Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Kampung Tangguh Desa Sidomulyo Madiun, Zero Covid-19

Kampung Tangguh Desa Sidomulyo Madiun, Zero Covid-19

Written By BBG Publizer on Jumat, 12 Juni 2020 | 12.31

Penyerahan sembako secara simbolis oleh TNI dan Polri didamping Kds Sidomulu .
Madiun, Oposisinews.co.id - Keberhasilan Pemerintah Desa Sidomulyo Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun yang berhasil memutus penyebaran sekaligus pencegahan wabah virus corona , kini sandang predikat Desa Tangguh Nusantara

H.Setyo Margono
Kds Sidomulyo
Kepala Desa Sidomulyo Drs H Setyo Margono, keberhasilan pemerintah desa menekan angka orang positif covid-19 menjadi Zero sebagai wujud peran serta Warga yang Proaktif melaporkan diri ke Relawan Gugus tugas di Balai Desa Sidomulyo.

Tentunya semua tidak lepas dari komitmen dan keseriusan tiga pilar  TNI- Polri, BPBD dan Satuan Gugus Tugas Penangulangan dan Penyebaran Cobid-19 dari Pemerintah Kabupaten Madiun." Selama pandemi virus corono 3 pilar desa Sidomulyo sipakan kurang lebih 81 personil untuk menjaga dan memutus rantai penyebaran Covid-19 ", ujar kades.

Dalam kawasan kampung tangguh di Desa Sidomulyo tetap menerapkan langkah-langkah protokol kesehatan Covid-19. Salah satunya yaitu tempat cuci tangan , ruang isolasi, Dapur Umum dan Lumbung Pangan.

Pantauan Oposisinews.co.id ,Setyo Margono mengatakan , " Untuk menjadi Desa Zero Covid-19 dengan status desa tangguh nusantara. Kita ( pemdes Sidomulyo.red ) siapkan bantuan sembako dan membuka kran donasi serta peran peduli warga mampu dan perangkat desa untuk berdonasi pada masyarakat tidak mampu / membutuhkan pasca Covid 19

"Baik bantuan dari Tinggkat Pusat, Propinsi, Daerah,  Desa sendiri juga menyiapkan bantuan yang dikumpulkan dari donasi dan didata oleh bendahara Desa Tangguh Nusantara.

Kurang lebih 695 Kepala Keluarga mendapatkan bantuan di Desa Sidomulyo. Sementara untuk BLT DD kita memanfatkan ketua RT, jadi semua penerima bantuan merupakn usulan dari Ketua Rukun Tetangga (RT) Sehingg bisa tepat sasaran.

Sementara bantuan dari Pusat tidak mendasar data dari desa, melainkan dari Data Bes. Sehingga penerima bantuan yang dulunya memang orang miskin dengan berjalanya waktu mereka sekatang sudah menjadi kaya. Sehingga tidak tepat sasaran.

Harapan kita sebagai kepala desa, kedepan data penerima bantuan datanya dari desa. Data merupakan usulan dari tingkat RT sehingga datanya bisa valit dan tepat sasaran. (As)

Reporter.Agus
Editor 
Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon