Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Hak Jawab

Hak Jawab

Written By BBG Publizer on Kamis, 30 Juli 2020 | 21.00

Hak Jawab :
Menanggapi pemberitaan dari oposisi news tanggal 15 Juli 2020 dengan judul Disinyalir Terjadi Pungli, Pelanggan Air Geram dan pemberitaan tanggal 20 Juli 2020 dengan judul Tawaran Musyawarah Temui Jalan Buntu Berpotensi Kasus PAM Migas, Seru

Dengan ini saya memberikan jawaban :

Bahwa perjuangan rekan-rekan pada saat tahun 2000 susahnya untuk mendapatkan jaringan air dari Pusdiklat Migas. Dengan mempertimbangan kebutuhan air pada saat itu (susahnya memperoleh air) hingga harus mencari air/mengangsu dari tempat lain.

Selama tiga tahun kami terus berjuang untuk memohon kepada Migas hingga pada tahun 2003 pada akhirnya kami 33 orang mengajukan permohonan lagi dan disetujui dengan catatan bahwa biaya yang muncul untuk pemasangan jaringan pipa baru, dengan mengambil dari pipa induk milik Pusdiklat Migas saat Itu di depan gapura dari pintu masuk rss kurang, mulai dari pipa primer dan pipa sekunder sampai ke 33 calon pelanggan adalah menjadi tanggung jawab pemohon sampai dengan pemeliharaannya sampai saat ini.

Karena sebagai klaster perumahan maka jaringan air RSS dijadikan sebagai pilot project percontohan, dan apabila ada kebocoran pipa atau penggantian pipa  menjadi tangunggjawab pelanggan RSS.

Saya jelaskan juga kalau semua jaringan pipa air yang ada di RRS mulai dari induk gapura RSS sampai ke 33 rumah pelanggan adalah biaya dari paguyuban. Jika ada kerusakan dan penggantian pipa adalah menjadi tanggungjawab pelanggan RSSselama ini sudah berjalan, dan paguyuban ini sudah ada sejak tahun 2003, sehingga siapa saja yg memanfaatkan pipa menuju RSS yg notabene dibiayyai paguyuban air RSS dari Pipa induk selanjutnya akan ikut gotong royong membiayai.

Pada tanggal 12 Juli 2020 Sdr. Gunadi pada malam hari komunikasi melalui WA dengan saya menanyakan perihal uang Rp. 2.500.000,- yang tertera pada kuitansi yang ditandatangani oleh Bendahara Paguyuban Pelanggan Air RSS.

Masalahnya apa dia tidak berterus terang. Setelah itu menanyakan juga kuitansi atas nama Supriyadi. Masalahnya apa juga tidak berterus terang. Dia inginya ketemu langsung dengan saya selaku Ketua Paguyuban pelanggan air RSS. Saya sanggupi pagi harinya.

Pada tanggal 13 Juli, Sdr. Gunadi mengatasnamakan wakil dari Sdri.Darsi yang pada saat itu didampingi anaknya bernaman Anton bertemu dengan saya dengan menyampaikan permasalahnnya bahwa uang sebesar Rp. 2.500.000 dengan menunjukkan bukti kuitansi itu bisa dikembalikan tidak.

Karena permohonannya atas pengembaliannya itu saya jawab belum bisa. Permintaan tersebut akan saya sampaikan terlebih dahulu kepada paguyuban. “Saya harus menyampaikan permohonan Pak Gunadi kepada anggota paguyuban terlebih dahulu. Bila sudah ada  jawaban ya atau tidak akan kami sampaikan segera kepada Pak Gunadi.

Pada tanggal 15 Juli 2020 anaknya yang bernama Anton didampingi (pada waktu itu mengaku wartawan) menyampaikan bahwa dia mewakili warga paguyuban bahwa uang biaya perawatan penggantian pipa akan diminta. “Saya jawab warga yang mana? Mohon maaf warga banyak lho?”

Akhirnya melalui pendamping (yang dalam berita adalah sebagai LSM) sementara kepada saya dia mengaku sebagai wartawan Oposisi News  menyampaikan hanya 3 pelanggan air yang baru dipasang jaringannya meminta uangnya dikembalikan.

Saya jawab yang dapat saya kembalikan sesuai amanah dari paguyuban adalah uang atas nama Sdri. Darsi.
Pada saat sebelum dipasang jaringan pipa ke rumah Sdri Darsi juga sudah disampaikan pula kepada Sdri. Darsi bahwa ada biaya yang harus dibebankan kepada pelanggan air RSS yaitu sebesar Rp. 2.500.000,- dan biaya tersebut untuk biaya perawatan jaringan yang ada di RSSS, mengingat jaringan yang menuju rymah Sdr. Darsi bukan melalui jalur pipa induk melainkan melalui jaringan pelanggan paguyuban.

Hal tersebut sudah disepakati disadari dan dipahami dan dimengerti oleh Sdri. Darsi bahwa dan pada akhirnya menyanggupi pembiayaan tersebut.. Namun ketika jaringan pipa air sudah dipasang ke rumah yang bersangkutan dan sudah berjalan beberapa bulan dan menikmati aliran air, namun malah terjadi sebaliknya dan  uang yang sudah diserahkan ke bendahara paguyuban untuk biaya perawatan dan pemeliharaan pipa diminta kembali.

Melalui pendamping, saya mohon kepada Sdri. Darsi bisa bertemu langsung dengan paguyuban atau kepada saya dia menolak. Bahkan apa yang sudah diwakilkan oleh suami, anak, dan wartawan dianggap tidak ada. Sdri Darsi akan melangkah sendiri.

Namun pendamping yang bernama Dwi meminta kepada saya secara diam-diam uang atas nama Sudarsi dan Supriyadi” saja yang dikembalikan. Saya jawab mohon maaf tidak bisa. Kami harus transparan, akan kami sampaikan kepada paguyuban, apalagi eranya sekarang jaman digital, saya harus menyampaikan kepada anggota paguyuban dan harus mempertanggungjawabkan kepada anggota sebanyak 56 orang pelanggan.

Saya sampaikan kepada mereka berdua baik Anton maupun Dwi bahwa uang tersebut adalah untuk biaya pemeliharaan dan perawatan jaringan air dari titik induk gapura RSS sampai dengan ke pelanggan.

Saya sampaikan juga jika jaringan pipa air RSS akan diganti dengan jaringan pipa yang baru  oleh PPSDM Migas, maka uang pemeliharaan yang ada di paguyuban akan dikembalikan semua kepada semua pelanggan.

Terima kasih
Karangboyo, 30 Juli 2020
Ketua Paguyuban 
Wien Eko Koesfianto
JL. Pepaya No. 90 RSS Karangboyo
Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon