Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Diduga Petugas Tol Nganjuk-Surabaya Dramatisir Kejadian Laka Lantas Demi Ganti Rugi

Diduga Petugas Tol Nganjuk-Surabaya Dramatisir Kejadian Laka Lantas Demi Ganti Rugi

Written By BBG Publizer on Minggu, 01 Maret 2020 | 20.24

Lokasi kejadian KM 685-600 A , Diduga Ft tidak sesuai kondisi saat kejadian
Nganjuk , OposisiNews.co.id - Itensitas Hujan Angin disertai petir di awal bulan Pembruari di wilayah Jawa Timur meningkat ,  perlu mendapat perhatian serius khususnya penguna jalan untuk lebih extra hati-hati dalam membaca dan memprediksi tingkat bahaya dari segala fenomena alam disaat hujan.

Kondisi mobil
Avansa W 1922 PF
Peristiwa naas menimpa wartawan OposisiNews .Achmad C Biro Surabaya , sepulang kegiatan media di Nganjuk dan hendak pulang ke Surabaya memasuki Gardu - Gerbang Km 685+600 A mobil Avansa W 1922 PF yang dikemudikannya menghantam batas tol akibatnya bagian depan kendaraan rusak berat.sabtu ( 29/02/2020 )

" Waktu itu hujan cukup deras dan saya sudah berusaha mengurangi kecepatan kendaraan di jalur lambat , namun sial tahu-tahu ada kilat persis didepan mobil saya secara reflek stir kendaraan saya banting bermaksud menghindar karena jarak tepi dengan mobil cukup dekat tidak bisa terelakan menambrak batas tol ", ucap Achmad di lokasi kejadian.

" Sesaat kemudian rombongan unit IRC
tol ( PJR , Ambulance , derek , satgas dan Patroli ) datang dan mengedentifikasi kendaraan saya dan pagar pembatas tol yang sempat terbentur kendaraan saya ", imbuhnya .

Kerusakan prasarana
Jalan Tol yang di duga
Didramasir
" Seusai kejadian itu , saya sempat terkejut karena harus membayar denda Rp.3 juta lebih yang disodorkan petugas tol pada saya akibat kerusakan prasarana tol berupa Bearm 2 batang harga @.Rp 1.020.000 , Tiang 1 batang harga Rp 610 , Block Plece 1 buah Rp 140.000 , baut & ring 9 buah harga Rp 160.000 dan posisi tiang + Block pleace 2 buah harga Rp 260.000 ", tambahnya.

Dalam surat Laporan Kecelakaan Nomor.040/MHI/MLL/LK/II/2020  tertera aturan kecekatan diruas tol akan dijerat ganti rugi mendasar PP no 15 tahun 2005 bab VIII pasal 86 dan SK Direksi PT HMI No.SKD-MHI/003/II/2015.

" Hanya yang saya sayangkan jangan musibah laka lantas di tol didramatisir ,kejadian tidak separah itu untuk prasarana tol yang rusak hanya sebagian baut-nya lepas . Ini musibah yang tidak diinginkan semua orang , mohon untuk petugas tol jika mau mencari rejeki buat keluarganya yang baik saja , jangan seperti ini " , tutup Achmad , kesal melihat foto kerusakan prasarana tol yang diberikan petugas padanya didramatisir. ( Red )
Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon