Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Jumlah Pasien PDP Meningkat, Pemkab Sidoarjo Cari Tempat Perawatan Alternatif Selain Rumah Sakit

Jumlah Pasien PDP Meningkat, Pemkab Sidoarjo Cari Tempat Perawatan Alternatif Selain Rumah Sakit

Written By BBG Publizer on Selasa, 31 Maret 2020 | 20.13

Sidoarjo,OposisiNews.co.id - Bertambahnya jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang saat ini sudah mencapai 52 orang, dan orang dalam pantauan (ODP) yang sudah mencapai 178 orang dan yang positif 10 orang. Dari jumlah tersebut lima rumah sakit rujukan yang ditunjuk diantaranya RSUD Sidoarjo, RS. Siti Hajar, RS. Mitra Keluarga, RS. Khadijah dan RS. Anwar Medika tidak muat menampung.

“Rata-rata tiap rumah sakit rujukan hanya mampu menampung enam pasien. Selebihnya dilakukan isolasi mandiri bagi pasien PDP dengan kondisi kesehatan yang masih baik, sedangkan pasien PDP yang kondisinya rentan akan dirawat di rumah sakit rujukan. Termasuk 10 pasien yang positif saat ini sedang dalam perawatan di rumah sakit rujukan”, ujar dr. Syaf Satriawarman saat mendampingi Wabup Nur Ahmad Syaifuddin melakukan survey lokasi di Puskesmas Sidodadi Kecamatan Candi, Selasa 31/3/2020.

Pihak pemerintah daerah kabupaten Sidoarjo saat ini sedang mengupayakan tempat perawatan alternatif untuk penanganan pasien PDP yang jumlah sudah mencapai puluhan.

Ada tiga tempat yang sedang dalam pengecekan, pertama puskesmas Sidodadi kecamatan Candi. Puskesmas ini kondisinya masih baru selesai dibangun dan belum dipergunakan sama sekali. Dengan kapasitas 30 kamar yang tersedia.

Namun dari pantauan langsun dilokasi, masih banyak kekurangan yang harus dipenuhi. Diantaranya belum adanya tempat pembuangan limbah maupun tempat pemandian jenazah. Selain itu, karena lokasinya yang dekat dengan rumah pemukiman penduduk, banyak warga sekitar puskesmas yang keberatan jika pemkab berencanan menjadikan tempat perawatan bagia pasien PDP covid-19.

Alternative kedua adalah gedung mal pelayanan publik, di lokasi ini juga dinilai jauh dari standar kelayakan untuk penanganan pasien covid-19. Gedung mal pelayanan publik tidak memiliki banyak ruangan fasilitas untuk istirhat pasien.

Wabup Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin bersama dengan Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji dan Dandim 0816/Sidoarjo akhirnya menuju ke gedung balai latihan kerja (BLK) yang berlokasi di kecamatan Tulangan.
Di lokasi BLK ada satu gedung yang pakai untuk asrama dan baru selesai dibangun. Dengan kapasitas tempat 38 kamar tidur dan dua lantai. Tempat ini paling memungkinkan dipakai alternatif untuk penanganan pasien PDP Covid-19 di Sidoarjo.

Untuk pemakaian gedung milik kementerian tenaga kerja tersebut harus mendapat ijin langsung dari menteri tenaga kerja. Dalam waktu dekat ketua Satgas penganangan covid-19 pemkab Sidoarjo akan melakukan rapat dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti ijin pemakain gedung BLK Tulangan.

“Secepatnya kita rapatkan untuk mencari solusi tempat perawatan alternatif pasien PDP di Sidoarjo, salah satunya gedung BLK Tulangan ini. Tempatnya sangat memungkinkan, tapi harus mendapat ijin dulu dari menteri tenaga kerja”, ujar Wabup Nur Ahmad. (Bg)
Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon