuk bisa melanjutkan prasarana yang belum terakses pihak tol , seperti yang sekarang ini dikerjakan ", tambahnya.

Sementara Ketua Tim Pelaksana Kegiatan ( TPK ) Bantuan Keuangan, Yohana Sandria ( Kasun Sidodadi ) mengatakan , " Untuk kegiatan infrastruktur talud sudah selesai 100 % sedang Pavingisasi baru sekitar 75% dikerjakan dengan melibatkan pekerja lokal , warga sekitar ".

" Untuk kendala sementara tidak ada yang dicemaskan / dikwatirkan karena semua material pembangunan sudah terkafer oleh pihak ketiga ( distributor ) , mudah-mudahan secepatnya anggaran BK bisa dicairkan karena untuk HOK pekerja sementara dikafer Kepala Desa ", imbuhnya ( Arf.red )     



Home » » Makam Islam di Waru Dibersihkan Puluhan Pelanggar Protokol Kesehatan

Makam Islam di Waru Dibersihkan Puluhan Pelanggar Protokol Kesehatan

SIDOARJO,OposisiNews.co.id -Sejumlah personel gabungan dari Polri, TNI dan Satpol PP,  sore berdiri menyebar di sekitaran pintu masuk perumahan Delta Sari, Waru, Sidoarjo. Tidak sedikit pengendara roda dua maupun roda empat yang terkejut dengan adanya razia implementasi dari Inpres Nomor 6 tahun 2020.

"Hasilnya dari razia protokol kesehatan sore ini, kami dapati sebanyak 26 orang pelanggar yang tidak memakai masker," ujar Wakasatlantas Polresta Sidoarjo AKP Toni Irawan di lokasi.

Atas pelanggaran yang mereka lakukan, sesuai dengan inpres nomor 6 tahun 2020 tentang peningkatan disiplin serta penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19. Petugas memberikan sanksi sosial.

Adapun sanksi sosial yang diberikan kepada 26 orang pelanggar protokol kesehatan pada  sore, adalah menyanyikan lagu wajib nasional, kemudian melakukan permohonan maaf agar tidak mengulangi perbuatannya kembali, dan menyapu atau membersihkan makam Islam di Desa Waru sambil mengenakan rompi berwarna oranye bertuliskan pelanggar protokol kesehatan.senen, 31/8/2020.

Terkait masih rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya memakai masker, atau mematuhi protokol kesehatan dalam pencegahan penularan Covid-19, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji mengatakan, agar masyarakat peduli akan keselamatan diri sendiri juga orang lain. Salah satunya adalah penggunaan masker yang dapat mencegah penyebaran virus corona.

"Dimana-mana edukasi protokol kesehatan sudah disampaikan, berbagai himbauan bahkan hingga razia lengkap penindakannya sudah kami lakukan. Namun sayangnya masyarakat masih susah untuk sadar, guna bergerak bersama melawan Covid-19 melalui penegakan disiplin protokol kesehatan. Sebab itu mari terus patuhi peraturan ini agar upaya memutus mata rantai virus dapat segera tercapai," jelasnya.(Bag)
Home » » Kick Off Sensus Penduduk September 2020, ditandai dengan Penyematan Rompi dan ID card Secara Daring

Kick Off Sensus Penduduk September 2020, ditandai dengan Penyematan Rompi dan ID card Secara Daring

SIDOARJO,OposisiNews.co.id - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) K.Suhariyanto secara resmi melakukan Kick Off Sensus Penduduk September 2020, yang dilakukan secara daring.senen, 31/8/2020.

Suhariyanto mengatakan bahwa mulai besok 1 September (Petugas) BPS akan melakukan pencacahan penduduk  secara langsung untuk melengkapi SP2020 secara online  yang telah dilakukan pada bulan  Februari-Mei 2020 yang lalu.

Dari SP2020 online, tercatat ada 51,4 juta orang di Indonesia yang berpartisipasi. Tapi, jumlah itu baru setara dengan 19% populasi penduduk Indonesia. "Masih ada 81% lainnya yang harus di-up dan dicatat keberadaannya.

Sementara itu di Gedung Negara Grahadi Surabaya Hj.Khofifah Indah Parawansa Gubernur Jawa Timur secara simbolis memasang kan rompi dan ID card petugas pencacah SP September 2020 dan diikuti pula pemasangan Rompi dan ID card petugas pencacah yang ada di  seluruh Kabupaten/kota yg ada di Jawa Timur yang dilakukan secara daring

Gubernur Jatim menyampaikan bahwa semua masyarakat harus mendukung penuh kegiatan ini karena dengan kerja sama antara petugas dan masyarakat akan mempermudah dalam memperoleh data yang akurat karena data adalah kunci pembangunan di masa depan.
Karena suatu program pembangunan yang baik dan tepat harus didukung data yang akurat.

"Hari ini kita akan melakukan kickoff dimulainya sensus pendudukan tahun 2020 secara off line, saya ingin menyampaikan kepada Bupati/walikota dimana jumlah penduduk Jawa timur pada semester 1 2020 menurut BPS ini hampir 40,9 JT yang sudah melakukan sensus penduduk dan mengisi aplikasi secara online ternyata masih relatif kecil jadi dari 40,9 juta yang sekarang ini tersisa untuk dilakukan sensus penduduk secara off line masih 34,12 juta yang harus dicatatkan datanya agar hasil data dari sensus ini benar-benar merupakan data yang valid yang bisa digunakan untuk pembangunan Jawa Timur kedepan." Katanya

Sementara itu pada kegiatan ini Plh. Bupati Sidoarjo H.Ahmad Zaini secara simbolis bersama sama menyematkan rompi dan ID card petugas Pencacah yang akan bertugas di kabupaten Sidoarjo. Ada sekitar 1.322 petugas pencacah diantaranya 108 merupakan koordinator kecamatan hinggap total keseluruhan petugas yg ada di kabupaten Sidoarjo sebanyak 1.430 orang.

Dimana petugas BPS di lapangan akan melakukan pencacahan dengan metode wawancara, khususnya bagi mereka yang belum mengikuti SP online. Sementara, bagi masyarakat yang sudah ikut SP online,  cukup dilakukan verifikasi di lapangan.

"Mudah-mudahaan pelaksanaan sensus penduduk ini berjalan lancar dan sukses yang tentunya harus didukung peran serta seluruh masyarakat Sidoarjo  tanpa terkecuali, agar masyarakat bisa memberikan dukungan yang maksimal tentunya harus diimbangi dengan sosialisasi kepada masyarakat. Dengan kerja sama dan dukungan seluruh masyarakat kepada petugas maka akan mudah untuk mewujudkan Satu Data Kependudukan". Tambahnya.(Bag)
Home » » Upaya Pencegahan Covid-19, Polresta Sidoarjo Sebar Banner Himbauan Pakai Masker

Upaya Pencegahan Covid-19, Polresta Sidoarjo Sebar Banner Himbauan Pakai Masker

Written By BBG Publizer on Jumat, 28 Agustus 2020 | 13.43

Sidoarjo,OposisiNews.co.id - Upaya membangun kesadaran masyarakat, akan pentingnya mentaati protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 terus dilakukan Polresta Sidoarjo. Salah satunya adalah dengan memperbanyak pemasangan banner himbauan memakai masker.

Di beberapa lokasi ramai lalu lalang orang, seperti di Bundaran Taman Pinang Indah, depan mall, pusat belanja atau pertokoan, Alun-alun Sidoarjo, depan Masjid Agung Sidoarjo, pasar tradisional, dan lainnya. Petugas gabungan TNI, Polri dan Satpol PP selain melakukan razia penggunaan masker, juga memasang banner himbauan penggunaan masker di lokasi tersebut.kamis,27/8/2020.

Banner bertuliskan aneka pesan pemakaian masker lengkap foto Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, adapula foto Panglima TNI bersama Kapolri, dan foto Pangdam V Brawijaya bersama Kapolda Jawa Timur, diharapkan menjadi pengingat bagi warga bahwa dengan memakai masker sebagai salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Memakai masker merupakan salah satu upaya mencegah penyebaran Virus Corona. Gerakan Jatim Bermasker harus lebih masif, agar masyarakat sadar betul pentingnya mematuhi protokol kesehatan," ujar Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji.

Sebab itu, ia bersama berbagai pihak mengajak untuk mengedukasi masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19, serta lebih giat melakukan penindakan disiplin protokol kesehatan sesuai Inpres Nomor 6 tahun 2020.

Dengan memakai masker saat berada di luar atau saat beraktifitas, menurut Kombes Pol. Sumardji, kita dapat melindungi keselamatan diri sendiri dan juga orang lain dari bahaya Covid-19. "Maskerku melindungimu, maskermu melindungiku. Ini harus terus digelorakan agar semua segera sadar untuk bersama-sama segera memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19," lanjutnya.(Bag)
Home » » GENCARKAN PENGGIAT ANTI NARKOBA, BNNK SIDOARJO GELAR BIMTEK BERKELANJUTAN

GENCARKAN PENGGIAT ANTI NARKOBA, BNNK SIDOARJO GELAR BIMTEK BERKELANJUTAN

Written By BBG Publizer on Rabu, 26 Agustus 2020 | 19.21

SIDOARJO,OposisiNews.co.id -Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sidoarjo (BNNK Sidoarjo) menggelar Bimbingan Teknis untuk Penggiat Anti Narkoba di Instansi Pemerintah lingkup Kabupaten Sidoarjo, bertempat di Luminor Hotel Sidoarjo, Selasa 25/8/2020.

Turut hadir dan membuka kegiatan bimbingan teknis tersebut  AKBP Drs. Toni Sugiyanto selaku Kepala BNNK Sidoarjo, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sidoarjo Drs. Mulyawan, S.Ip, MM yang dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Drs. Tri Arief selaku Kepala Seksi P2M BNN Provinsi Jawa Timur terkait “Tugas dan Fungsi Penggiat Anti Narkoba”.

Kepala BNNK Sidoarjo, AKBP Drs. Toni Sugiyanto dalam sambutannya menyampaikan harapan  besar setelah diselenggarakannya bimbingan teknis untuk penggiat anti narkoba kali ini para penggiat atau satgas anti narkoba ini dapat menjadi pengikat dan menjembatani dalam transformasi informasi serta mengedukasi lingkungan sekitar di lingkup instansi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. “Berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya yang fokus di semua 4 (empat) lini sektor utama dari BNNK Sidoarjo, tahun ini dikarenakan situasi pandemi seperti saat ini, kami mencoba fokus pada 2 (dua) lini sektor utama yakni di lingkup instansi Pemerintahan dan masyarakat luas,” jelasnya.

Tujuan utama dari adanya penggiat anti narkoba kali ini agar aksi atau Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba  (P4GN) dapat terwujud kongkrit di lingkup instansi pemerintahan dapat terkumpul, terdata dan terpusat dalam aplikasi https://inpresp4gn.bnn.go.id/. Dalam kegiatan tersebut juga ditekankan kembali terkait Inpres No 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika Tahun 2020 - 2024. Kedepan BNNK Kabupaten Sidoarjo menghimbau kembali agar masing – masing OPD di Kabupaten Sidoarjo dapat mandiri dalam penyelenggaraan program – program (P4GN) sesuai dengan arahan dari Pemerintah Pusat.

Pengukuhan Penggiat Anti Narkoba atau Satgas Anti Narkoba di lingkup Instansi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo ditandai dengan penyematan pin dan pemberian sertifikat oleh AKBP Drs. Toni Sugiyanto selaku Kepala BNNK Sidoarjo kepada 20 (dua puluh) peserta bimbingan teknis siang hari kala itu.(Bag)
Home » » Budaya Kearifan Lokal ' Nyadran ' Yang Terpelihara Dipusaran Teknologi Digital Yang Kian Pesat

Budaya Kearifan Lokal ' Nyadran ' Yang Terpelihara Dipusaran Teknologi Digital Yang Kian Pesat

Langen bekso di Punden Dawang desa Kasreman Kabupaten Ngawi
Ngawi,OposisiNews.Co.Id - Bersih desa yang lebih akrab ditelinga masyarakat lokal disebut ' Nyadran ' merupakan budaya leluhur yang diwariskan pada generasi sekarang kerap menjadi fenomena klasik ditengah pesatnya teknologi bahkan tidak sedikit masyarakat / desa enggan meninggalkan budaya warisan yang dianggap kuno bahkan sebagian golongan tidak sedikit yang mencibirkan bibir dan menganggap musyrik.

Memelihara warisan budaya leluhur mesti sering menjadi pergunjingan disebagian kelompok/golongan tidak menjadikan surut , Kukuh Kepala desa Kasreman Kecamatan Kasreman Kabupaten Ngawi - Jawa Timur tetap konsisten nguri-nguri ( memelihara ) budaya Nyadran ' Bersih desa ' yang telah diwariskan oleh leluhur pendiri desa Kasreman.

" Sebagai suku Jawa ( Wang Jawa ) kita harus memahami Kejawanan kita ( Jawani ) untuk memelihara dan menjaga budaya peninggalan leluhur , kita tidak boleh Ego dengan alasan jaman telah berubah dan hanya fokus pada pembangunan infrastruktur atau ekonomi rakyat karena tanpa budaya dan mengenal leluhur desa, kita tidak tahu bagaimana nasib kita dan generasi sekarang yang telah banyak lepas dari kendali budaya seperti tatakrama ( yang muda menghargai / menghormati yang lebih tua ) ", ungkap Kukuh.

" Nyadran atau biasa disebut Bersih desa dimata saya adalah budaya leluhur yang banyak mengajarkan hal-hal positif dalam bermasyarakat seperti Guyup rukun , Saling Asah , Asih dan Asuh semua warga tanpa adanya sekat status sosial ' gender ' , bisa dikata Nyadran merupakan Kearifan Lokal yang mesti kita jaga dan banggakan , jangan di politisir budaya nyandran dengan musrik karena akan menimbulkan permusuhan akibat kesalah pahaman penafsiran di masyarakat ", ujar Kepala Desa Kasreman.

Tampak , Kukuh Kades Kasreman
Bersama Babinsa , Babinkamtibmas,
Tokoh dan Tetua Adat serta masyarakat
Guyup rukun ditingkat desa itu terbukti dan terpantau oleh awak berita OposisiNews saat Pemdes Kasreman mengelar Langen Bekso di punden Dawang desa kasreman pada hari Senin 24/08/2020 , terlihat keakraban antara pemangku desa ( kades Kasreman ) , Babinsa , Babinkamtibmas , Muspika , Tokoh masyarakat dan Masyarakat yang disatukan dalam alunan dan tabuhan Gending-gending Jawa.

Pada beritaOposisiNews , Salah satu tetua adat yang kebetulan mantan Kades Kasreman , Hari Supantau memaparkan ,  Acara adat bersih desa ini tiap tahun dilaksanakan desa , untuk kegiatan nyadran selalu di penanggalan Jawa tepat hari ' Senin Pahing ' dengan memilih wuku hari yang baik , kebetulan saat ini tepat pada' wuku Godong '.

" Setelah acara selamatan di punden Dawang acara dilanjutkan dengan membersihkan sumber air ' keduk Beji ' di dua lokasi Sendang Beji dan Sendang Tawa yang diawali dengan penyembelihan anak ayam ( kuthuk ) ", Imbuhnya

" Sebelum kegiatan hari ini , Nyadran di punden Dawang , tokoh / tetua adat desa Kasreman malam sebelumnya telah melakukan selamatan di makam Jaka Pita yang selama ini dianggap sebagai begawan / pertapa sakti yang ikut andil berdirinya Desa Kasreman ' Babat Kasreman ' dengan menggelar wayang Krucil semalam suntuk ", terang Harisupantau. ( Bb Red )         

Home » » Kapolresta Sidoarjo Apresiasi Peran Masyarakat Jadikan Zona Hijau Penyebaran Covid-19

Kapolresta Sidoarjo Apresiasi Peran Masyarakat Jadikan Zona Hijau Penyebaran Covid-19

Written By BBG Publizer on Selasa, 25 Agustus 2020 | 22.02

Sidoarjo.OposisiNews.co.id -Kita tentu masih ingat dengan Desa Wonocolo, Kecamatan Taman, dan RW 12 Desa Waru, Kecamatan Waru yang pernah menjadi kawasan zona merah penyebaran Covid-19, hingga berhasil menjadi zona hijau di Kabupaten Sidoarjo.

Keberhasilan dua desa tersebut, tidak hanya berkat peran serta tiga pilar yang berjibaku memerangi Covid-19. Akan tetapi juga ada peran serta masyarakat dalam menggiatkan keberadaan Kampung Tangguh Semeru di wilayahnya.

Sebagai apresiasi atas keberhasilan Desa Wonocolo dan Desa Waru berubah dari zona merah menjadi zona hijau, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji memberikan reward kepada Lurah Wonocolo Mohammad Cholis, Ketua Kampung Tangguh Semeru Kelurahan Wonocolo Sahrul Natsir, Ketua Kampung Tangguh RW 12 dan juga sebagai Ketua RW 12 Desa Waru Moedjiono, dan Slamet Purwadi sebagai Sekretaris Desa Waru.selas, 25/8/2020.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji menyampaikan perjuangan melawan Covid-19 harus terus dimasifkan. Taat protokol kesehatan saat ini adalah vaksin pencegahan Covid-19. Kita semua harus patuh memakai masker, rajin cuci tangan, dan selalu jaga jarak.

"Patuh protokol kesehatan harus ditaati semua orang. Kita juga masifkan pendisiplinan masyarakat yang melanggar peraturan protokol kesehatan sesuai Inpres nomor 6 tahun 2020, bagi yang melanggar juga harus bersedia diberi sanksi sosial ataupun sanksi lain," tegasnya.

Lebih lanjut Kombes Pol. Sumardji mengatakan sebagai apresiasi perjuangan masyarakat dalam melawan Covid-19, maka diberikannya penghargaan kepada masyarakat yang peduli dan berjuang melawan Covid-19, seperti yang diterima para penggerak Kampung Tangguh Semeru di Desa Wonocolo, Kecamatan Taman dan RW 12 Desa Waru, Kecamatan Taman kali ini.

"Saya berharap ini dapat jadi contoh bagi masyarakat. Termasuk terutama contoh perjuangan almarhum Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin yang tulus memerangi Covid-19. Mari terus berjuang lawan Covid-19, caranya adalah disiplin menerapkan protokol kesehatan bagi kita semua," pesan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji.

Ketua RW 12 Desa Waru Moedjiono mengucapkan terima kasih atas diberikannya penghargaan dari Kapolresta Sidoarjo. Ia mengakui bahwa perjuangan melawan Covid-19, harus dilakukan secara bersama. Semua pihak harus turun gotong royong, dan peran itulah ada pada Kampung Tangguh Semeru yang benar efektif dalam penanganan Covid-19 di desa-desa.

Selain diberikan penghargaan kepada ke empat masyarakat tersebut, pada apel juga diberikan penghargaan kepada Kapolsek Waru, Kapolsek Taman, Kapolsek Prambon, anggota Sat Intelkam, dan 20 orang Bhabinkamtibmas.

Pemberian penghargaan kepada anggota Polresta Sidoarjo dan jajaran ini, diharapkan dapat lebih memacu semangat kerja anggota lainnya untuk berprestasi. Serta dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik Polresta Sidoarjo dan jajaran. Termasuk dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Sidoarjo.(Bag)
Home » » Walikota Diskusikan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah Melalui _Marketplace_

Walikota Diskusikan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah Melalui _Marketplace_

Kediri,OposisiNews.Co.Id-Pemerintah Kota Kediri saat ini mencoba untuk menggandeng _platform_ digital untuk memfasilitasi UMKM agar bisa menjadi _e-marketplace_ UMKM Kota Kediri baik itu makanan, transportasi, kurir, dan lain-lain sehingga nanti bisa diakses oleh pemerintah.

Hal itu disampaikan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar saat menghadiri sosialisasi pengadaan barang jasa pemerintah melalui _marketplace_ yang dipaparkan secara virtual oleh Banu Afwan Pribadi selaku _ Head Enterprise Sales_ Grab di Command Center, Selasa (25/8).

Kegiatan tersebut sekaligus sebagai salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Kediri untuk mempercepat proses digitalisasi UMKM-UMKM di segala bidang dan di segala _platform_ .

 “Kebetulan _platform_ yang hari ini datang adalah Grab, kemarin ada Tokopedia. Tapi kalau ini lebih ke _e-marketplace_ UMKM.  Ini tidak menutup kemungkinan hanya satu _platform_ tapi banyak _platform_. Ini kan proses percepatannya yang kita dorong sekarang, tidak melalui UMKM saja tapi melalui _platform_ nya yang kita datangkan kesini untuk segera bisa sinkronisasi dan kerjasama yang tidak melanggar aturan pemerintah. Jadi konteksnya adalah tetap mengikuti aturan pemerintah,” tandasnya.

Lebih lanjut Walikota Kediri mengatakan harapannya agar kegiatan perekonomian di Kota Kediri bisa berputar dan membuat UMKM-UMKM yang ada di Kota Kediri semakin berkelas.

 “Saya juga menyambut baik Grab dan kita sudah kolaborasi bareng untuk menghidupkan UMKM-UMKM di Kota Kediri. Tujuan Pemerintah Kota Kediri adalah kita ingin UMKM dapat manfaat dari belanja pemerintah. Kita ingin memutar perekonomian ini di Kediri. jadi teman-teman  yang ada di OPD belinya juga bisa dengan mudah dan gampang serta tidak menyalahi aturan. Dan tentu ini ke depan akan UMKM kami bisa naik kelas,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Banu Afwan Pribadi selaku _ Head Enterprise Sales_ Grab memaparkan ada tiga pilar yang menjadi fokus utama yaitu layanan untuk makanan dan minuman siap saji, _kedua_ layanan transportasi, _ketiga_ layanan untuk kurir. “Untuk makanan siap saji, saat ini kita melakukan kurasi untuk UMK-UMK mana yang mikro dan kecil yang ada di setiap kabupaten dan provinsi,” jelasnya.

Sementara itu, Roy Nugroho selaku _ Head of Grab for Business_ menyampaikan, Grab Indonesia ingin memajukan perekonomian lokal, apalagi di masa pandemi seperti ini sektor yang paling terdampak adalah yang kecil dan mikro sehingga banyak sekali stimulus bantuan yang diberikan oleh pemerintah. “Dalam hal ini Grab Indonesia sebenarnya sudah banyak sekali inisiatif dan kita sinergikan dengan inisiatif pemerintah salah satunya adalah gerakan nasional bangga buatan Indonesia, kemudian ada _campaign_ terus usaha untuk membina UMKM-UMKM di Indonesia agar mereka bisa lebih digital dan kemudian bisa meningkatkan pendapatan mereka ke depan. Semoga kita bisa sama-sama bisa mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di masyarakat di masa pandemi ini,” pungkasnya.

Turut Hadir dalam kegiatan tersebut Manager Grab Regional Jatim, Plt Asisten Administrasi Umum, Kepala BPPKAD, Kepala Barenlitbang, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Perwakilan Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Perwakilan Dinas Koperasi dan UMKTK serta Perwakilan Dinas Kominfo. ( WN )
Home » » Ketua TP PKK Kota Kediri berbagi Tips Agar Orang Tua dan Anak Bersemangat Mengikuti Kelas Daring dalam Webinar Parenting

Ketua TP PKK Kota Kediri berbagi Tips Agar Orang Tua dan Anak Bersemangat Mengikuti Kelas Daring dalam Webinar Parenting

Kediri,OposisiNews.Co.Id -Masa pandemi ini mengubah pola hidup banyak orang termasuk cara anak-anak untuk belajar yang sekarang ini menggunakan metode daring, sehingga peran orang tua sangat dibutuhkan dalam menunjang efektivitas belajar anak. Untuk itu, Ketua TP PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar dan PKK Kota Kediri mengadakan Webinar Parenting tentang "Tips agar orang tua dan anak bersemangat mengikuti kelas daring" dan diikuti oleh 50 peserta via zoom meeting, Senin (24/8). Narasumber dalam webinar ini merupakan _Co Founder_ Sekolah Montessori Rumah Krucil, _trainer_ filosofi montessori Indonesia, penulis buku Jatuh Hati pada Montessori dan juga praktisi pendidikan anak usia dini yaitu Vidya Dwina Pramita.

Pada webinar parenting ini, ada beberapa hal yang dijelaskan oleh narasumber mengenai pembelajaran jarak jauh (PJJ), penyebab PJJ membuat orang tua dan anak stres, solusi yang bisa dilakukan oleh para orang tua agar anak tidak stres saat PJJ, lalu orang tua juga harus bisa mengelola emosinya dan setelah pandemi akan tumbuh generasi unggul.

Vidya Dwina Pramita narasumber webinar ini mengatakan bahwa di situasi pandemi seperti sekarang ini tidak mudah bagi anak karena harus melakukan pembelajaran jarak jauh, apalagi anak yang masih berusia 6 tahun pertama, karena anak di usia itu peka terhadap keteraturan. Sehingga  yang bisa dilakukan oleh orang tua dengan membuat jadwal untuk anak seperti membiasakan bangun pagi, bergerak untuk beraktivitas, ajari anak untuk mempersiapkan sejak malam, siapkan ruang/tempat khusus bagi anak karena konsentrasi anak rentan berubah, anak harus dalam kondisi perut terisi dan tidur yang cukup, batasi waktu menatap layar dan jaga suasana belajar anak agar tetap menyenangkan. Sekarang ini, Fokus utamanya bukan capaian akademik seorang anak tetapi seberapa kuat _bonding_ orang tua dengan anak.

_Co Founder_ Sekolah Montessori Rumah Krucil ini juga berpesan kepada orang tua agar selalu berhati-hati dalam berucap dan berujar di depan anak, jangan sampai anak merasa beban dan selalu ciptakan lingkungan keluarga yang menyenangkan.  “Mari kita tumbuhkan kesadaran, yang paling penting dalam pengasuhan anak adalah momen dewasa yang bersedia untuk belajar. Jadi bukan anak-anak yang harus mengerti kita, tapi orang tua yang harus banyak belajar. Karena tidak mungkin pengasuhan berjalan dengan baik tanpa ilmu. Maka dari itu perlu adanya ilmu, pengetahuan, dan teman seperjalanan yang menyenangkan. Dan semoga PKK Kota Kediri bisa menjadi teman seperjalanan bagi orang tua sehingga bisa membuat rumah-rumah di Kota Kediri ini minim stres karena dari rumah yang bahagia dan minim stres nanti akan tumbuh orang-orang menyenangkan dan orang-orang yang kreatif,” ungkapnya.

Sementara itu, saat ditemui setelah menyimak webinar ini Ketua TP Ketua TP PKK Kota Kediri mengatakan bahwa acara webinar ini merupakan acara yang sangat baik karena dapat menumbuhkan kembali semangat para orang tua yang harus mendampingi anak pembelajaran jarak jauh selama pandemi Covid-19 ini.  “Kita saja capek apalagi anak-anak, kadang malah suka ke bolak-balik gitu. Kita sudah capek dan tidak mikirin anaknya, sehingga acara tadi bener-bener membuka wacana kita bahwa sebagai orang tua itu memang harus banyak koreksi diri, harus banyak _ngaca_ gitu ibaratnya, dalam mendampingi anak-anak kita. karena kita juga tidak tahu sampai kapan momen daring ini akan berlangsung, dan pengennya kegiatan seperti ini kalau bisa dimasifkan biar seluruh kelurahan bisa menikmati apa yang disampaikan,” tambahnya.

Lebih lanjut Ferry Silviana Ketua TP PKK Kota Kediri ini juga menitipkan pesan kepada para orang tua bahwa sebagai orang tua memang dituntut untuk kreatif, kemudian yang kedua orang tua harus mengubah cara pandang karena orang tua sering juga keliru memposisikan anaknya. Lalu yang ketiga, orang tua tidak boleh menetapkan target yang tinggi kepada anak-anaknya. “Yang terlalu tinggi yang sifatnya sangat-sangat akademis ternyata itu malah justru keliru. Nah itu kita jadi tahu dan segera koreksi diri ya, sehingga tercipta anak-anak kreatif, anak-anak yang memiliki tumbuh kembang baik, bahagia, karena anak berkualitas itu ternyata memang benar-benar dimulai dari rumah bukan dari mana-mana,” jelasnya. ( WN )
Home » » Jaga Kondusifitas Jelang Pilkada, Polresta Sidoarjo Gandeng Netizen Tangkal Hoax

Jaga Kondusifitas Jelang Pilkada, Polresta Sidoarjo Gandeng Netizen Tangkal Hoax

SIDOARJO,OposisiNews.co.id - Jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), kerap kali di media sosial banyak beredar informasi hoax yang meresahkan masyarakat. Guna menjaga kondusifitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Polresta Sidoarjo menggandeng puluhan netizen untuk ikut serta menangkal hoax.

Pada pertemuan yang berlangsung di ruang media center Polresta Sidoarjo, Ps.Kasubag Humas Polresta Sidoarjo Ipda Tri Novi Handono mengajak para netizen untuk turut serta memfilter dan menguatkan patroli siber di dunia maya, apabila ada informasi-informasi hoax maupun ujaran kebencian khususnya jelang Pilkada serentak 2020.senen 24/8/2020.

“Beredarnya informasi hoax maupun ujaran kebencian kerapkali kita temui jelang Pilkada. Kami berupaya bersama berbagai pihak termasuk dengan netizen Sidoarjo, untuk menjaga kondusifitas kamtibmas agar tetap aman dan damai. Salah satunya berupa menangkal hoax,” ujarnya.

Selain ajakan bersama menangkal hoax. Ps. Kasubag Humas Polresta Sidoarjo Ipda Tri Novi Handono juga menghimbau para netizen turut serta mengedukasi dan membantu pemerintah, dalam hal menyampaikan informasi kepada publik terkait pentingnya mentaati protokol kesehatan sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Amel, Netizen dari Info Lantas Sidoarjo mengatakan selalu siap bersinergi dengan pemerintah termasuk bersama Polresta Sidoarjo. Menurutnya, informasi hoax merupakan tugas netizen untuk memerangi dan menyampaikan fakta sebenarnya.

“Kadang ada berita yang harus kami klarifikasi kebenarannya, dan sampaikan dengan Polresta Sidoarjo. Begitu dapat fakta sebenarnya, dengan cepat kami sampaikan ke medsos. Lawan hoax adalah tugas kita bersama, agar Sidoarjo tetap aman dan damai,” khatanya.( Bag )
Home » » Lahat Masuk Zona Kuning Penyebaran Virus Corona Warga Diimbau Tak Abaikan Protokol kesehatan

Lahat Masuk Zona Kuning Penyebaran Virus Corona Warga Diimbau Tak Abaikan Protokol kesehatan

Lahat, Oposisi.Co.Id- Jumlah warga yang terjangkit virus Corona dari sebelumnya Delapan orang dan bertambah 7 orang per 22 Agustus 2020 membuat seluruh masyarakat yang ada di bumi Seganti Setungn untuk tetap waspada dan tidak mengabaikan Prokes (Protokol Kesehatan) dimana-pun.

Penambahan 7 pasien terkonfirmasi Covid 19 dalam sebulan menjadi 15 pasien terkonfirmasi menjadikan status penyebaran wilayah Kabupaten Lahat dari status zona Hijau menjadi zona Kuning penyebaran virus Corona.

Jubir gugus tugas Covid 19 Taufik Putra,Mkes mengatakan, saat ini untuk korban terkonfirmasi positif virus Corona ada sebanyak 15 orang Se-Kabupaten Lahat dengan rincian 22 orang sembuh dan yang 1 orang meninggal.

 “Yang meninggal ini masing-masing dari suspek dalam kecamatan kota Lahat. Untuk korban positif Ada yang dari kecamatan Merapi Barat, Timur dan kecamatan Kikim Selatan,”ujarnya.

Dijelaskannya, untuk kasus Suspek dalam kategori ODP dan PDP berjumlah 150 orang, sedangkan 146 orang sudah selesai proses dan tinggal 4 orang yang masih proses. Dan untuk yang kontak erat hasil Traffiking berjumlah 446 orang yang masih proses berjumlah 148 orang dan 2 orang sudah selesai proses.

“Dengan ini tim Gugas mengimbau agar masyarakat tidak mengabaikan aturan Prokes yakni memakai masker serta rajin mencuci tangan dan muka mengingat jumlah korban yang terjangkit mencapai 15 orang sehingga Lahat masuk dalam kategori zona kuning,”pungkasnya.(prl)

Reporter.Parlin
Editor.Bambang PW
Home » » Canangkan Inpres Nomor 6 Tahun 2020, Walikota Kediri Harapkan Masyarakat Semakin Disiplin Protokol Kesehatan

Canangkan Inpres Nomor 6 Tahun 2020, Walikota Kediri Harapkan Masyarakat Semakin Disiplin Protokol Kesehatan

Kediri,OposisiNews.Co.Id -  Pencanangan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 dilakukan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana dan Dandim 0809 Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno. Pencanangan itu ditandai dengan penyematan rompi oleh  Satgas di Halaman Kantor Polres Kediri Kota, Senin (24/8). Satgas ini terdiri dari Satgas Patroli, Satgas Pengawasan, Satgas Pembinaan dan Pendisiplinan, Satgas Gakkum, Satgas Komunikasi dan Publikasi, serta Satgas Relawan.

Pelaksanaan pencanangan ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sebelum masuk semua tamu undangan dicek suhu badan dan diberi _hand sanitizer_ . Kemudian tamu undangan juga duduk dengan _physical distancing_ dan juga menggunakan masker.

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengucapkan banyak terima kasih kepada Polri dan TNI yang telah bersinergi bersama Pemerintah Kota Kediri untuk penanganan covid-19. Berbagai upaya tersebut mulai dari menggeser APBD Kota Kediri untuk penanganan covid-19, pembagian masker, dan juga _tracing_ yang dilakukan secara mendalam. "Terima kasih kepada Tuhan yang Maha Kuasa karena saya diberi Pak Kapolres dan Pak Dandim yang solutif dan luar biasa. Ini penting saya sampaikan karena bagaimana saya menangani covid-19 ini tanpa Pak Dandim dan Pak Kapolres yang tentu akan sangat berat sekali. Sekuat tenaga kita juga kita kerahkan untuk penanganan covid-19 ini," ujarnya.

Walikota yang akrab disapa Mas Abu ini juga menuturkan selain fokus pada penanganan covid-19, Pemerintah Kota Kediri juga fokus dalam menggerakkan perekonomian di Kota Kediri. Misalnya seperti memesan masker tenun ikat dan penjahitnya pun harus di Kota Kediri. "Perekonomian di Kota Kediri memang melambat. Tapi saya baca laporannya yang masuk di Bu Gubernur perekonomian kita termasuk bagus di Indonesia karena PAD kita diatas 50 persen yang berhasil kita ambil. Di daerah lain ada yang hanya 20 persen bahkan 18 persen. Artinya bahwa penanganan covid-19 di Kota Kediri dan perekonomiannya bisa kita kendalikan. Inflasi pun masih bisa kita pertahankan supaya harganya tidak melonjak tinggi. Memang ada beberapa hal yang harus diselaraskan yaitu mengedukasi masyarakat agar perekonomian mereka berjalan tetapi penularan covid-19 bisa terus dikendalikan," ungkapnya.

Mas Abu menambahkan dengan adanya Inpres Nomor 6 Tahun 2020 ini diharapkan masyarakat yang sudah terus diberikan edukasi ini dapat semakin disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. "Saat ini Bapak Presiden sudah mengeluarkan Inpres. Yang harus kita sepakati menggunakan masker dan juga _physical distancing_ .  Mengedukasi memang sangat susah. Tapi saya terima kasih kepada Pak kapolres sudah melakukan _movement_ dengan menggelar lomba foto dan sebagainya. Saya rasa ini strategis dan gambarnya bisa digunakan untuk _campaign_ ," imbuhnya.

Lebih lanjut, Mas Abu menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Kediri juga mem_breakdown_ Inpres Nomor 6 Tahun 2020 ini kedalam Perwali Nomor 32 Tahun 2020. "Penekanan kita lebih di edukasinya. Tetap ada pinaltinya tapi kalau ini dendanya lebih ke sosial.
Misalnya _nyumbang_ masker. Untuk denda ya nanti akan masuknya ke Kasda," jelasnya.

Terakhir, Mas Abu menerangkan bahwa rencananya Perwali ini akan disosialisasikan tanggal 28 Agustus sampai 28 September. Setelahnya akan ditegakkan hukum secara santun dan disiplin. "Yang digarisbawahi adalah disiplin. Saya rasa semua sudah teredukasi. Tapi disiplinnya belum. Kita harus bersepakat yang tidak menggunakan harus ditindak. Kita mau melakukannya sama-sama," pungkasnya.

Pada kesempatan ini, Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana mengatakan Polri dan TNI siap mendukung kebijakan Pemerintah Kota Kediri. Semua unsur akan melaksanakan Inpres Nomor 6 Tahun 2020 dan Perwali Nomor 32 Tahun 2020. "Tentunya apa yang kita laksanakan akan terus dievaluasi. Dampaknya akan seperti apa. Termasuk juga sanksinya. Meski disitu ada sanksi sosial ada denda administratif tapi kita juga harus melihat kultur masyarakat setempat. Kemudian juga akan dilihat ekonominya sebagai bahan pertimbangan petugas dalam memberikan sanksi. Namun semuanya sama baik dari TNI, Polri, ASN dan masyarakat sipil harus tunduk pada aturan ini," ujarnya.

Dalam acara pencanangan ini juga dilaksanakan pemberian hadiah kepada para pemenang lomba yang telah diselenggarakan Polresta Kediri. Lomba foto bersama polisi, juara I diraih atas nama akun @evymerdika, juara II diraih atas nama akun @olgabimaska, dan juara III diraih atas nama akun @kariinamayasari. Lomba video bersepeda dengan protokol kesehatan, juara I diraih oleh atas nama akun @betet_cycling_club_real, juara II diraih atas nama akun @bagus_sinjaya, dan juara III diraih atas nama akun @hasjimroshan. Lomba berpidato, juara I diraih oleh Muhamad Azhar dari MAN 2 Kota Kediri, juara II diraih oleh Jessenia Lorreta dari SMAK St Agustinus Kediri, dan juara III diraih oleh Nazhira Aulia dari MAN 2 Kota Kediri. Sementara lomba tenis lapangan juara I diraih oleh Yudo dan Jojo serta juara II diraih oleh Yusuf dan Melan. Lomba bulutangkis kelas A, juara I diraih oleh Rudi dan Didit, juara II diraih Soni dan Didik serta juara III diraih oleh Arpan dan Sigit. Untuk bulutangkis kelas B, juara I diraih oleh Gogot dan Edi, juara II diraih Memet dan Novan, serta juara III diraih oleh Fajar dan Novi. Untuk lomba voli, juara I diraih oleh rayon 2, juara II diraih oleh rayon 3 dan juara III diraih oleh rayon 1. ( WN )
Home » » Razia Masker , Kesadaran Masyarakat Patuhi Protokoler Kesehatan Rendah

Razia Masker , Kesadaran Masyarakat Patuhi Protokoler Kesehatan Rendah

Kediri.Oposisinews.Co.Id -  Polresta Kediri giat melakukan Razia masker Selama Sebulan untuk mengimplementasikan instruksi Presiden (inpres) nomer 6/2020 terkait penegakan hukum kemasyarakatan dalam hal protokol Kesehatan, Razia gabungan melibatkan unsur POLRI,TNI, Dan SATPOL-PP kota Kediri , di khususkan dalam menekan kesadaran masyarakat penggunaan masker sebagai upaya memutus mata rantai penularan virus corona ,24/08/2020

Kapolresta Kediri kota AKBP Miko Indrayana memimpin langsung giat tersebut .Usai apel, petugas gabungan langsung meluncur ke dua titik yaitu pasar grosir Ngronggo dan pasar loak kaliombo, adanya titik-titik sasaran berdasarkan Dari laporan Tim Satgas pengawas .

Dari hasil Razia dua lokasi masih banyak di temukan banyak warga yang melanggar (tidak memakai masker/ kesadaran mematuhi protokoler kesehatan rendah), guna memberikan efek jera pada pelanggar diberlakukan sangsi  sosial push up dan menghapal Pancasila.

Wakapolres Kediri kota Kompol Arifani pada awak media disela kegiatan menegaskan ," Razia ini akan berlangsung selama Satu bulan , mulai hari dan bulan ini Senin.(24/8/2020) sampai tgl 24/9/2020. Dengan Sasaran dan tempat yang berbeda dan masih di rahasiakan ".

Selama digelarnya rasia tertip bermasker seperti yang dicanangkan oleh gubernur ' Jatim Bermasker '  Petugas gabungan  juga memberikan masker gratis. ( WN )
Home » » Bersinergi, Bupati Tulungagung Bersama Rektor Universitas Bhineka PGRI Teken MoU Kerjasama Kemitraan

Bersinergi, Bupati Tulungagung Bersama Rektor Universitas Bhineka PGRI Teken MoU Kerjasama Kemitraan

Written By BBG Publizer on Senin, 24 Agustus 2020 | 20.28

Add. Bupati Tulungagung Bersama Rektor Universitas Bhineka PGRI Saat Teken Kerjasama
TULUNGAGUNG.OposisiNews.co.id-Kerjasama kemitraan Pemerintah Kabupaten Tulungagung dengan Universitas Bhineka PGRI di tandai dengan Penandatanganan Kesepahaman Bersama yang di lakukan oleh Rektor Universitas Bhineka PGRI dengan Bupati Tulungagung yang di laksanakan di Auditorium Universitas Bhineka PGRI Tulungagung.Senin, (24/08/2020).

 Bupati Tulungagung Bersama Rektor
 Universitas Bhineka PGRI
 Saat di Wawancara awak media
Usai acara tersebut, saat di wawancara awak media Bupati Tulungagung, Drs. Maryoto Birowo, M.M., mengatakan bahwa, manfaat nyata di laksanakannya kerjasama kemitraan dengan Universitas Bhineka PGRI di antaranya bisa mengikuti dinamika pengetahuan, serta kemajuan di era globalisasi yang tak lepas dari ruang dan waktu.

"Pentingnya sinergitas di harapkan bisa memantapkan pembangunan daerah, sehingga akan dapat di capai program yang lebih handal dan bermanfaat. Yang jelas kami harus mendukung. Sebagai daerah dan juga sebagai kepala daerah, kita harus mendukung program-program dalam mencerdaakan anak-anak bangsa," terangnya.

Sementara dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Bhineka PGRI, DR. Imam Sujono, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa, penandatanganan MoU ini merupakan momen awal khususnya Universitas Bhineka PGRI yang bermitra dengan Pemerintah Daerah. Dalam kerjasama tersebut di harapkan adanya keterkaitan SDM, yang mana Pemerintah Daerah membutuhkan tenaga dari luar, sedangkan pada prinsipnya pihak Universitas memilikinya.

Selain itu menurut Imam Sujono, pihak Universitas juga akan membutuhkan narasumber dari luar, seperti dinas-dinas jika ada Kuliah Kerja Nyata (KKN).

“Ini juga kita membutuhkan pihak eksternal dari luar seperti dinas-dinas dan sebagainya,” imbuhnya.

Kalau kaitan pembelajaran, masih kata DR. Imam, memang dengan adanya RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) pekerja atau pegawai bisa bekerja sambil study juga.

“Karena pengalaman bekerja yang bersangkutan bisa diakui dengan SKS tertentu,” pungkasnya. ( AP )

Pewarta : A.purnomo.

Home » » MERDEKA BELAJAR MENGGUNAKAN JARING MESRA

MERDEKA BELAJAR MENGGUNAKAN JARING MESRA

 Oleh: Budi Hantara
Ngawi,OposisiNews -Wabah Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi karena penyebarannya tidak hanya meliputi satu wilayah tetapi telah menyebar secara luas di dunia.

 Penyebarannya berasal dari kota Wuhan Cina kemudian menjalar ke seluruh dunia. Seluruh aspek kehidupan merasakan dampaknya.

Pandemi COVID-19 memengaruhi pola kehidupan masyarakat termasuk pola pendidikan. Hal ini menimbulkan dampak secara khusus pada guru dan peserta didik di seluruh Indonesia.

Guru dan peserta didik sama-sama terisolir dan beraktivitas dalam kondisi tidak ideal. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan tekanan pada peserta didik tetapi juga dirasakan oleh guru. Untuk menghadapi situasi ini pemangku kebijakan menyikapi dengan berbagai cara.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI mengeluarkan surat edaran no.15 tahun 2020 tentang pedoman penyelenggaraan belajar dari rumah dalam masa darurat penyebaran Covid-19.

Dalam pedoman ini guru mempunyai tugas utama berkomunikasi dengan orang tua peserta didik, membuat RPP, memastikan proses pembelajaran berjalan dengan lancar, merekap tugas siswa, mengajarkan pendidikan kecakapan hidup dan mengajarkan kegiatan rekreasional.

Dengan adanya surat edaran no.15 tahun 2020 tentang pedoman penyelenggaraan belajar dari rumah dalam masa darurat penyebaran Covid-19 maka metode pendidikan yang semula dilakukan secara tatap muka berubah menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring.

Menyikapi hal tersebut maka sekolah dan para guru harus mengubah pola kegiatan pembelajaran. Para guru harus mempersiapkan perangkat pembelajaran supaya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berjalan lancar, menyenangkan dan sukses. Tentu saja proses perubahan ini membutuhkan waktu untuk saling beradaptasi. Baik guru maupun peserta didik membutuhkan waktu untuk menyesuaikan dengan kebiasaan baru (new normal).

Guru-guru yang selama ini belum melek teknologi, mau tidak mau harus berlatih agar lebih melek teknologi. Semangat para guru untuk menjalankan tugas mulia di tengah situasi sulit ini tak perlu diragukan.

Semangat Merdeka Belajar yang menyenangkan mendorong para guru melakukan berbagai inovasi. Sebagai contoh nyata, berikut ini akan diuraikan inovasi pembelajaran “JARING MESRA” yang sudah dilaksanakan di SMP Negeri 1 Ngawi.

JARING MESRA CARA PEMBELAJARAN INOVATIF

JARING MESRA merupakan salah satu cara pembelajaran inovatif. Istilah ini merupakan akronim dari Belajar Daring Memakai Sragam. Munculnya istilah Jaring Mesra dilatarbelakangi pemikiran bahwa Pembelajaran Jarak Jauh atau daring tidak boleh mengabaikan pendidikan karakter peserta didik.

Walaupun belajar di rumah, peserta didik harus tetap dilatih untuk disiplin dan tanggung jawab. Supaya peserta didik tetap merasakan suasana pembelajaran dan bisa menunjukkan sikap disiplin dan tanggung jawab maka SMP Negeri 1 Ngawi membuat kebijakan belajar di rumah atau belajar daring dengan memakai sragam sekolah.

Peserta didik mengenakan sragam sesuai ketentuan pada waktu kegiatan pembelajaran di masa normal. Supaya efektif dan memudahkan guru memantau peserta didik maka sekolah membuat Standar Operasional Prosedur (SOP).

Dalam SOP semua prosedur ditetapkan dengan jelas. Misalnya sebelum mulai pembelajaran, guru yang mengajar pada jam pertama diberi waktu 30 menit untuk menyapa peserta didik dan memberikan pengarahan melalui Google Meet.

Kesempatan itu sekaligus digunakan untuk mengecek kehadiran peserta didik, memantau kedisiplinan dalam memakai sragam dan mengingatkan untuk Salat Dhuha bagi yang beragama Islam. Hal ini dilakukan dalam rangka menanamkan pendidikan karakter pada peserta didik. Pada masa kebiasaan baru (new normal) jadwal pelajaran mengalami penyesuaian. Pembelajaran yang pada masa normal dimulai jam 07.00 Wib berdasarkan SOP yang baru dimulai jam 07.45 Wib.

Untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh, setiap guru bisa melakukan inovasi sesuai dengan kreatisvitas masing-masing. Konsep Merdeka Belajar ala Nadiem Makarim yang ingin menciptakan suasana belajar yang bahagia tanpa dibebani dengan pencapaian skor atau nilai tertentu kiranya bisa dikembangkan.

Bagaimana caranya peserta didik merasa tertarik dan merasa senang sehingga pembelajaran bisa berlangsung penuh suka cita. Ada hal penting yang harus disadari oleh guru, yaitu memotivasi peserta didik untuk mengembangkan budaya literasi dengan baik karena bila pemahaman literasi peeserta didik sudah bagus maka proses pembelajaran selanjutnya akan mudah.

Literasi; bukan hanya kemampuan untuk membaca, tetapi juga kemampuan menganalisa suatu bacaan, kemampuan memahami konsep di balik tulisan/angka tersebut. Guru harus memberi contoh secara nyata supaya peserta didik percaya dan mencontohnya. Guru harus memiliki pemahaman literasi yang baik. Idealnya guru memiliki beberapa sumber literasi untuk menambah wawasan dan mampu menyediakan sumber belajar bagi peserta didik. Kebetulan saya ikut aktif dalam kegiatan literasi. Selain aktif menulis buku saya membuat sumber pembelajaran  dalam bentuk You Tube dan Blog. Hal ini bisa digunakan sebagai sumber pembelajaran yang menarik bagi peserta didik.

Mereka bisa memilih sumber pembelajaran sesuai dengan keinginan. Misalnya pada saat membahas materi IPS kelas 7 tentang “Letak dan Luas Indonesia” selain menggunakan sumber belajar berupa buku paket, peserta didik bisa membuka You Tube dan Blog melalui link (https://youtu.be/QGpfX-jBtMg) dan (https://bengkelliterasibudihantara.blogspot.com/2020/08/bletak-dan-luas-indonesia.html) yang saya bagikan. Supaya video pembelajaran menarik, sebaiknya pada bagian awal kita berikan cerita singkat yang inspiratif.

Perkembangan teknologi saat ini sangat membantu guru dalam melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh atau daring.  Selain sarana pendukung seperti gawai (gadget) dan laptop dengan mudah dimiliki oleh guru dan peseta didik, banyak aplikasi menarik yang bisa digunakan untuk pembelajaran daring.

Google Classroom merupakan salah satu aplikasi yang memiliki beberapa keunggulan. Di antaranya praktis dan ekonomis. Praktis karena mudah dilakukan kapan saja (bisa dijadwalkan sesuai keinginan) dan di mana saja. Pengelolaan kelas mudah karena dalam Google Classroom tersedia beberapa ruang untuk kolom materi, tugas peserta didik, penilaian dan daftar hadir. Aplikasi ini mudah dihubungkan dengan sumber pembelajaran baik dalam bentuk Dokumen, Video, You Tube, Blog atau Google Drive. Selain beberapa kemudahan tersebut aplikasi ini bisa diunduh secara gratis.

Kemampuan guru tidak hanya bisa melakukan pembelajaran yang inovatif, tetapi harus memiliki empati dan memahami kondisi peserta didik. Baik kondisi ekonomi maupun kondisi psikologi peserta didik. Jangan sampai Pembelajaran Jarak Jauh menjadi beban bagi peserta didik. Bila guru hanya mengajar dan memberi tugas tanpa memahami situasi dan kondisi peserta didik bisa menimbulkan dampak buruk.

Berdasarkan fakta yang saya jumpai ada beberapa hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh atau daring. Faktor penghambat pembelajaran jarak jauh atau daring tersebut antara lain:

Koneksi internet lemot.
Kemandirian peserta didik rendah.
Masih ada guru yang kurang menguasai teknologi.
Kemampuan sebagian orang tua secara ekonomi maupun pendidikan rendah.

Walaupun ada beberapa kendala, kita harus optimis dan berusaha secara optimal agar pembelajaran jarak jauh berhasil sesuai harapan. Para guru pasti akan berusaha meningkatkan pembelajaran secara kreatif dan inovatif supaya peserta didik bisa belajar dengan penuh suka cita (full enjoy learning).( BD.Red )

Home » » Gubernur Jatim Tunjuk Sekda Sidoarjo Sebagai Plh. Bupati

Gubernur Jatim Tunjuk Sekda Sidoarjo Sebagai Plh. Bupati

SIDOARJO.OposisiNews.co.id -Selepas meninggalnya Plt. Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin SH, Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawangsa langsung menunjuk Sekretaris Daerah Sidoarjo Achmad Zaini sebagai Plh. (Pelaksana Harian) Bupati Sidoarjo. Surat penunjukan  Plh. Bupati Sidoarjo diterima Sekda Sidoarjo dari gubernur Jatim di gedung Negara Grahadi Surabaya Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Sidoarjo H. Usman, Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Sumardji serta Dandim 0816 Sidoarjo Muhammad Iswan Nusi dan beberapa pejabat Pemkab Sidoarjo. Minggu, 23/8/2020.

Surat Keputusan Gubernur Jatim dengan nomer 131/775/011.2/2020 tentang Penunjukkan Pelaksana Harian Bupati Sidoarjo tersebut SK tersebut menyebutkan Plh. Bupati Sidoarjo mempunyai tugas melaksanakan tugas sehari-hari bupati Sidoarjo. Selain itu mempunyai tugas melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada gubernur Jawa Timur. Dalam kalimat selanjutnya menyebutkan Plh. Bupati Sidoarjo tidak berwenang mengambil keputusan dan/atau tindakan yang bersifat strategis yang berdampak pada perubahan status hukum organisasi, kepegawaian dan alokasi anggaran.

Plh. Bupati Sidoarjo Achmad Zaini mengatakan penunjukan dirinya sebagai Plh. Bupati Sidoarjo untuk mengisi kekosongan jabatan. Jabatan baru yang diembannya akan selesai bila ada Pj /Penjabat bupati Sidoarjo yang diusulkan gubernur Jatim kepada Menteri Dalam Negeri. Dikatakannya saat ini gubernur Jatim sedang menyiapkan usulan Pj bupati Sidoarjo tersebut. Usulan tersebut tengah dipersiapkan sambil menunggu rapat paripurna DPRD Sidoarjo akhir masa jabatan Plt. bupati Sidoarjo. Rencananya besok Rabu rapat paripurna tersebut akan digelar.

"Sambil menunggu Pj itu, satu bulan lah sampai SK persetujuan dari Mendagri keluar untuk Pj,"ucapnya.

Achmad Zaini mengatakan dengan ditunjuknya dirinya sebagai Plh. bupati Sidoarjo maka roda pemerintahan Kabupaten Sidoarjo dapat tetap berjalan. Tidak ada kendala. Namun dirinya mengakui dalam menjalankan roda pemerintahan, kewenangannya sebagai Plh. bupati Sidoarjo berbeda dengan bupati maupun Plt. bupati. Atau bisa dibilang kewenangannya terbatas. Seperti dicontohkannya pada penetapan nota APBD 2020 perubahan Kabupaten Sidoarjo yang harus menunggu Pj.

"Pembahasan boleh tapi penetapan harus menunggu Pj, tidak boleh dengan Plh,"ucapnya.

Terkait penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 akan terus berjalan seperti biasanya. Pasalnya penanganan pandemi Covid-19 menjadi tugas bersama. Tracking akan tetap dilakukannya. Bahkan hari Senin ini akan dilakukan tes Swab kepada siapa-siapa yang kontak langsung dengan almarhum Plt. bupati Sidoarjo.

"Teman-teman mulai besok sudah ada yang di Swap, yang kontak langsung itu besok sudah mulai Swab,"ucapnya. (Bag)
Home » » Masyarakat kurang Kesadarannya Petugas Gabungan Gencarkan Razia Protokol Kesehatan

Masyarakat kurang Kesadarannya Petugas Gabungan Gencarkan Razia Protokol Kesehatan

Written By BBG Publizer on Sabtu, 22 Agustus 2020 | 20.48

SIDOARJO,OposisiNew.co.id -Sebagai upaya pelaksanaan Inpres nomor 6 tahun 2020, Polri bersama TNI dan Satpol PP di wilayah Kabupaten Sidoarjo terus melakukan penindakan disiplin masyarakat terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Di sejumlah pasar tradisional dan ruas jalan raya razia mematuhi protokol kesehatan berlangsung. Seperti di wilayah Kecamatan Krembung, Sidoarjo. Masih banyak ditemui warga yang kurang sadar betapa pentingnya penggunaan masker saat berada di luar rumah.sabtu, 22/8/2029.

Ada sekitar 25 orang yang mengendarai kendaraan roda dua dan sempat dihentikan petugas, lantaran tidak memakai masker. “Kepada para pelanggar kami kenai sanksi sosial dengan menyapu area pasar Krembung,” ujar Kapolsek Krembung AKP Purwanto.

Tidak hanya gencar melakukan razia dan penindakan terhadap pelanggar disiplin protokol kesehatan, Polresta Sidoarjo juga telah memasang berbagai spanduk himbauan protokol kesehatan di sejumlah lokasi.

Menurut Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji, pihaknya terus berupaya maksimal guna memberikan edukasi dan menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan, sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Melalui berbagai macam himbauan, razia hingga terus memaksimalkan peran Kampung Tangguh Semeru kami gencarkan ke seluruh wilayah. Tujuannya agar segera kita terhindar dari penyebaran Covid-19,” khatanya.(Bag)
Home » » Ganggu Kenyamanan Warga Sidoarjo, Puluhan Anggota PSHT Diamankan Polisi

Ganggu Kenyamanan Warga Sidoarjo, Puluhan Anggota PSHT Diamankan Polisi

SIDOARJO,OposisiNews.co.id -Puluhan simpatisan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang menghadiri acara pengesahan anggota baru PSHT di Kabupaten Sidoarjo diamankan Polisi, setelah melakukan perbuatan yang tidak terpuji dan merugikan masyarakat, Sabtu 22/8/ 2020 .

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji mengatakan, para warga PSHT yang datang dari berbagai wilayah seperti Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Lamongan, Gresik dan Surabaya tersebut awalnya hanya ikut hadir dan berpartisipasi dalam pengesahan anggota baru PSHT di Kabupaten Sidoarjo.

Kejadian tersebut bermula saat iring-iringan simpatisan PSHT dari berbagai daerah, mengendarai motor mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengendara lainnya. Hingga ada kejadian mereka menyerang salah seorang warga di pinggir jalan. Dan mengusir warga yang sedang makan di warung.

“Saya sangat menyayangkan adanya kejadian ini, kecewa juga dengan perilaku mereka yang telah berbuat hal tidak terpuji dan tidak mencerminkan sebagai warga PSHT,” ungkap Kombes Pol. Sumardji.

Ada 58 anggota PSHT yang diamankan polisi akibat kejadian tersebut guna pemeriksaan lebih lanjut. Lanjut Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji, menjaga ketenangan dan ketentraman Sidoarjo adalah tugas Polisi. Dan di saat warga sidoarjo ketenangannya terganggu pihaknya langsung turun untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Apalagi dari 58 orang yang diamankan, 6 orang diantaranya kondisinya mabuk. Kita akan proses dan dalami peran mereka,” pungkasnya.(Bag)
Home » » Tim PSC 119 Kabupaten Ngawi Jemput 1 Warga Desa Sriwedari , Terkonfirmasi Positif Covid 19

Tim PSC 119 Kabupaten Ngawi Jemput 1 Warga Desa Sriwedari , Terkonfirmasi Positif Covid 19

Written By BBG Publizer on Kamis, 20 Agustus 2020 | 22.10

Ngawi,OposisiNews.Co.Id - Tim PSC 119 Kabupaten Ngawi laksanakan giat penceputan SR ( 39 th ) warga dusun Bedug RT 03 RW 01 Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi yang terkonfirmasi positif Covid 19 . Kamis 20/08/2020 pukul 16.25 Wib.

Penjemputan SR ( pasien ) melibatkan semua unsur Tim gugus tugas Covid 19 dengan melibatkan Tim medis publik daftar center ( PSC 119 ) , Babinsa desa Sriwedari , Kapolsek Karanganyar ,Bhabinkamtibmas , Kepala Desa Sriwedari dan Tim medis UPT Puskesmas Karanganyar berjalan cukup kondusif.

Giat evakuasi SR ( pasien ) mendasar hasil swab positif pasien yang terkonfirmasi pada hari Kamis ,20/08/2020.

Dari rekam jejak SR ,39 merupakan warga desa Sriwedari yang merantau ( bekerja ) di Kalimantan . Pasien pulang ke kampung halamannya pada tanggal 11/08/2020 dengan mengunakan jasa penerbangan ( pesawat ) ,Tanggal 12/08/2020 Sr langsung melaksankan Rapid tes mandiri di RSUD Sragen dengan hasil non reaktift , 13/08/2020 Sr bersama 3 orang keluarga kembali melaksanakan Rapid tes di Puskesmas Karanganyar dengan hasil Reaktif untuk Sr, sedangkan keluarga (3 orang ) hasilnya non Reaktif.

Dari hasil rapid tes Pasien ( SR ) pada  tanggal 13/08/2020 oleh  dilaksanakan oleh petugas Surveilans Puskesmas Karanganyar melakukan Tes Swab dan tanggal 20/08/2020 keluar hasil SR ( pasien ) terkonfirmasi positif Covid 19.

Untuk mengantisipasi merebaknya virus dan keresahan warga desa , pukul 16.45 wib, Tim PSC 119 melakukan  Proses Evakuasi terhadap pasien yang terkonfirmasi Positif Covid-19 menuju Ruang isolasi Covid -19 RSUD Dr. Suroto Ngawi. ( BB.red )


Home » » Raih WDP, Yan Wenda, S.Sos Apresiasi Bupati Tolikara Usman G Wanimbo

Raih WDP, Yan Wenda, S.Sos Apresiasi Bupati Tolikara Usman G Wanimbo

Tolikara.OposisiNews - Yan Wenda, S.Sos mengapresiasi Bupati Tolikara Usman G Wanimbo atas prestasinya meraih Predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Predikat WDP yang diberikan oleh Badan Pengawas Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) kepada Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua, di bawah pimpinan Bupati Usman G Wanimbo merupakan sebuah prestasi yang membanggakan.

Atas perolehan hasil pemeriksaan keuangan daerah dengan predikat WDP itu, Bupati Usman G Wanimbo mendapat apresiasi dari berbagai kalangan baik di tingkat nasional maupun daerah. Salah satunya adalah dari Ketua Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Tolikara, Yan Wenda, S.Sos.

Legislator Demokrat yang dikenal vokal dalam menyuarakan aspirasi masyarakat Tolikara ini menilai bahwa Pemerintah Kabupaten Tolikara di bawah pimpinan Bupati Usman G Wanimbo sukses mengubah stigma negatif banyak pihak tentang laporan keuangan Pemda Kabupaten Tolikara. Yan Wenda mengatakan kepada pewarta media ini bahwa selama ini berkembang opini terkait penggunaan anggaran Tolikara.

“Selama ini kita lihat opini yang berkembang di tengah masyarakat terkait pola penggunaan anggaran di Tolikara yang dinilai tidak substansial dengan pembangunan yang ada, namun sekarang lewat lembaga negara yang kredibel kita bisa lihat fakta yang sebenarnya bahwa apa yang pemerintah daerah lakukan selama ini tetap berpedoman pada apa yang telah disepakati bersama oleh DPRD Kabupaten Tolikara,” jelas Yan Wenda, S.Sos dengan penuh sukacita.

Yan Wenda menambahkan bahwa sebagai perpanjangan suara dari masyarakat, tidak berlebihan jika kita memberikan apresiasi kepada Bupati dan jajarannya atas prestasi ini. “Secara pribadi sebagai kader Partai Demokrat dan juga sebagai ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Tolikara kami mengapresiasi capaian yang telah diberikan oleh Bupati Usman G Wanimbo dan jajarannya terhadap hasil monitoring BPK untuk Pelaporan Tahun 2019, sebagai wakil rakyat sudah sepantasnya kita memberikan apresiasi jika Pemda bekerja maksimal dan menjadi kebanggan buat kita semua, namun pola kontroling pemerintahan tetap dikedepankan,” tutup Yan Wenda dengan semangat.

Diketahui bahwa Pemda Tolikara selama kurun waktu 17 tahun setelah terbentuk, baru pertama kalinya meraih predikat WDP dari BPK RI, dan prestasi itu berhasil diraih setelah Usman G Wanimbo menjabat sebagai Bupati dan memperketat sistem keuangan di pemerintahannya. (JNI/Red'PU)
Home » » Iklan DPRD Sidoarjo

Iklan DPRD Sidoarjo


Home » » 3 Juta Masker Sudah Dibagikan Kepada Masyarakat

3 Juta Masker Sudah Dibagikan Kepada Masyarakat

Written By BBG Publizer on Rabu, 19 Agustus 2020 | 19.58

SIDOARJO,OposisiNews.co.id - Hampir 3 juta masker sudah dibagikan kepada masyarakat oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Sidoarjo. Namun jumlah tersebut masih kurang dengan kebutuhan masker di masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Sidoarjo Ir. Dwidjo Prawito M.MT usai menerima bantuan 15 ribu masker dari kantor wilayah III BCA Jatim yang diterimanya di pendopo Delta Wibawa,

Rinciannya bantuan yang diberikan sebanyak 10 ribu masker kain, 5 ribu surgical mask atau masker medis dan 500 APD coverall. Dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Wilayah III BCA Franky Chandra Kusuma juga menyerahkan bantuan 5 ribu masker kain kepada Asparindo (Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia) yang diterima oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidoarjo Drs.Ec. Tjarda, MM.rabu, 19/8/2020.

Dwidjo sendiri mengatakan kebutuhan masker tidak dapat diperkirakan. Masker akan terus dibutuhkan. Pasalnya masker terus dipakai untuk mencegah penyebaran penularan Covid-19. Oleh karenanya dirinya berterima kasih kepada pihak-pihak lain yang memberikan bantuan berupa masker. Berapapun bantuan masker yang diterimanya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat.

"Masker itu akan sangat dibutuhkan sampai kapanpun"ucapnya.

Dwidjo juga mengatakan minimal setiap orang memiliki 3 masker. Lebih bagusnya lagi memiliki tujuh masker. Agar masker yang dipakai setiap hari selalu ganti. Jika tidak memiliki masker yang cukup hendaknya selalu mencuci masker setelah dipakai. Agar nantinya dapat digunakan kembali. Namun berbeda dengan masker medis. Pasalnya penggunaan masker medis hanya sekali pakai. Dirinya berharap saat ini seluruh masyarakat selalu memakai masker. Dengan begitu akan mengurangi penularan Covid-19.

"Kita berharap masyarakat tetap memakai masker untuk menjaga dirinya, keluarganya, maupun yang lainnya sebab dengan memakai masker kita bisa mengurangi penularan Covid-19,"ujarnya.

Terkait bantuan masker yang diterimanya kali ini, pihaknya akan segera membagikan kepada masyarakat. Pendistribusiannya akan dilakukan secara bertahap. Untuk masker kain akan dibagikan langsung kepada masyarakat. Sedangkan masker medis akan didistribusikan kepada tenaga medis oleh Dinas Kesehatan Sidoarjo.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah III BCA Franky Chandra Kusuma mengatakan bantuan masker kali ini merupakan Gerakan Pakai Masker (GPM) BCA secara nasional. Sementara ini baru dilakukan di enam kabupaten/kota. Di Jawa Timur diberikan kepada Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo.

Tujuannya untuk membantu pemerintah mencegah penyebaran Covid-19. Selain itu melalui pemberian masker diharapkan dapat mengedukasi masyarakat untuk selalu menggunakan masker dengan benar. Pasalnya dirinya melihat masih banyak masyarakat yang belum peduli untuk memakai masker.

"Disiplin utama untuk mencegah penularan virus itu adalah jaga jarak, cuci tangan dan menggunakan masker,"ucapnya. (Bag)
Home » » Pemberlakuan Sanksi Siap Dijalankan, Masyarakat Sidoarjo Dihimbau Taati Protokol Kesehatan

Pemberlakuan Sanksi Siap Dijalankan, Masyarakat Sidoarjo Dihimbau Taati Protokol Kesehatan

Sidoarjo,OposisiNews.co.id - Dalam rangka mendisiplinkan masyarakat mematuhi protokol kesehatan, seperti tercantum dalam Inpres nomor 6 tahun 2020 petugas gabungan dari Polri, TNI dan Satpol PP di Sidoarjo melakukan patroli ke sejumlah tempat kerumunan massa.

Sasaran patroli pendisiplinan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, antara lain cafe, warung kopi, warung makanan, rental game, pusat belanja, dan tempat hiburan. Kehadiran petugas gabungan di beberapa tempat tersebut, sempat mengejutkan pengelola dan pengunjung. Bahkan ada beberapa dari mereka yang kurang mematuhi protokol kesehatan.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji memimpin langsung jalannya patroli gabungan, Selasa Ia tampak juga menghimbau kepada pengelola cafe dan warkop, agar menyediakan tempat cuci tangan, cairan hand sanitizer, melayani pengunjung dengan jumlah 50 persen dari kapasitas daya tampung, menjaga kebersihan lokasi maupun karyawannya, serta mewajibkan memakai masker baik kepada pengunjung maupun pengelolanya.selasa,18/8/2020.

Tempat-tempat yang ditengarai berkumpulnya banyak orang di satu titik, yang tidak mau menjalankan protokol kesehatan dengan baik, maka akan diberikan edukasi agar masyarakat menyadari betapa pentingnya disiplin protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

"Penggunaan masker, jaga jarak, cuci tangan harus wajib dilakukan, kami dari Polri, TNI juga Satpol PP tidak akan pernah lelah dalam mengedukasi kepada seluruh masyarakat Sidoarjo, arti pentingnya protokol kesehatan," terang Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji.

Ditambahkannya, edukasi pendisiplinan protokol kesehatan terhadap masyarakat sebagai implementasi dari Inpres nomor 6 tahun 2020, akan dilakukan hingga 23 Agustus 2020.

"Sedangkan mulai tanggal 24 Agustus 2020 sampai sebulan kemudian, akan dilakukan penindakan tegas terhadap masyarakat yang melanggar protokol kesehatan yaitu dengan pemberian sanksi, baik dari sanksi sosial maupun sanksi administrasi," tegasnya.(Bag)
Home » » Polresta Sidoarjo Salurkan 918 Paket Sembako dari Kapolri ke Masyarakat

Polresta Sidoarjo Salurkan 918 Paket Sembako dari Kapolri ke Masyarakat

Sidoarjo,OposisiNews.co.id -Bantuan sosial berupa sembako dari Kapolri bagi masyarakat terdampak Covid-19, kembali disalurkan Polresta Sidoarjo dan polsek jajaran.  melaksanakan apel pagi sebanyak 918 paket sembako diberangkatkan.rabu ,19/8^2020.

Wakapolresta Sidoarjo AKBP Deny Agung Andriana memimpin apel pemberangkatan bantuan sosial dari Kapolri. Ia menyampaikan bahwa bantuan ini sebagai bakti Polri kepada Negara, bersamaan peringatan 75 tahun Republik Indonesia.

“Dalam nuansa peringatan Dirgahayu Republik Indonesia ke-75 di tengah pandemi Covid-19, Polri peduli kepada masyarakat terdampak. Diharapkan bantuan sosial ini dapat meringankan beban mereka,” ujar AKBP Deny Agung Andriana.

Situasi pandemi Covid-19 yang berdampak pada aspek sosial, kesehatan dan perekonomian global, membuat Polri terus bergerak menyalurkan bantuan kepada masyarakat.

“Teknis penyaluran bantuan sosial akan dibagikan secara door to door oleh bhabinkamtibmas bersama babinsa dan perangkat desa, langsung ke rumah-rumah warga terdampak, semoga bermanfaat bagi saudara-saudara kita,” pungkasnya.(Bag)
Home » » Pendataan Penerima Bansos Covid19 Disinyalir Syarat Nepotisme

Pendataan Penerima Bansos Covid19 Disinyalir Syarat Nepotisme

Blora.OposisiNews.Co.Id -Program bantuan sosial untuk warga terdampak pandemi Covid-19 tersebar di Kabupaten Blora Jawa Tengah banyak meninggalkan luka pada masyarakat miskin yang tidak terkafer bantuan.

Dari pantauan berita.OposisiNews tidak sedikit warga yang ber-ekonomi sejahtera terakses bantuan dampak Covid 19 sementara warga miskin terdampak Covid 19 justru terlupakan . Akibatnya muncul kecemburuan akan kesenjangan prilaku pada pemilik kebijakan yang dianggap lelai berpihak pada warga miskin bahkan terkesan terjadinya praktek Nepotisme antara pemilik / pelaksana kebijakan dengan penerima .

Terjadinya salah sasaran pemberian bantuan pada warga yang ber-ekonomi bagus ( kaya ) mengusik salah satu pengiat sosial di wilayah Cepu gerah dan melakukan investigasi .”Mudah mudahan tidak ada unsur urusan pribadi “Ucapnya.

Adanya indikasi salah sasaran ( disengaja ) oleh oknum pendataan bantuan Covid 19 sudah acap kali mewarnai halaman media sosial , online , cetak dan Elektronik disejumlah tempat ditanah air tidak hanya di Kabupaten Blora , namun tidak sedikit oknum pendataan bantuan Covid yang bergeming dari pemberitaan media.

Aneh ,Kementerian Sosial yang menyediakan empat macam bansos dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi memakan anggaran Rp 64,67 triliun.Ditambah dua macam bansos yang masing-masing disediakan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota,Hingga Total untuk Penanggulangan Covid 19 dari pemerintah pusat  senilai 695,1 trilyun yang belum terserap maksimal,Dengan dukungan anggaran yang besar, alih-alih berjalan lancar justru  distribusi bansos ini dirasakan banyak menimbulkan pergolakan rakyat ditingkat bawah.

Salah satu gagalnya bantuan bansos Covid 19 menurut salah satu aktivis sosial Cepu , Dwi di sebabkan, tiap-tiap bansos itu didistribusikan oleh kementerian dan pemerintah daerah tidak ada kepaduan dalam jadwal distribusinya bahkan Nama penerima bantuan-pun baru diketahui perangkat desa dan RT/RW saat bansos didistribusikan sehingga mempersulit antisipasi distribusi bansos yang tidak tepat sasaran.

"Salah sasaran bansos kepada orang kaya ( ekonomi cukup/lebih )  tidak hanya terjadi di kota, tetapi juga di desa. Hampir sebagaian besar Desa di wilayah  Kabupaten Blora  ditemukan Keluarga yang sebenarnya memiliki Hak sebagai Keluarga Penerima Manfaat ternyata tidak menerima ", imbuh Dwi.

Sesuai arahan Presiden Jokowi bahwa untuk pendataan untuk terus dilakukan karena dipastikan pendataan masih kurang valid dan diharapkan warga miskin yang berhak menerima bansos jangan sampai  yang terlewatkan.

Seperti contoh yang terjadi di Kota Blora,tepatnya di wilayah Kelurahan Bangkle di Kecamatan Kota Blora Kabupaten BLORA,Mbah karsi Seorang Janda Tua penjual Warung Makan Kecil kecilan yang terlupakan dari Bantuan dampak Covid 19 . " Kula gak tahu entuk bantuan  pak” ( saya tidak pernah mendapat bantuan )  Ujar Karsi pada Awak OposisiNews.

Mbah Karsi yang tinggal dan ikut anaknya menempati kontrakan rumah yang beralamat di Rt 01 Rw 02 Kelurahan Bangkle Kecamatan Kota Kabupaten Blora , sejak adanya Covid 19 dan program BANSOS untuk Penanggulangan Covid 19 pada bulan April 2020  belum pernah tersentuh bahkan terkesan dilupakan.

Walaupun ada pihak yang sudah berupaya mengusulkan agar Mbah Karsi bisa mendapatkan Bantuan  tetapi sampai dengan saat ini Usulan tersebut terkesan diabaikan, terbukti pada hari Selasa  18/8/2020  saat Pembagian Program Bantuan Sosial Jaring Pengaman Sosial (JPS)  senilai 200 ribu rupiah  di Kantor Kelurahan Bangkle Kecamatan Kota Blora , Mbah Karsi tetap tidak masuk sebagai warga penerima karena belum adanya perubahan nama penerima bansos oleh oknum panitia / petugas.

” Saya tetap tidak menerima mesti sudah diusulkan yang aneh kenapa yang lebih baik ekonominya dari saya bisa menerima setelah diusulkan ", kata Mbah Karsi pada Berita OposisiNews.

Akibat kondisi itu , awak BeritaOposisi coba mendatangi kantor Kelurahan Bangkle dan di temui Perangkat , mengatakan  “Nama Mbah karsi Merupakan salah satu warga yang namanya  terdaftar ada dalam daftar nama Yang akan diusulkan sebagai  Penerima Program Bansos untuk pencairan bulan depan”Jelas Pengakuan Salah satu Perangkat Kelurahan Bangkle.Tetapi kenyataannya setelah diusulkan berulang kali Mbah Karsi tetap belum menerima Bansos tersebut.(DWI/IPUNG)
Home » » Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan di Internal Polresta Sidoarjo

Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan di Internal Polresta Sidoarjo

Written By BBG Publizer on Selasa, 18 Agustus 2020 | 16.35

Sidoarjo,OposisiNews.co.id - Penegakan disiplin terhadap penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, tidak hanya ditujukan kepada masyarakat. Anggota dan ASN Polresta Sidoarjo pun diwajibkan mematuhi pengecekan suhu tubuh, penggunaan masker, cuci tangan dan jaga jarak.

Bahkan saat dilakukan pengecekan disiplin protokol kesehatan kepada anggota dan ASN di lingkup Polresta Sidoarjo dan polsek jajaran, ada beberapa anggota yang terkena sanksi disiplin karena melanggar protokol kesehatan.selasa,18/8/2020.

Kasi Propam Polresta Sidoarjo AKP I Gede Putu Atma Giri mengatakan, sesuai Inpres nomor 6 tahun 2020, mengenai penegakan disiplin protokol kesehatan, di Polresta Sidoarjo dan polsek jajaran seluruh anggota serta ASN harus mematuhi aturan cuci tangan sebelum masuk ruangan, pengecekan suhu tubuh, memakai masker TNI-Polri, serta tetap menjaga jarak satu dengan lainnya.

“Ketentuan disiplin protokol kesehatan tersebut berlaku bagi seluruh anggota Polri dan ASN, baik yang sedang dinas di dalam kantor maupun di luar kantor. Bagi anggota dan ASN yang melanggar juga akan kami beri teguran hingga sanksi disiplin,” katanya.

Penegakan disiplin protokol kesehatan guna mencegah penyebarluasan Covid-19, diberlakukan di internal Polresta Sidoarjo sebelum melakukan pendisiplinan ke masyarakat. Seperti disampaikan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji. Bahwa sebelum menindak masyarakat, pihaknya menerapkan disiplin protokol kesehatan ke anggota dan ASN.

“Tujuan penegakan hukum disiplin protokol kesehatan adalah guna mencegah penyebarluasan mata rantai Covid-19, seperti di dalam Inpres nomor 6 tahun, karenanya kepada semua masyarakat mari terus patuhi protokol kesehatan. Seperti pakai masker, cuci tangan dan tetap jaga jarak,” jelasnya.(Bag)
Home » » Gebrak Masker Se-Indonesia, Untuk Edukasi Menuju AKB

Gebrak Masker Se-Indonesia, Untuk Edukasi Menuju AKB

Add. Ketua Bhayangkari Cabang Tulungagung Turun Langsung Bagikan Masker Pada Pengguna Jalan
Tulungagung.OposisiNews.co.id-Komitmen Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk mensukseskan gerakan bersama pakai masker (Gebrak Masker)  terus dilakukan. Kegiatan Gerakan bersama pakai masker (Gebrak Masker) ini dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk menyambut Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di lingkungan masyarakat yang di laksanakan di parkir timur aloon-aloon Tulungagung. Senin, (17/08/2020).

Bupati Tulungagung didampingi
 Ketua TP PKK
Bupati Tulungagung, Drs. Maryoto Birowo mengatakan bahwa, pembagian masker tersebut dalam rangka menyukseskan gerakan pakai masker sesuai Inpres nomor 6 Tahun 2020.

Menurut Maryoto Gerakan tersebut bertujuan untuk memberi edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya memakai masker sesuai himbauan pemerintah dalam melaksanakan protokol kesehatan dalam menuju Adaptasi Kebiasaan Baru.

"Dalam menuju Adaptasi Kebiasaan Baru, ini tindakan disiplin agar masyarakat Tulungagung terbiasa memakai masker dan berperilaku hidup sehat," tuturnya.

Sementara Ketua TP PKK Kabupaten Tulungagung, Ny. Siyuk Maryoto Birowo mengatakan bahwa, masa pandemi belum bisa di prediksikan kapan akan berakhir. Namun demikian, prilaku produktif harus tetap di lakukan.

  Pembagian Masker pada Pengguna Jalan Oleh Ketua Persit Kodim 0807
Menurut Ny. Siyuk, pemakaian masker dengan baik dan benar  merupakan cara efektif untuk menekan penyebaran virus covid-19. Maka dari itu, TP PKK jawa timur menghimbau kepada jajaran di bawahnya untuk menjadi pelopor Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dengan ikut mensosialisasikan Gerakan Pakai Masker kepada masyarakat luas.

"Setiap satu orang ibu rumah tangga tim penggerak PKK agar mengedukasi dua sampai tiga rumah tangga lainnya," terangnya.

Ia menambahkan untuk jumlah masker yang di bagikan dalam acara Gebrak Masker dua puluh enam juta se Jawa Timur untuk di bagikan ke 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

"Untuk tiap-tiap Kabupaten mendapat 500 masker untuk di bagikan pada masyarakat", pungkasnya. ( Ag-Ws )

Pewarta : AP/ Wisal

Home » » Forkopimda , TNI dan Polri Kabupaten Sidoarjo Ikuti Upacara Dirgahayu Republik Indonesia Ke-75

Forkopimda , TNI dan Polri Kabupaten Sidoarjo Ikuti Upacara Dirgahayu Republik Indonesia Ke-75

Written By BBG Publizer on Senin, 17 Agustus 2020 | 18.36

Sidoarjo,OposisiNews.co.id -Upacara bendera dalam rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, tahun ini dalam nuansa berbeda. Di tengah situasi pandemi Covid-19 pemkab Sidoarjo tetap mengelar upacara dengan ketentuan protokol kesehatan.

Adanya pembatasan jumlah peserta upacara dan undangan, wajib mengenakan masker serta tersedianya tempat cuci tangan untuk peserta upacara tidak mengurangi kekhidmatan jalannya upacara HUT RI ke 75 di alun-alun Sidoarjo. Senin 17/08/2020.

Terlihat di kursi undangan  Plt. Bupati Sidoarjo selaku inspektur upacara, serta diikuti pula jajaran Forkopimda Kabupaten Sidoarjo, Kapolresta Sidoarjo dan unsur pimpinan TNI di Kabupaten Sidoarjo.

Dalam pidatonya , Plt  Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin mengatakan, upacara Dirgahayu Republik Indonesia tahun ini dalam nuansanya berbeda dari tahun sebelumnya akibat pandemi Covid-19, yang mengharuskan pelaksanaan Upacara HUT RI ke 75  menerapkan protokol kesehatan .

“Kepada masyarakat untuk terus diingatkan agar tetap mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya memutus mata rantai Covid-19, khususnya di Kabupaten Sidoarjo,” pesan Plt Bupati kepada peserta dan Undangan upacara HUT RI.

Disela-sela usai Upacara HUT pada awak media , Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji mengingatkan betapa besar perjuangan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan Republik Indonesia. “Kini tugas kita adalah meneruskan perjuangan para pahlawan dan menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme untuk kejayaan NKRI,” katanya.

" Untuk situasi kamtibmas Jawa Timur agar senantiasa aman dan kondusif. Serta memohon doa kepada jasa dan perjuangan para pahlawan kemerdekaan Polresta Sidoarjo pada hari Minggu ( 16/08/2020 ) telah melakukan do'a bersama di Mapolres Sidoarjo ", imbuh Kapolres.(Bag)

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon