Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Kaum Millineal Watu Tinatah , Jemput Bola Bagikan 1000 Masker ' Gratis ' Pada Warga

Kaum Millineal Watu Tinatah , Jemput Bola Bagikan 1000 Masker ' Gratis ' Pada Warga

Written By BBG Publizer on Jumat, 10 April 2020 | 17.51

Bagi -bagi masker gratis oleh Kaum Melineal muda Watu Tinatah , Jumat 10/04/2020
Ngawi,OposisiNews.Co.Id - Memasuki masa PSBB yang diintruksikan pemerintah mulai tanggal 10-12 April 2020 sebagai upaya masif memutus mata rantai penyebaran edemik Coronavirus Disease (COVID-19), senjumlah relawan desa Gembol Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi lakukan giat sosial ditengah masyarakat.

Dengan bermasker warga
Watu Tinatah kembali
Bisa bertegur sapa
Sejumlah anak muda yang acap kali dituding sebagai kambing hitam yang berpotensi sebagai perantara penyebaran virus Corona sebagai dampak aktifitasnya yang lebih aktif diluar rumah dan interaksi sosial dibanding usia lanjut ,dibawah besutan Haryo Kardinto , Mantan Dewan DPRD Ngawi dari partai Demokrat para kaum melineal muda dusun Watutinatah desa Gembol diketuk rasa saling peduli dan menyayangi sesama melalui gerakan bagi-bagi masker gratis pada warga desa.

" Kegiatan sosial hari ini semata-mata memupuk rasa saling memiliki , menyayangi sesama dikondisi merebaknya edemik Covid19 yang sudah mulai mengancam kesehatan warga khususnya masyarakat pinggiran dan perbatasan propensi. ( Jawa timur-Jawa tengah ) yang rentan terpapar virus corona " , ujar H.Kardinto.

Tua-muda warga dusun Watu
Tinatah pakai masker
" Agenda yang kebetulan dihari Jumat ini semoga membawa berkah pada semua. Hari ini kaum melineal muda Watu Tinatah membagikan 1000 masker 'Gratis' secara jemput bola ( dari rumah ke rumah ) dengan harapan lebih efektif sesuai sasaran dan sedikit memberikan presentasi bagi warga yang kerap kurang mengetahui dampak , gejala dan tanda-tanda terjangkit virus Corona serta langkah antisipasinya. bahkan tidak sedikit warga yang mengabaikannya karena minimnya sosialisasi pemerintah desa maupun dinas ditingkat bawah ( pinggiran ) ", ungkapnya.

" 1000 masker yang terbagikan hari ini sebenarnya masih jauh dari mencukupi kebutuhan kesehatan warga saat ini , karena jumlah warga desa Gembol diperkirakan 4000 jiwa lebih, tapi semua harus dilakukan lebih baik kurang dari pada tidak sama sekali karena keterbatasan donatur hanya mengandalkan kemampuan saya secara pribadi sebagai orang yang pernah diberi amanah warga menjadi wakil rakyat , insyaallah semua saya lakukan iklas dari lubuk hati terdalam dan memanggil saya untuk hadir ditengah masyarakat Gembol khususnya Watutinatah ", imbuhnya.

Kemanakah Pemerintah Desa Gembol , Apa yang sudah dilakukan dalam penanggulangan dan antisipasi merebaknya Covid19 ?

" Untuk kegiatan sosial bagi-bagi masker sebelum pelaksanaan saya selaku penanggung jawab kegiatan kaum melineal muda Watutinatah sudah koordinasikan pada Kepala Desa ( Parwi ) melalui telpon selulernya , namun sampai saat kegiatan belum dikonfirmasikan terpaksa kegiatan dilaksanakan tanpa persetujuan Kepala Desa ", Kata Dinto.

" Informasi sementara pihak desa sudah bergerak melakukan antisipasi Corona , seperti penyemprotan ditempat-tempat strategis , pendataan warga pendatang dan pemasangan baleho bahaya Corona " , Tutupnya.

Senyum warga tampak
Mesti terhalang masker
Pasca pembagian masker
Gratis Kaum Milenial Muda
Sementara salah satu warga Watu Tinatah yang sempat ditemui OposisiNews mengatakan , " Pembagian masker oleh mas Dinto dan teman-temannya sangat bermanfaat untuk kami , karena sejak ramai diperbincangkan Corona rata-rata warga sini susah mencari masker ( langka ) dan membuat warga cemas untuk melakukan aktifitas ".

" Sementara untuk desa sudah menginformasikan bahaya Corona dan penyemprotan disinfeksitan dan rencana akan ada pembagian sabun gratis hanya hingga sekarang belum ada realisasi . Dengan dibagikannya masker gratis membuat lega warga , minimal bisa bertegur sapa dengan tetangga tanpa ada kekwatiran terkena air liurnya , intinya bisa untuk saling menjaga dan warga butuh pemimpin yang nyata dalam bertindak , mengayomi dan melindungi warganya bukan janji serta selogan", ucap Warsini ( nama samaran ) warga Watu Tinatah.( AJB )
Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon