Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Pemerintah Desa Jatirejo Terorentasi Menjadi Barometer Pertanian Organik Di Kabupaten Ngawi

Pemerintah Desa Jatirejo Terorentasi Menjadi Barometer Pertanian Organik Di Kabupaten Ngawi

Written By BBG Publizer on Selasa, 25 Februari 2020 | 18.58

Agus Suwoko ( kaos Hitam ) dilokasi pertanian yang menerapkan metode Sri Organik desa Jatirejo 
Pelatihan rutin petani organik
Yang tergabung dalam Jatirejo
Organik Sri Center (JOSc) di
Rumah kades Jatirejo
Ngawi,OposisiNews.co.id - Pemerintah Desa Jatirejo, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi aktif mengadakan pelatihan pertanian organik mengadeng 18 orang petani organik dari desa Jatirejo dan 6 orang petani organik dari desa Ngompro ditiap Musim Tanam ( MT )

Para petani berasal dari kelompok-kelompok tani dan petani yang bergabung dalam ' JATIREJO_ORGANIK_SRI CENTER' ( JOSc ) total anggota 24 petani organik yang bermarkas sementara di rumah Kepala Desa Jatirejo .Agus Suwoko dalam menjalankan ,pemahaman dan pengolahan lahan dengan metode tanam Sri Organik di area pertanian seluas 3,31 hektar dan pola tanam konvensional ( organik ) seluas 1,67 hektar dengan total hamparan 4,98 hektar.

Mengingat mayoritas pencaharian warga desa sebagai petani dan buruh tani ,Agus S (kades,red) selaku motifator JOSc berharap peminat pola pertanian dengan metode Sri Organik mendapat respon dan dukungan semua petani di wilayah Jatirejo untuk menerapkan pertanian Organik.

Pelatihan pertanian metode Sri Organik sendiri menggunakan Dana Desa yang dianggarkan pada APBDes Desa Jatirejo tahun 2019 dan tiap pertemuan rutin mengundang narasumber salah satunya tokoh petani organik dari desa Sidomakmur Kec .Widodaren Kab.Ngawi , Wahyudi yang telah sukses menggeluti pertanian dengan metode Organik.

Bahan pakan sehat , padi organik
Hasil pertanian petani organik
Desa Jatirejo yang tergabung dalam
JOSc
Menurut Agus Suwoko, Pemerintah Desa Jatirejo harus mampu menjadi barometer perubahan pola tanam pertanian di desa yang dipimpinnya dengan menerapkan metode ' Sri Organik ' di wilayah Ngawi Timur dan bertanggungjawab untuk memperbaiki kondisi sosial ekonomi warganya , produsen bahan pakan sehat dan menjaga ekosistem lingkungan desa agar tidak mengalami kerusakan yang disebabkan oleh penggunaan dan ketergantungan bahan kimia dalam pengolahan lahan pertanian.

JOSc akan terus mendorong dan memotifasi petani menggunakan pupuk organik dengan metode tanam Sri Organik

Limbah dan kotoran ternak
Bahan pembuatan pupuk
Organik Bogashi
" Tidak hanya menerapkan  metode tanam Sri Organik , JOSc juga mengadakan  pelatihan pada anggotanya tata cara mengolah dan memanfaatkan limbah pertanian dan peternakan menjadi pupuk organik bokasih yang bermutu. Pupuk organik bokashi sendiri  sangat diperlukan oleh para petani untuk mengurangi  cos tanam dan kebergantungan pada pupuk kimia yang dinilai cukup mahal harganya dan langka. Selain itu,pengunaan pupuk kimia secara terus menerus  dapat merusak ekosistem, kadar hara, tanah dan air lahan pertanian menjadi rusak dan tercemar sehingga membahayakan ekosistem serta memutus kelangsungan mata rantai pertanian dan kesuburan tanah.akibatnya hama pertanian seperti tikus , wereng perkembangannya tidak terkontrol ",terang kades.

" Saya sebagai pemimpin desa, lebih memilih kegiatan-kegiatan pemberdayaan untuk membangun masyarakat dan salah satunya dengan melatih petani tentang cara membuat pupuk bokashi sebab biaya pembuatannya murah dan bahan bakunya banyak tersedia di sekitar desa selain larangan berburu / menembak satwa penyeimbang seperti burung hantu , ular sawah dan bangau, semua akan desa perdeskan tahun ini ( 2020.red )," paparnya .
Tujuan pelatihan dan pertemuan rutin JOSc , kata Agus S, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota petani organik Jatirejo tentang cara membuat pupuk organik dengan memanfaatkan limbah pertanian, peternakan dan tanaman hutan seperti sekam padi, kotoran ternak dan daun-daun kering serta menumbuhkan orientasi ekonomi dan pemahaman pasar pada petani untuk tidak berkutat pada cara tanam saja dampaknya sangat buruk hanya menjadi kelinci percobaan dan permainan pasar.

Sedangkan sasaran pelatihan pertanian organik dengan metode Sri Organik secara khusus, pertama terwujudnya peningkatan produksi pangan dan hortikulutra. kedua, mengurangi kebergantungan menggunakan sarana produksi yang mengandung bahan kimia (non organik), Ketiga lumbung bahan pakan sehat ,Keempat pemberdayaan kelompok tani desa Jatirejo untuk pengolahan pupuk bogasi . Untuk sasaran umum , menghidupkan Peran dan Fungsi BUMDes dalam menangani promosi , pemasaran dan penyediaan bibit organik dan permodalan , pungkas Agus.(ADV.BB)



Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon