Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Mesin PCR akan ada di Sidoarjo Hingga Covid 19 Tuntas

Mesin PCR akan ada di Sidoarjo Hingga Covid 19 Tuntas

Written By BBG Publizer on Kamis, 18 Juni 2020 | 17.20

Sidoarjo,OposisiNews.co.id -Masyarakat Sidoarjo kini tidak perlu resah jika ingin melakukan rapid test dan pengambilan Swab, karena Pemkab Sidoarjo menyediakannya secara gratis.
Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin selaku Ketua Gugus Tugas Kabupaten Sidoarjo me-launching Polymerase Chain Reaction (PCR) mobile, di Parkir Barat GOR Delta Sidoarjo.kamis, 18/6/2020.

Kepala Dinas Kesehatan, dr. Syaf Satriawan, mengungkapkan bahwa alat PCR ini sudah datang 13 hari yang lalu kiriman dari BPBD Provinsi Jawa Timur atas gagasan dari Kapolresta Sidoarjo.
Mesin PCR yang datang dalam bentuk 3 buah container, dan kami memilih tempat yang leluasa yaitu di GOR ini.
Untuk operasionalisasinya semua ditanggung oleh vendor, jadi Pemkab tidak mengeluarkan biaya apa pun, dan untuk tim dokter yang menangani juga sudah terbentuk mulai besok sudah bisa melaksanakan tes swab dan hasilnya pun tidak menunggu lama,” jelasnya.

Masih menurut dr. syaf, saat ini ada sekitar 438 orang yang posisinya menunggu tes swab, 215 orang menunggu tes swab 1 dan 2, serta 223 orang menunggu tes swab 3 dan 4, ini yang kita utamakan dulu.
Dengan adanya mesin PCR di GOR ini dan nanti juga akan dibantu mesin PCR juga dari RSUD Sidoarjo, kedepan masyarakat sidoarjo tidak perlu dirapid test tapi bisa langsung di swab dan tidak ada lagi keluh kesah dari masyarakat,” sambungnya.
Swab dengan alat ini hasilnya lebih kurang 2 hari, dan alat ini berada disini sampai tuntas covid di sidoarjo.

“Jadi dengan alat ini kami ingin mengukur tingkat kesembuhan, dan saya yakin dengan tes swab ini angka kesembuhan akan meningkat tajam walaupun pada akhirnya yang confirm akan sedikit bertambah,” harapnya.
Sementara Ketua Gugus Tugas Kabupaten Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin mengutarakan, dengan adanya alat ini hasil tes swabnya semakin cepat, secara otomatis penanganan setelah swab ini juga harus tertangani dengan cepat. Untuk itu langkah kuratif harus lebih kita kuatkan lagi.
Ini akan sedikit menyelesaikan permasalahan yang ada selama ini swab menunggu selama lebih dari 1 minggu, namun kalau swab ini cepat maka langkah penanganannya juga lebih cepat lagi,” jelasnya.

Fenomena ini seperti gunung es, jika kita melakukan swab secara masif, jumlah confirm akan semakin naik, dan kalau kita ketahui jumlah sebaran sebenarnya maka penanganannya akan  lebih cepat.  (Bg)
Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon