Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » WARGA RESAH DENGAN AIR TERGENANG DI PEREMPATAN TINGGANG

WARGA RESAH DENGAN AIR TERGENANG DI PEREMPATAN TINGGANG

Written By BBG Publizer on Kamis, 06 Februari 2020 | 09.51

Bojonegoro,OposisiNews.co.id - Perempatan Pasar Tinggang yang berada di wilayah desa Bancer Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro setiap kali hujan lebat datang  selalu mengakibatkan genangan air ,Tepatnya di jalan arah timur Perempatan Tinggang,

Warga merasa resah dengan genangan air khususnya Pedagang yang berjualan di sekitar pasar Tinggang  saat hujan lebat yang berlangsung lama  mengakibatkan genangan tidak dapat menampung Volume air terlalu besar menyebabkan Air akan masuk di toko dan Warung serta membanjiri sekitar pasar Tinggang .

Awak media OposisiNews saat berteduh di tempat tersebut mendapatkan Penjelasan dari Pemilik Warung yang kena dampak banjir dari Genangan Air,Warga tesebut mengeluhkan dengan Tidak adanya Gorong gorong di depan Pasar Tinggang untuk memudahkan mengalirnya Air .

 “Mestinya di depan toko dan warung di buatkan Gorong gorong atau Drainase agar Air bisa mengalir dengan lancar”Keluh Pemilik Warung yang lokasinya ada di pasar Tinggang.

Saat hujan lebat air akan mengalir deras dari arah timur ke barat (Tepat diperempatan Tinggang) sehingga bilamana Lokasi Genangan tidak mampu menampung  debit Air mengakibatkan Banjir Pasar Tinggang.

Kebijakan pemerintah apakah itu pusat, daerah, tingkat satu, tingkat dua, sampai level Kecamatan dan Kelurahan diduga tidak pernah memasukkan faktor keselamatan, keamanan dan (apalagi) kenyaman warganya.

Apa pun rencana, dan bagaimana pun  pelaksanaan suatu kebijakan, proyek atau pekerjaan selalu meletakkan masyarakat sebagai prioritas rendah, atau bahkan paling rendah. Pertimbangan keberlangsungan suatu aktivitas meletakkan posisi masyarakat hanya sebagai pengguna.

Kurang pekanya rekanan proyek dalam melakukan pekerjaan baik itu  Perbaikan dan pelebaran  jalan, penanaman kabel listrik, telepon, air-bersih, gas tidak jarang  membuat para pengguna atau masyarakat merasa kurang nyaman dampak galian yang dikerjakan asal-asalan tanpa dikembalikan. ( DW )
Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon