Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » , » BEKISAR IKBAR Adakan Pelatihan Relawan Korda, Korcam, Kordes dan Baret

BEKISAR IKBAR Adakan Pelatihan Relawan Korda, Korcam, Kordes dan Baret

Written By BBG Publizer on Sabtu, 18 Juli 2020 | 20.56

Foto : Para Kader Relawan Bekisar Ikbar ( Bela Kyai-Santri ) dalam acara Silaturrahim Kader Bekisar dan Istighatsah Kubra dalam rangka Memotong Mata Rantai Covid-19. Tampak di kursi depan dari kiri ke kanan Gus Barra ( H.Muhammad Al-Barra, Lc.M.Hum ) Putra sulung Prof.DR. KH. Asep Syaifuddin Chalim, MAg sedang berpidato, KH.Adnan Anwar, KH.Mun’in DZ masing-masing sebagai Instruktur/Mentor dari PBNU Jakarta, KH.Asep dan H.Shobirin Ketua Korda Relawan Bekisar Ikbar bertempat di Guest House Institut KH.Abdul Chalim Jl,Tirtowening Bendungan Jati Pacet Mojokerto. (18/7/2020).

Mojokerto,oposisinews.co.id – Tidak tanggung-tanggung untuk memiliki Tim Sukses yang tangguh, kuat, solid dan dapat bekerja dengan baik Relawan Bekisar Ikbar mendatangkan dua orang Mentor dari PBNU Jakarta yaitu KH.Adnan Anwar dan KH.Mun’in DZ untuk memberikan pemantapan atau pelatihan kepada para Kader Bekisar (Bela Kyai-Santri) Ikbar (Ikfina-Barra).

Pelatihan dilakukan dua sesion , Sabtu - Mingggu ( Ahad ) . Untuk hari , Sabtu 18 Juli 2020 jam 08.00 Wib – 11.00 Wib gelombang pertama menhadirkan tidak kurang dari 700 orang kader Bekisar yang terdiri dari Korcam, Kordes dan Baret (Barisan RT) dari kecamatan wilayah kawedanan Jabung meliputi kecamatan Trawas, Pacet, Gondang dan Jatirejo.

Gelombang Kedua jam 13.00 Wib – 16.00 Wib kader dari wilayah Kawedanan Mojosari meliputi Kecamatan Ngoro, Pungging, Mojosari, Kutorejo dan Dlanggu. Sedang untuk besuk Ahad, 19 Juli 2020 jam pagi Wilayah Kawedanan Kota dan jam siang wilayah Kawedanan Mojokasri. Demikian yang disampaikan oleh H.Shobirin ketua Korda Relawan Bekisar Ikbar.(18/7/2020).

Pembinaan dan Pelatihan Relawan Bekisar Ikbar tersebut dekemas dalam acara Silaturahim Kader Bekisar Ikbar dan Istighotsah Kubro Memotong Mata Rantai Covid-19. Bertempat di Guest House Kampus Institut KH.Abdul Khalim jalan Titowening Bendungan Jati Pacet Mojokerto.

Dalam sambutannya Gus Barra mengatakan ; “Kita namakan relawan ini dengan nama Bekisar, karena Bekisar itu ayam mewah yang hanya dimiliki oleh para petinggi-petinggi dan pejabat-pejabat. Oleh karena itu nilai filosofi  ini harus dijaga bahwasanya kita ini  sedang merawat, meramu ketinggian para ulama dan kemulyaan para ulama-ulama tersebut “.

Motivasi kita selalu dekat dengan ulama terus didampingi ulama dalam perjuangan. Ingat sejarah Muhammad Al-Faqih dalam keberhasilannya menhancurkan dan meluluh-lantakkan kerajaan besar  tiada tanding  Konstantinopel. Dianggakat menjadi raja pada umur 12 tahun dan baru berhasil mengalahkan Konstantinopel pada umur 21 tahun jadi butuh waktu 9 tahun untuk mempersiapkannya. Dari para ulama beliau mendapat pelajaran, penggemblengan dalam berbagai ilmu agama, pengetahuan dan politik. Dalam serangan pertama gagal, kalah telah separuh lebih pasukannya wafat perbekalan habis ludes.

Patah semangat rasanya, akan tetapi para ulama yang mendampingi beliau terus memberikan semangat dan nasehat bahwa Kamu Muhammad Al-Faqih pasti menang, kamulah yang dijanjikan oleh Rasulullah sebagai pemimpn yang terbaik dan memeliki pasukan yang baik dan kuat yang bakal mengalahkan Konstantinopel.
Dengan nasehat dan bimbingan  Para ulama akhirnya Muhammad Al-Faqih bisa memiliki pasukan yang terbaik dan kuat serta semangat tinggi sebagai pemimpin yang kemudian berhasil menghancurkan Konstantinopel. Demikian sambung Gus Barra dalam sambutannya.

“ Kami mohon kepada para kyai untuk memberikan pemantapan kepada kader Relawan Bekisar mulai dari Korda, Korcam, Kordes dan Baret. Kami sudah berada di track yang benar, sesuai dengan syariat, kami tidak pernah melanggar syariat, kami tidak melakukan black campaign, tidak pernah melakukan fitnah. Tujuan kami hanya untuk Mojokerto yang maju, adil dan makmur”, pungkas Gus Barra.

Tampil dalam sesi pertama pemantapan Relawan Bekisar, KH. Adnan Anwar mentor dari PBNU ini menyampaikan motivasi umum dan penekanan disana-sini.

 “Saudara harus sungguh sungguh dalam memperjuangkan kemenangan Gus Barra. Karena Gus Barra ini telah memenuhi 9 matriks syarat pemimpin diantara punya peradaban, visi dan misi, sanadnya nyambung, dimulai perjuangan dengan istighotsah termasuk menggunakan cara-cara Ahli sunnah waljamaah an-Nahdyiyah”, tutur Kyai Adnan.

Lebih jauh Kyai Adnan memotivasi banyak hal diantaranya kalau ingin berjuang dan menang jangan takut mati. Sebab kalau mati istri dan anak-anak sampean akan diramut oleh kader Bekisar yang lain. Jangan takut miskin, wong belum pernah kaya kok takut miskin. Jangan takut kalah, wong belum pernah nyalon.

Tiru pak Jokowi itu, walau orangnya biasa-biasa saja tapi berhasil menjadi Presiden di Negara yang mayoritasnya ummat Islam. Ini luar biasa. Rahasianya adalah karena pak Jokowi itu berani dan punya nyali. Jadi kalaiu ingin jagonya menang ya Saudara Tim Suksesnya harus berani dan punya nyali.

Ingat saudara sekarang berada di Mojokerto. Berada di kerajaan Majapahit, punjernya Nusantara. Kenapa Majapahit bisa menguasai Nusantara, ya karena orang-orang Majapahit itu terkenal berani. Demikian akhir pemantapan yang diberikan oleh KH.Adnan Anwar.

Kyai Mun’in DZ dalam memerikan pemabtapan juga banyak memberikan motivasi secara umum kepada para peserta.  Diantara Beliau mengatakan : “Ada tiga syarat jika ingin mendapatkan kemenangan dalam perjuangan.

Pertama Harus Percaya Bahwa Allah bersama kita  (Innallah ma’ana), kedua Punya amalan, do’a bersama, istighotsah dan ketiga Memilih hari yang baik, hari yang berkah bukan hari naas, jadi perlu mengenal adat orang jawa yaitu Nogo dino”.

Harus on the track misi dan visinya sesuai dengan petunjuk Allah Swt. Harus Yaqin dengan kemenangan, punya management yang baik dalam organisai tim sukses, harus berani meanggung segala resiko. Demikin diantaranya paparan yang disampaikan KH.Mun’in DZ.

Selanjutnya Prof.DR.KH.Asep Syaifuddin Chalim, MAg memimpin istoghosah membaca dzikir-dzikir tertentu sesuai dengan naskah Istighotsah yang dibagikan kepada hadlirin untuk memotong mata rantai Covid-19.

Do’a disampaikan oleh KH.Abdul Adhim  Alwi, Ketua PC NU Kabupaten Mojokerto. Sebelum menyampaikan do’a beliau memberikan ilmu sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an bahwa berjuang itu atau jihad fisabilillah itu dengan bi anwal atau dengan harta benda, dengan kekayaan dahulu. Baru kemudian dengan anfus atau dengan jiwa raga. Beliau mensitir ayat Al-Quran Surat At-Taubah ayat 41 :

ٱنفِرُوا۟ خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَٰهِدُوا۟ بِأَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Arab-Latin:
Infirụ khifāfaw wa ṡiqālaw wa jāhidụ bi`amwālikum wa anfusikum fī sabīlillāh, żālikum khairul lakum ing kuntum ta'lamụn

Terjemah Arti:
Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

Dalam sesi wawancara dengan awak berbagai media Kyai Asep mengatakan : “Target suara yang bisa didapat dari Bekisar ini sebesar 800.000 suara, dengan catatan per RT sekitar 100 suara”.

Konsep mencegah dan memberantas korupsi di pemerintah daerah jika Ikbar menang adalah memulai dari Bupati dan wakil bupatinya harus baik dan bersih, tidak ada fee feean proyek, tidak ada mutasi pakai bayar, tidak ada upeti dari kepala OPD kepada Buapti dan Wakilnya dan tidak ada sponsor-sponsoran. Sehingga para karyawan dan pimpinannya enak dan nyaman dalam bekerja tanpa beban atau gangguan yang tidak perlu. Denikian jelas Kyai Asep.

“Saya punya keinginan kalau nanti Ikbar menang maka Mojokerto menjadi kabupaten yang terbaik, dapat menjadi contoh yang baik dalam pemerintahan bagi daerah-daerah yang lain di Jawa Timur bahkan diseluruh Indonesia”, pungkas Kyai Asep. (lyn).
Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon