Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » DAMPAK COVID-19, BILA TIDAK HATI-HATI BISA BLUNDER

DAMPAK COVID-19, BILA TIDAK HATI-HATI BISA BLUNDER

Written By BBG Publizer on Rabu, 08 April 2020 | 17.20

Oleh: Budi Hantara

OposisiNews.Co.Id- Pandemi Corona benar-benar mengguncang dunia. Bukan sekadar persoalan bidang kesehatan yang berantakan. Dampak sosial dan ekonomi sudah sangat mencekam. Tidak hanya golongan ekonomi lemah yang menjerit. Para pengusaha besar pun banyak yang terancam gulung tikar. Bila hal itu terjadi berarti akan banyak perusahaan yang mengurangi jumlah tenaga kerja. Maka jumlah  pengangguran akan semakin meningkat. Tentunya masih panjang rentetan persoalan yang akan terjadi.

Berbagai upaya memutus rantai penyebaran wabah Corona/Virus Covid-19 telah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat. Namun akar masalahnya belum bisa diselesaikan. Berarti ancaman belum berakhir. Kecemasan mulai menghantui semua orang. Bila kecemasan menghantui kita akan memperburuk keadaan. Bisa mengurangi imunitas atau daya kekebalan tubuh dan bisa menyebabkan salah mengambil keputusan yang berakibat fatal (blunder).

Semua pihak harus tetap tenang dan mengikuti protokol kesehatan serta berpikir positip. Keputusan apapun perlu dipikirkan secara matang supaya tidak menjadi blunder. Baik Pemerintah, Lembaga/Perusahasn Swasta dan Masyarakat secara pribadi harus hati-hati mengambil kebijakan supaya tidak blunder. Setiap kebijakan yang dibuat pasti bertujuan baik, tetapi harus disadari bahwa dalam pelaksanaannya bisa menimbulkan pro kontra. Terutama bila melanggar prinsip keadilan. Contoh kebijakan pemerintah menghapuskan tunjangan (THR dan atau Gaji ke 13) untuk ASN Golongan IV. Tujuannya bagus sebagai wujud solidaritas. Tetapi apakah tidak lebih adil bila berlaku untuk semua golongan. Bila dihapuskan dirasakan berat bisa dengan cara menggunakan model prosentase. Semua golongan dipotong sekian persen sehingga semua ASN ikut berpartisipasi menunjukkan solidaritas terhadap nasib saudara sebangsa dan setanah air. Solidaritas perlu dibangun secara adil dan menyeluruh. Jangan takut resiko karena semua bisa dikalkulasi.

Lembaga/Perusahaan Swasta dan Masyarakat secara pribadi juga harus hati-hati mengambil keputusan supaya tidak blunder. Banyak pertimbangan yang harus dipegang. Misalnya Perusahaan Swasta merumahkan atau mengurangi jumlah karyawan karena produktivitas menurun. Secara management, keputusan tersebut bisa dipahami, tetapi bagaimana dampaknya. Karyawan yang kehilangan pekerjaan akan mengalami masalah ekonomi dan sosial yang berat. Tidak hanya berhenti pada karyawan yang bersangkutan tetapi berdampak luas pada keluarga dan masyarakat secara luas. Mungkin lebih baik bila dilakukan pengurangan jam kerja. Karyawan masuk kerja secara bergilir. Hal ini sesuai anjuran untuk melakukan social distancing dan physical distancing.

Masyarakat secara pribadi juga harus bijaksana mengambil keputusan supaya ikut berperan mengatasi masalah bangsa. Jangan malah melakukan blunder sehingga menambah masalah. Misalnya karena menganggap bahwa pasien Covid-19 itu sumber penularan, kemudian mengambil tindakan untuk mengucilkan. Pasien perlu perhatian dan bantuan untuk sembuh. Bukan malah mengajak orang lain untuk mengucilkan. "Jauhi penyakitnya bukan orangnya". Rasa solidaritas sesama makhluk sosial justru harus dibangun. Jangan karena alasan takut tertular kemudian memprovokasi orang lain untuk menjauhi secara ekstrim. Bahkan sampai ada yang tega menolak untuk dimakamkan di pemakaman umum. Hal semacam ini bisa melukai hati keluarga pasien dan bertentangan dengan akar budaya bangsa. Semangat gotong royong jangan sampai memudar karena kecemasan yang berlebihan.

Semoga semua pihak selalu berpikir positip dan menyadari bahwa setiap peristiwa pasti ada hikmahnya. Di balik wabah Corona pasti juga ada hikmahnya. Misalnya manusia tidak lagi berperang dengan sesama manusia tetapi sekarang bersatu menghadapi virus Covid-19. Di berbagi tempat muncul kegiatan kemanusiaan yang terpuji. (**)
Contributor berita
Ngawi, 8 April 2020
Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon