Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Adanya Kampung Tangguh, Forkopimda Sidoarjo Harapkan Gotong Royong

Adanya Kampung Tangguh, Forkopimda Sidoarjo Harapkan Gotong Royong

Written By BBG Publizer on Jumat, 19 Juni 2020 | 09.28

Sidoarjo ,OposisiNews.co.id -Upaya gotong rotong warga dalam menciptakan ketangguhan wilayahnya melawan Virus Covid-19 patut diapresiasi. Dari beberapa Kampung Tangguh yang sudah terbentuk, terbukti ampuh menangkal penyebaran virus tersebut.

Seperti halnya yang tergambar saat Forkopimda Sidoarjo hadir dalam peluncuran Kampung Tangguh Desa Bendotretek dan Jati Alun-alun, Prambon, Sidoarjo, Kamis 18/6/2020 malam.

Wakil Bupati Sidoarjo bersama Kapolresta Sidoarjo dan Dandim 0816 Sidoarjo, melihat langsung bagaimana upaya warga setempat dalam membentuk ketangguhan melawan Covid-19. Yakni dengan adanya Poskesdes (Pos Kesehatan Desa), koperasi desa, lumbung pangan, panel data dampak Covid-19, pos ceck point, hingga adanya satgas-satgas Kampung Tangguh.

Wabup Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin menyampaikan, bahwa pemerintah bersama TNI-Polri sangat mendukung upaya warga dalam membentuk Kampung Tangguh. Tujuannya adalah wilayah kita semakin kuat, semakin tangguh, serta guyub dalam gotong royong di tengah pandemi Covid-19.

“Karenanya kami mengajak masyarakat agar satu persepsi, meneruskan kampung tangguh ini meskipun nanti sudah tidak adanya Covid-19. Karena kegotongroyongan itu sangat penting dijaga baik di wilayah desa dan perkotaan,” himbau Cak Nur.

Hal senada juga disampaikan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji, Kampung Tangguh Semeru baginya adalah program sangat bagus untuk mewujudkan ketangguhan segala aspek. Tidak hanya tangguh kesehatan, keamanan, pangan, namun juga banyak ketangguhan yang dapat diciptakan dari adanya kampung tangguh ini.

Begitu pula Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf. Muhammad Iswan Nusi, satu hal yang membanggakan dalam Kampung Tangguh di desa-desa ini adalah kegotongroyongan serta keguyuban warga dalam menjaga wilayahnya. Inilah yang harus terus lestari agar tetap ada, jadi tidak hanya ada saat pandemi Covid-19 saja.(bg)
Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon