Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » 30 Persen Dana Desa Untuk BLT

30 Persen Dana Desa Untuk BLT

Written By BBG Publizer on Rabu, 20 Mei 2020 | 14.42

Sidoarjo,OposisiNews.co.id - 30 persen dana desa 2020 bakal dialokasikan untuk warga tidak mampu yang terdampak Covid-19. Bentuknya berupa Bantuan Lansung Tunai Dana Desa (BLT-DD) sebesar Rp. 600 ribu per jiwa. BLT-DD diberikan selama tiga bulan. Seperti yang disalurkan Desa Ketimang Kecamatan Wonoayu. Ada 99 orang penerima BLT-DD tersebut.

Siang tadi, penyaluran BLT-DD dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin SH di kantor Desa Ketimang,  Kedatangannya juga ingin memastikan penyaluran BLT-DD di desa tersebut berjalan lancar. Wabup mengatakan besaran anggaran BLT-DD dimasing-masing desa tidak sama. Pasalnya dana desa disetiap desa berbeda. Tetapi yang pasti 30 persen dana desa dipergunakan untuk BLT-DD penanganan dampak Covid-19.selasa ,19/5/2020.

"30 persen dana desa diambil untuk BLT, namun bervariasi sesuai besar kecilnya dana desa masing-masing desa,"ucapnya.

Wabup menghimbau kepada masyarakat agar bersabar bila belum mendapatkan bantuan. Jangan kuatir tidak mendapatkan bantuan selama masa pandemi Covid-19 kali ini.  Banyak bantuan yang akan diberikan. Bantuan tidak hanya dari dana desa saja. Namun masih banyak sumber bantuan lainnya. Seperti Bantuan Sosial Tunai (BST) maupun bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementrian Sosial RI. Selain itu ada bantuan sembako dari propinsi maupun  dari Kabupaten Sidoarjo.

"Ada BLT dana desa, ada BST Kemensos, selain itu ada dari propinsi dan kabupaten. Oleh karena itu masyarakat harus tenang, sabar, kalau tidak masuk di Kemensos masuk di dana desa, kalau tidak masuk di dana desa masuk di propinsi atau daerah,"ujarnya.

Wabup yang akrab dipanggil Cak Nur tersebut mengungkapkan sekitar 60 persen dari jumlah KK (Kepala Keluarga) yang ada di Kabupaten Sidoarjo akan menerima bantuan. Dirinya menginstruksikan data penerima bantuan lebih transparan dan akuntabel. Data tersebut dapat dipampang di kantor desa. Dengan begitu akan dapat diketahui siapa saja penerima bantuan selama ini.

"Datanya harus transparan ditaruh dibalai desa sehingga masyarakat dapat melihat,"ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut Wabup H.Nur Ahmad Syaifuddin juga menyerahkan bantuan Sembako. Ada 40 Sembako yang dibawanya. Bantuan tersebut berasal dari BPBD Sidoarjo. (Bg)
Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon