Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » JALAN BOLONG DI TAMAN DITUTUP TONG ,PEGIAT SOSIAL CEPU GERAM

JALAN BOLONG DI TAMAN DITUTUP TONG ,PEGIAT SOSIAL CEPU GERAM

Written By BBG Publizer on Selasa, 18 Februari 2020 | 19.41

Drum penanda jalan rusak dan berlubang di Simpang 7 kecamatan Cepu
Cepu,OposisiNews.co.id -  Jalan raya di Taman Seribu Lampu kecamatan Cepu Kabupaten Blora tepatnya di depan Sekolah Dasar Santo louise sebelah utara Patung Arjuna Wiwaha , Sebelah Timur  kondisinya membahayakan bagi Pengguna jalan , lubang jalan yang menganga cukup dalam, hingga saat ini hanya  ditaruh drum/Tong sebagai penanda bagi penguna jalan oleh warga.

Disinyalir di dinas Pekerjaan Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Blora yang membidangi Jalan dan Jembatan kurang respon dan tutup mata dengan kondisi lubang jalan yang sudah lama berlubang dan rusak berat tersebut  ,membuat sebagian warga dan Pengiat sosial Cepu jengkel dan geram dengan  menaruh drum/Tong ditengah jalan diatas jalan yang berlubang menganga tersebut.

Mendasar aturan dan Undang-Undang telah dijelaskan Sanksi Hukum Bagi Pemerintah Bila Membiarkan Jalan Rusak Undang-undang tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyatakan penyelenggara wajib segera dan patut untuk memperbaiki jalan rusak yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

Bagi pemerintah baik pusat maupun daerah perlu ‘alarm’ peringatan bahwa ada sanksi apabila membiarkan jalan rusak."Aparat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) atau Dinas Bina Marga/Dinas PU di daerah sesuai kewenangan jalan nasional, provinsi, kota/kabupaten, masih banyak yang tidak memahami akan jeratan hukum akan mengenai mereka, jika membiarkan jalan rusak tanpa dilakukan perbaikan segera," Ucap salah satu Penggiat Sosial Cepu.

" Di saat musim hujan seperti sekarang sudah bisa dipastikan angka lalin di wilayah hukum Blora akan meningkat disebabkan banyak pengendara terperosok lubang jalan yang dalam dan tidak terlihat karena digenai air hujan",imbuhnya .

Sesuai Pasal 24 ayat (1) UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Menyatakan penyelenggara wajib segera dan patut untuk memperbaiki jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

Pasal 24 ayat (2) dinyatakan bahwa dalam hal belum dilakukan perbaikan jalan yang rusak, penyelenggara jalan wajib memberi tanda atau rambu pada jalan yang rusak untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan ,Ada ketentuan pidana bagi penyelenggara jalan yang abai terhadap kerusakan jalan sesuai wewenangnya.

Dalam Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan jalan Pasal 273 menyebutkan setiap penyelenggara jalan yang tidak dengan segera dan patut memperbaiki jalan yang rusak yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, sehingga menimbulkan korban luka ringan dan/atau kerusakan kendaraan dipidana kurungan paling lama 6 bulan atau denda maksimal Rp12 juta.Kemudian kalau sampai mengakibatkan luka berat, pelaku dipidana kurungan maksimal 1 tahun atau denda paling banyak Rp24 juta. Jika korban meninggal dunia, dapat dipidana penjara hingga 5 tahun atau denda paling banyak Rp120 juta.

Sementara, jika penyelenggaran jalan tidak memberi tanda atau rambu pada jalan rusak dan belum diperbaiki dapat dipidana kurungan penjara hingga 6 bulan atau denda bayar maksimal Rp1,5 juta. “Sudah banyak korban kecelakaan akibat jalan rusak. Jika korban atau keluarga korban sadar hukum, pasti penyelenggara jakan yang abai bisa terkena sanksi hukum,” demikian kata Penggiat Sosial Cepu (Dwi/Ipung)


Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon