Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sidoarjo Kembali Terima Bantuan

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sidoarjo Kembali Terima Bantuan

Written By BBG Publizer on Kamis, 23 April 2020 | 16.10

Sidoarjo,OposisiNews.co.id - Bantuan APD (Alat Pelindung Diri) serta makanan sehat dan vitamin diterima Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sidoarjo dari kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sidoarjo, Bantuan diterima langsung oleh Ketua  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sidoarjo yang juga Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin SH dari Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sidoarjo Muhyidin di Posko Informasi Covid-19 Kabupaten Sidoarjo yang berada di pendopo Delta Wibawa.kamis, 23/4/2020.

Wabup H. Nur Ahmad Syaifuddin menyambut baik kepedulian yang ditunjukkan Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sidoarjo. Dikatakannya bantuan semua pihak sangat dibutuhkan dalam situasi seperti ini. Bantuan tersebut akan sangat meringankan masyarakat yang terdampak Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo. Dikatakannya dirinya siap menerima dan menyalurkan bantuan dari pihak lain. Penyalurannya akan dilakukan secara transparan. Bantuan berupa apapun akan diterimanya.

Wabup yang akrab dipanggil Cak Nur tersebut mengatakan dibutuhkan kerja bersama dalam menghadapi pandemik seperti ini. Bergandeng tangan dengan semua pihak khususnya pihak swasta harus dilakukan. Karena menurutnya pandemik Covid-19 merupakan masalah yang besar. Dampak yang di timbulkan akibat pandemik Covid-19 seperti ini sangat besar. Oleh karena itu dibutuhkan kerjasama dari semua pihak untuk bersama-sama mengatasinya.

Wabup mengatakan mata rantai penyebaran Covid-19 harus segera diputus. Kalau tidak, dampak yang di timbulkan akan menjadi sangat luas. Salah satu dampaknya adalah perekonomian. Oleh karena itu Pemkab Sidoarjo siap menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Penerapan PSBB diharapkan dapat membendung penyebaran virus korona tersebut. Salah satunya dengan cara merubah prilaku kehidupan masyarakat untuk lebih tertib menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus korona dari pemerintah. Dengan sangsi pelanggaran yang diterapkan saat PSBB diberlakukan diharapkan masyarakat patuh terhadap SOP (Standar Operasional Prosedur) kesehatan yang ada.

“Harapan kami dengan PSBB ini prilaku masyarakat benar-benar tertib sesuai dengan SOP yang ada untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo,”ucapnya.

Wabup H. Nur Ahmad Syaifuddin juga mengatakan pihaknya terus berupaya menekan serendah mungkin dampak ekonomi dari pendemi Covid-19. Khususnya di bidang industri. Dikatakannya saat ini Peraturan Bupati/Perbup pemberlakuan PSBB  masih dirumuskan sembari menunggu Peraturan Gubernur/Pergub turun. Setelah Pergub disahkan lanjut Wabup, finalisasi Perbup pemberlakuan PSBB  akan dilakukan.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sidoarjo Muhyidin berharap bantuan yang diserahkan dapat bermanfaat bagi petugas medis maupun masyarakat. Dikatakannya  bantuan tersebut berasal dari dana sukarela karyawan BPJS Ketenagakerjaan  Cabang Sidoarjo. Muhyidin juga mengatakan BPJS Ketenagakerjaan  Cabang Sidoarjo juga memberikan bantuan Sembako kepada masyarakat disekitar kantornya. Sekitar 50 paket Sembako diberikan langsung kepada masyarakat terdampak Covid-19.

Muhyidin juga mengatakan BPJS Ketenagakerjaan  juga siap memberikan bantuan perlindungan bagi relawan Covid-19. Ada dua program bantuan perlindungan yang diberikan. Yakni program jaminan kecelakaan kerja dan program jaminan kematian. Kesemua program tersebut akan diberikan secara gratis kepada relawan Covid-19. Relawan akan mendapat santunan sama seperti para pekerja bila mengalami hal-hal yang tidak di inginkan. Seperti kecelakaan kerja bahkan sampai meninggal dunia.

“Ini akan kita berikan gratis ke teman-teman relawan sehingga kalau terjadi resiko-resiko misalnya kecelakaan kerja pada saat menjalankan aktivitas sebagai relawan atau sampai meninggal dunia itu menjadi kewajiban kami untuk memberikan perlindungan, sama seperti perlindungan yang diberikan kepada teman-teman pekerja yang sebelumnya ikut program di BPJS Ketenagakerjaan,”ucapnya. (Bg)
Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon