Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Angka Tingkat Penularan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo Turun

Angka Tingkat Penularan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo Turun

Written By BBG Publizer on Rabu, 29 Juli 2020 | 19.41

Sidoarjo,OposisiNews.co.id - Tim Advokasi dan Surveilans Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya mengungkapkan Rate of Transmission (Rt) atau angka tingkat penularan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo mengalami penurunan. Namun kondisi Covid-19 masih belum terkendali. Hal tersebut disampaikan Inisiator Tim Advokasi dan Surveilans  Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya dr. Windhu Purnomo saat menemui Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin SH di pendopo Delta Wibawa, Rabu, 29/7/2020.

dr. Windhu mengungkapkan Rt Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo selama 6 hari berturut-turut turun sampai dibawah 1. Hari ini sudah mencapai 0,5. Hal tersebut masih harus diamati konsistensinya sampai 14 hari kedepan secara berturut-turut. Apakah tetap stabil atau tidak. Dari hasil kajiannya, peta epidemi Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo sendiri masih sangat dinamis. Pada Minggu ini Kabupaten Sidoarjo naik kembali pada tingkat resiko tinggi (merah) penyebaran Covid-19. Meski sebelumnya selama satu minggu sempat turun berada pada resiko sedang (orange). 

“Secara umum di Kabupaten Sidoarjo wabah pandemi Covid-19 masih belum terkendali meskipun ada satu dua indikator epidemiologi yang memberi harapan,”ucapnya mengambil kesimpulan hasil kajiannya bersama timnya.

Sementara itu Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin berharap Rt Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo dapat tetap bertahan. Minimal 14 hari kedepan akan tetap sama. Dirinya mengatakan tingkat kesembuhan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo juga mencapai 59 persen.  Sedangkan angka kematian 6 persen. Dengan keadaan seperti ini ucap Wabup, upaya pencegahan penularan Covid-19 akan terus dilakukan. Patroli tetap dilaksanakan. Begitu juga dengan keberadaan kampung tangguh akan terus digiatkan. Diperkuat bahkan kalau perlu diperluas. Dan yang terpenting protokol kesehatan diangkat tinggi-tinggi. 

Wabup juga meminta perayaan idul adha bisa dimanage dengan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Untuk itu dirinya berharap pelaksanaan sholat idul adha tidak difokuskan di masjid desa saja. Masyarakat dapat memanfaatkan keberadaan mushola maupun lapangan. Tujuannya untuk memecah kerumunan masyarakat yang akan melaksanakan sholat idul adha. Begitu pula dengan pembagian daging kurban. Wabup meminta pembagian daging kurban dilakukan langsung oleh panitia kurban dengan datang langsung kerumah penerima.

“Untuk idul adha jangan menumpuk, mengumpul di masjid besar di desa, tetapi menggunakan mushola, surau, langgar, lapangan dan sebagainya sehinggga masyarakat tidak berkumpul disatu masjid, itu harapan saya dan protokol kesehatan harus tetap dijaga,”pintanya. 

Wabup juga meminta untuk sementara ini jamaah tidak melakukan jabat tangan usai melaksanakan solat idul adha.Takbir keliling juga diminta sementara tidak dilakukan. Cukup dilakukan di masjid atau musholah dengan tidak terlalu banyak orang. 

“Ini harus kita jaga jangan sampai RT kita nanti setelah idul adha justru akan naik maka akan mengulangi lagi, berat lagi kita, itu yang terpenting,”ucapnya. 

Terkait pelaksanaan Pilkades (pemilihan kepala desa), Pemkab Sidoarjo akan berusaha untuk melaksanakan bulan September tahun ini. Namun pelaksanaannya tidak tanggal 6 Sepetember seperti yang kemarin dijanjikan. Namun dirinya memastikan pelaksanaannya sebelum tanggal 20 September. Hal tersebut sesuai petunjuk Kapolresta Sidoarjo agar pelaksanaan Pilkades tidak diatas tanggal 20 September.

“Itu akan kami laksanakan,”ucapnya.

Namun Wabup meminta seluruh masyarakat maupun calon kades jangan hanya bisa meminta untuk segera dilaksanakan Pilkades. Namun semua diharapkan konsekuen untuk menerapkan protokol kesehatan saat pelaksanaan Pilkades dimasa pandemi Covid-19 saat ini. Dengan begitu perkembangan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo akan tetap landai.

“Kami juga ingin bantuan dari seluruh masyarakat, jangan menuntut segera-segera tetapi tidak melakukan apa-apa, inshaalloh Pilkadesnya akan kami laksanakan pada bulan September,”ujarnya. (Bg).
Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon