Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » BELAJAR DARI CORONA

BELAJAR DARI CORONA

Written By BBG Publizer on Kamis, 30 Juli 2020 | 21.19







Oleh.Budi Hantara

OposisiNews-Kehadiran Corona menimbulkan dampak yang luar biasa bagi kehidupan manusia, baik secara individu maupun secara kelompok. Banyak fakta di sekitar kita yang tak terbantahkan. Bahkan mungkin kita sendiri yang mengalaminya.

Secara pribadi saya melihat, mengalami dan merasakan perubahan besar yang terjadi akibat pandemi Corona. Karena saya pelaku dan pemerhati dunia pendidikan maka yang terekam dalam ulasan ini berkaitan dengan perubahan di lingkungan pendidikan. Mari kita tengok ke belakang carut marut dunia pendidikan di Indonesia lima tahun terakhir sebelum pandemi Corona. Dekadensi dan terkikisnya kepribadian yang terjadi di kalangan pelajar sangat memprihatinkan. Perilaku tidak terpuji di kalangan pelajar sudah melampaui ambang batas toleransi. Banyak pelajar yang tidak menghargai guru. Melawan dan memaki bahkan menganiaya guru sering terjadi.

Kebobrokan mental yang terjadi di kalangan pelajar diperparah dengan sikap arogan orang tua. Banyak orang tua milenial yang terlalu memanjakan anak mereka. Karena terlalu memanjakan anak, apapun dilakukan demi anaknya. Tidak berpikir bijaksana bagaimana caranya menjaga dan mendidik anak dengan baik. Bila mendengar pengaduan anaknya yang manja banyak orang tua yang langsung naik pitam.  Reaksi orang tua sering bertindak di luar batas. Nasehat guru sering diplintir dan didramatisir sehingga menimbulkan kesalahpahaman. Celakanya orang tua yang kurang bijaksana tidak mau membuka mata dan telinga lebar-lebar. Guru menjadi pelampiasan emosi orang tua. Banyak kasus yang berujung pada tragedi. Guru tidak berdaya menghadapi arogansi orang tua. Hal ini sering diperparah dengan kehadiran pihak ketiga yang berlagak sebagai pahlawan atas nama hak azasi dan perlindungan anak. Guru semakin terpojok dan tertunduk tak berdaya bagaikan pecundang. Martabat guru direndahkan serendah-rendahnya.

Catatan hitam dunia pendidikan tidak akan mudah dihapuskan. Karena para guru tidak mau menjadi korban kesalahpahaman, maka jangan salahkan bila mereka memilih cara aman. Menjalankan kewajiban seperlunya. Mengajar sekadar untuk menyelesaikan materi pelajaran.  Peran sebagai pendidik yang idealis terpaksa diturunkan. Kepedulian terhadap sikap dan kepribadian pelajar pun pelan-pelan luntur. Bila hal ini terjadi betapa gelap masa depan bangsa. Demi menghindari konflik dengan orang tua haruskah para guru mengabaikan tugas mulia mendidik anak-anak bangsa? Tentu tidak. Guru tidak akan meninggalkan tugas mulia demi masa depan bangsa.

Pandemi Corona membuka mata dunia. Orang yang bijaksana bisa mengambil hikmah dari setiap peristiwa. Seharusnya para pelajar, orang tua dan guru juga bisa belajar dari kondisi sulit akibat pandemi Corona. Sekarang saatnya orang tua mengambil peran utama untuk mendidik anaknya. Kegiatan belajar di rumah yang dilakukan secara daring memberi kesempatan lebih luas bagi orang tua untuk mendidik anaknya. Orang tua bisa merasakan bagaimana suka dukanya mendidik dan mengajari anak-anak.

Belum ada setengah tahun mendampingi anak-anak mereka belajar di rumah ternyata sudah banyak orang tua yang mengeluh. Semoga semua pihak bisa membuka hati dan bisa mengambil hikmah dari peristiwa ini. Jangan hanya melihat kehadiran Corona dengan sudut pandang negatif. Karena hal itu akan  memengaruhi cara kita berpikir dan bertindak. Salam sehat dan bijak.

Ngawi, 30 Juli 2020.
#erabaruduniapendidikan
Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon