Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Pertapan Yang Tersembunyi Di Wilayah Selatan Tulungagung

Pertapan Yang Tersembunyi Di Wilayah Selatan Tulungagung

Written By BBG Publizer on Kamis, 13 Februari 2020 | 09.47

Lokasi wisata Pertapan Kedung Biru
Tulungagung.OposisiNews.co.id- Tulungagung merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang memiliki sejuta pesona dan panaroma alam yang menakjubkan, namun demikian masih banyak lagi tempat wisata yang masih tersembunyi dan belum banyak di ketahui publik, sehingga masih banyak orang yang belum mengetahui akan keindahan dan pesona wisata alam  yang ada di Kabupaten Tulungagung.

Pengembangan di lokasi
 Pertapan Kedung Biru
Salah satu tempat wisata yang saat ini dalam tahap pembangunan dan pengembangan yakni PERTAPAN KEDUNG BIRU yang terletak di Desa Sedayu Gunung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung.

Gerbang masuk
 Pertapan Kedung Biru
Pertapan KEDUNG BIRU merupakan tempat yang di percaya warga sekitar sebagai tempat bertapanya para ksatria untuk memperdalam ilmu spiritual pada jaman kerajaan  dahulu. Bahkan di tempat tersebut sempat di jadikan sebagai tempat singgah sekaligus tempat berlindungnya Pasukan Diponegoro dalam perang gerilya menghadapi penjajah belanda yang di pimpin oleh "Jomenggolo" yang merupakan Lurah Prajurit (Komandan Pasukan) pada masa itu.

Kepala Desa Sedayu Gunung,
 Zaenal Arifin
Kepala Desa Sedayu Gunung, Zaenal Arifin, mengatakan, tempat wisata Pertapan Kedung Biru saat ini masih dalam pengembangan dan pembangunan, utamanya pada sarana dan prasarana masih dalam pembenahan.

"Pembangunan tersebut telah diawali oleh pemerintah desa menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Desa (DD) yang di alokasikan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). Karena usaha pariwisata Pertapan Kedung Biru merupakan salah satu unit usaha dari BUMDes itu sendiri, jadi untuk pengembangan pembangunan lokasi wisata tersebut di kelola sepenuhnya oleh BUMDes," tuturnya pada OposisiNews. Senin.(10/02/2020)

Ia juga menyampaikan bahwa, oleh karena lokasi wisata Pertapan Kedung Biru tersebut masih merupakan wilayah perhutani, maka pihak pemerintah desa (pemdes) juga melakukan PKS (Perjanjian Kerja Sama) dengan pihak-pihak terkait yang dalam hal ini pihak perhutani dan juga pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung

Lebih lanjut Zaenal Arifin memaparkan, pada pelaksanaan pengembangan pembangunan sarana dan prasarana di lokasi wisata tersebut, di kerjakan secara swadaya oleh warga, hal tersebut sebagai bentuk kepedulian warga masyarakat Desa Sedayu Gunung  untuk ikut serta mendukung program pemdes dalam mengembangkan desa wisata.

"Dalam hal pengembangan pembangunan lokasi wisata Pertapan Kedung Biru, semua di kerjakan oleh warga masyarakat. Warga sadar dengan di kembangkannya tempat wisata tersebut, kelak akan berdapak positif dalam hal ekonomi dengan begitu PAD (Pendapatan Asli Daerah) juga akan meningkat," jelasnya.

Namun demikian masih banyak kendala yang harus di hadapi Pemerintah Desa (Pemdes) Sedayu Gunung terkait dengan pengembangan pembangunan tempat wisata tersebut, diantaranya dalam hal pendanaan. Walaupun setiap tahunnya di anggarkan di APBDes, namun oleh  karena dananya juga terbatas sehingga tidak leluasa dalam menggunakannya.

Kades Sedayu Gunung menambahkan, selain dalam hal pendanaan yang selama ini menjadi kendala serius adalah akses jalan menuju lokasi wisata Pertapan Kedung Biru. Jalur utama menuju lokasi wisata yang merupakan jalan kabupaten, kondisinya sudah banyak yang rusak dan sangat perlu di perbaiki. Karena salah satu hal yang menguatkan di bukanya tempat wisata tidak lepas dari sarana dan prasarana, infrastruktur, dan juga akses yang memadai dan layak untuk di suguhkan ke pengunjung.

Jalur menuju lokasi wisata
 Pertapan Kedung Biru
"Akses jalan dari ibu kota kecamatan Besuki  menuju lokasi wisata Pertapan Kedung Biru sekitar 6 Km. Seandainya jalur tersebut merupakan jalan desa, pemerintah desa pasti sudah melakukan perbaikan dari tahun-tahun lalu. Oleh karena jalan tersebut merupakan jalan kabupaten, kami tidak berani melewati kewenangan pemerintah daerah," ungkapnya.

Kepala Desa Sedayu Gunung, Zaenal Arifin berharap, Pemerintah Kabupaten Tulungagung mempunyai perhatian besar di wilayah selatan, utamanya pada Desa Sedayu Gunung, Kecamatan Besuki, baik itu masalah jalan ataupun kebutuhan lain.

"Oleh karena Bapak Bupati kita saat ini juga dari Kecamatan Besuki, Mudah-mudahan beliau punya perhatian lebih di wilayah selatan khususnya pada Desa Sedayu Gunung yang bisa di bilang agak terpencil dari pusat keramaian kota," pungkasnya.(AP)

Reporter : A.purnomo.

Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon