Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Kemenkes RI Sebut Sanitasi Lingkungan Buruk Penyebab DBD di Sikka

Kemenkes RI Sebut Sanitasi Lingkungan Buruk Penyebab DBD di Sikka

Written By BBG Publizer on Jumat, 14 Februari 2020 | 11.58

SIKKA, OposisiNews.co.id-  Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kabupaten Sikka , Propensi NTT meningkat secara signifikan, akibat  kejadian itu Kabupaten Sikka ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB),DBD oleh Pemerintah.

Merespon kejadian itu, pihak Kementerian Kesehatan RI mengambil langkah menurunkan tim investigasi untuk mengetahui  sumber mewabahnya virus Dangue itu. Dari hasil investigasi, terdapat  sumber penyebab jentik nyamuk Aedes Aegypti. Hal ini akan menjadi acuan bagi pemerintah untuk melakukan langkah-langkah penanganan kasus tersebut.

Kepala Seksi Penularan Arbovirus dan Penanggulangan, Dirjen Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Mat Izi, menyebut penyebab utama DBD adalah sanitasi lingkungan yang buruk, hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran akan pentingnya kesehatan.

"Banyak sampah yang tidak  terurus dengan baik, seperti di belakang RSU TC.Hillers dan beberapa Puskesmas, dan masih banyak tempat lainnya yang tidak diurus dengan baik. Selain itu banyak pemukiman yang kumuh. Kondisi ini menjadi penyebab utama berkembangnya jentik nyamuk Aedes Aegypti yang menyebarkan virus Dangue melalui gigitannya", tuturnya.

Ia menambahkan, Kementerian Kesehatan menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk turut peduli dalam upaya mencegah penyebaran DBD antara lain, dengan menjaga kebersihan lingkungan,  melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk  minimal di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.

"Kementerian Kesehatan menggalakkan program 1 rumah 1 jumantik. Dalam program ini, satu anggota keluarga diharapkan bisa menjadi juru pemantau jentik di rumahnya sendiri. Selain Itu perlu didukung dengan pola hidup bersih dan sehat", katanya.

Sementara itu, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si mengatakan Pemerintah Kabupaten akan tetap konsisten dan terus berupaya melakukan pencegahan secara terpadu. Untuk itu, sangat dibutuhkan peran aktif lintas sektor untuk bersinergi melakukan pencegahan penularan DBD melalui kegiatan pembersihan lingkungan serta melakukan pemantauan jentik nyamuk secara berkala.

Kepada pihak Dinas Kesehatan, Bupati Robi memerintahkan untuk terus melakukan fogging serta aktif dalam melakukan pantauan dan melaporkan kondisi pasien di Puskesmas.

Sejak Januari 2020 hingga Kamis 13/2/2020, Pemerintahan Kabupaten Sikka mencatat 576 penderita DBD, 4 diantaranya meninggal dunia.( EN )

Reporter : Ernensia
Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon