Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Dukung Pemerintah Cegah COVID-19, Etnis Boru Gelar Ritual Hapun Angin

Dukung Pemerintah Cegah COVID-19, Etnis Boru Gelar Ritual Hapun Angin

Written By BBG Publizer on Selasa, 24 Maret 2020 | 22.06

FLOTIM, OPOSISINEWS.CO.ID- Komunitas Etnis Boru, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur mendukung Pemerintah dalam upaya menanggulangi penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) yang kini sedang mewabah di alam jagat raya. Dukungan tersebut dilakukan dengan cara menggelar ritual tolak bala yang disebut Hapun Angin, Minggu (22/3/2020).

Kepala Desa Boru, Benediktus Baran Liwu, mengatakan Ritual Hapun Angin merupakan ritual turunan komunitas adat Boru yang mempunyai nilai pendekatan spiritual antara manusia dengan Sang Pencipta serta manusia yang hidup dengan leluhur dan diyakini dapat mengusir segala sesuatu yang sifatnya mengancam keselamatan manusia, seperti wabah penyakit, dan hama pada tanaman.

"Secara budaya Boru, ritual ini dinamakan ritual Hapun Angin, diyakini dapat menghilangkan segala penyakit yang datang. Dengan ritual ini segala penyakit dapat di bawah kembali oleh air dan angin" tutur Benediktus.

Kendati telah dilakukan ritual tersebut, Benediktus menghimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu mentaati himbauan Pemerintah dengan menerapkan pola hidup sehat, kurangi aktivitas di luar rumah, menjauhkan diri dari kerumunan massa, tidak bepergian ke luar daerah serta tidak menyebarkan berita hoax terkait COVID-19.

"Walaupun kita sudah berdoa, sudah buat adat, tetapi kita pribadi tidak menjaga kesehatan ya sama saja", ujarnya.

Disaksikan Oposisi News,  pelaksanaan ritual tersebut berawal di rumah adat, dihadiri oleh para sesepuh dan semua laki-laki dewasa. Ujud doa dan mantrapun dilantunkan oleh para sesepuh. Selanjutnya berpindah lokasi pada daerah perbatasan yang mempunyai aliran sungai.

Dipilihnya lokasi tersebut, kata Dominikus yang adalah seorang sesepuh, daerah tersebut merupakan pintu masuk Kabupaten Flores Timur,  selain itu untuk daerah aliran sungai diyakini dapat membawa semua wabah penyakit yang ada di wilayah tersebut.

Selanjutnya, para sesepuh bersama rombongan mengarak menuju empat penjuru wilayah desa untuk melakukan ritual pagar kampung. Ritual tersebut diyakini dapat menghadirkan leluhur  untuk menjaga dan melindungi wilayah tersebut dari segala bentuk serangan. (AL)
Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon