Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Minimnya Anggaran Tidak Surutkan Desa Lego Wetan Kembalikan Kemerdekaan Dan Hak Bermasyarakat Warga-Nya

Minimnya Anggaran Tidak Surutkan Desa Lego Wetan Kembalikan Kemerdekaan Dan Hak Bermasyarakat Warga-Nya

Written By BBG Publizer on Selasa, 10 Maret 2020 | 11.29

Ktr desa Lego wetan
Ngawi,OposisiNews.co.id- Selasa , 10/03/2020 Tidak seperti hari-hari biasanya, puluhan orang yang rata-rata berusia lanjut dengan tatapan mata yang kosong, bibir selalu tersenyum entah untuk siapa bahkan ada yang ngedumel kecewa tidak jelas pada siapa, mereka duduk berjajar menempati kursi - kursi yang memenuhi pendopo desa Lego Wetan , Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi. Didepan  pendopo tertera kalimat ' KAJI BANDING PROGRAM KESEHATAN JIWA POSKESWA MELATI '.

Undangan kaji banding
Kegiatan rutin triwulan Poskeswa Melati dihadiri. Docter jiwa dan Psykolog ,Progremer Poskeswa. Wito Widodo , Muspika, Babinsa Bringin , Kapolsek Bringin , KUPT Puskesmas Bringin , dr.Katon Prasetyo , pengurus POSKESWA Lego Wetan serta KUPT Puskesmas Paron, dr.Liem selaku tamu kaji banding program kesehatan Jiwa Poskeswa Melati.

Anggota Poskeswa
Apakah POSKESWA itu ? Poskeswa merupakan pos kesehatan jiwa yang menangani warga pengidap gangguan jiwa , berdiri tahun 2018 dengan jumlah anggota 27 aktif dan 20 pengurus yang tersebar dimasing-masing dusun dengan nama ' POSKESWA MELATI ' Desa Lego Wetan.

Poskewa sendiri didirikan sebagai kepanjangan program ' Forum Desa Sehat ' serta wujud kehadiran pemerintah desa Lego Wetan ditengah - tengah masyarakat yang mengidap gangguan jiwa ringan dan Poskeswa Melati sendiri merupakan satu-satunya Poskeswa di Kabupaten Ngawi.

Sebagai bukti pengakuan dari pemerintah dianugrahinya penghargaan dari Bupati Ngawi tahun 2019 sebagai desa Berpartisipasi aktif menjadi lokus / titik pantau verifikasi penilaian kabupaten / kota sehat tingkat Nasional dan Kabupaten Ngawi .

Dalam sambutannya Ida Dwi R Kades Lego Wetan , " Tujuan dari kegiatan rutin Poskeswa Lego wetan meringankan beban warga yang terganggu kesehatan jiwa , dan saya selaku kades sangat bangga dengan kader-kader puskewa yang peduli dan tidak pernah mengeluh terus berbuat baik untuk kegiatan kemanusiaan ini ''.

 " Banyak suka duka ketika desa Lego wetan terorentasi mendirikan Poskeswa melati, tidak sedikit cibiran dari desa lain yang menyakitkan namun pemerintah desa tetap konsisten maju demi kemerdekaan warganya dan mengembalikan hak warganya untuk bisa kembali hidup normal ditengah masyarakat secara normal , khusus untuk katagori ganguan jiwa berat Poskeswa Melati merujuk penderita ke RSJ melalui Dinas terkaid ", imbuh Kades Lego Wetan .

" Sejak berdiri sampai sekarang Poskeswa Melati secara kontinyu melakukan jemput bola pada warga yang terdeteksi sakit ganguan jiwa dan melakukan pertemuan 3 bulan sekali dalam contek pemeriksaan kesehatan jiwa dan pengobatan dibawah pengawasan Docter dan Psykolog dari Pemkab Ngawi, bahkan sejak berdiri Poskewa telah berhasil mengobati 5 orang anggota dari gangguan jiwa untuk bisa kembali melakukan aktifitas normal serta diterima ditengah masyarakat secara utuh, selaku kepala desa saya tidak ingin melihat dan mendengar warga saya terpasung karena mengidap ganguan jiwa seperti tahun - tahun sebelumnya ", tambahnya.

Pengobatan
" Tidak hanya pemeriksaan dan Pengobatan , anggota Poskeswa juga dilatih dan dibekali ketrampilan supaya kedepannya mandiri seperti membuat anyaman tas plastik , gantungan kunci dan fas bunga dengan harapan dapat mengisi hari-harinya dan tidak ada kesempatan untuk melamun serta berkhayal .Rata-rata yang melatar belakangi gangguan jiwa warga tekanan faktor ekonomi akibat menjada ( Janda mati ) dan Tuna Karya yang didominasi kaum Hawa  ", kata Ida Dwi Rinawati. kades.

Dari informasi masyarakat , tokoh masyarakat , BPD dan perangkat desa yang dihimpun OposisiNews , Kegiatan Poskeswa Desa Lego Wetan dibiayai oleh Dana Desa sebesar Rp 6 juta pertahun dan Dansos Keswa Donatur dari Masyarakat / perorangan . Hal itu dibenarkan oleh Ida DR. Kepala Desa Lego Wetan.

" Benar, kegiatan Poskeswa dianggarkan Rp 6 juta pertahun dan ditompang donatur warga mampu tiap kegiatan Poskeswa sementara Pemkab Ngawi melalui dinas terkaid , RSUD dan Dinkes hanya mengapu obat-obatan dan Psykolog , sebenarnya anggaran itu amat sangat minim namun desa tidak mampu berbuat lebih banyak karena ketentuan dan prosentase anggaran untuk bidang sosial yang bersumber dari Dana Desa , Jelas aturanya , " ujarnya.

Pada awak media , Kepala desa berpengharapan pada Pemerintah daerah , Propensi dan Pusat . " Mudah-mudahan program Poskeswa ini bak pepatah Gayung Bersambut Hingga Ke Tepi , pemerintah desa dengan mengadeng instasi terkaid tidak hanya bisa mengembalikan warga yang mengidap ganguan sakit jiwa namun bisa berbuat lebih untuk meminimalisir warga yang sembuh kembali sakit jiwa akibat tekanan ekonomi dampak Tuna Karya  , maka pemerintah desa Lego Wetan berharap Pemerintah sudi dan terketuk hatinya memberikan bantuan yang bersifat permanen seperti alat-alat pertukangan , kerajinan dan sarana yang dibutuhkan untuk menopang kegiatan warga mantan gangguan sakit jiwa di desa Lego Wetan tetap bisa berkarya dan berpeluang kecil untuk kembali sakit jiwa ".

Add caption
Ditiap akhir kegiatan POSKESWA Melati ditutup dengan kegiatan senam bersama DESI GAWARAT ( Deteksi Dini Ganguan Jiwa Berat ) oleh semua yang hadir dalam kegiatan ( BB )
Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon