Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » DI DUGA TANPA ANALISA , RATUSAN JUTA UANG RAKYAT UNTUK INFRASTRUKSTUR RAIB

DI DUGA TANPA ANALISA , RATUSAN JUTA UANG RAKYAT UNTUK INFRASTRUKSTUR RAIB

Written By BBG Publizer on Sabtu, 22 Februari 2020 | 16.28

Kondisi trotoar di jalan Trunojoyo ,kurang lebih 7 meter hancur , tampak lokasi yang ditandai police line sebagai penanda pengendara 
Ngawi, OposisiNews.co.id - Memasuki awal musim penghujan dan Penghujan tahun ini tepatnya Sabtu , 28/12/2019 pukul 17.30 Wib Sayap Jembatan antar desa yang berlokasi di desa Papungan Kecamatan Pitu runtuh untuk kedua kalinya setelah dibangun tahun 2014 , Belum juga terbenahi, kembali terjadi hari Sabtu.15/02/2020 pukul 19.30 wib trotoar di jalan Trunojoyo tepatnya Utara SMPN 4 Ngawi masuk wilayah hukum desa Karang tengah Kota yang baru selesai dikerjakan tahun 2018 porak poranda akibat tanggul penahan trotoar yang di duga dibangun tahun 1982 runtuh.

Deretan peristiwa kejadian hancurnya infrastruktur di Kabupaten Ngawi semakin menambah daftar hitam kinerja DPUPR Ngawi serta membangunkan rakyat akan mosi tidak percaya pada dinas terkaid ( DPUPR ) dalam mengaplikasikan uang rakyat untuk infrastruktur di Kabupaten Ngawi.

" Hancurnya infrasturktur dibanyak wilayah di Kabupaten Ngawi sebenarnya tidak harus terjadi jika sebelum / pra kegiatan diadakan monitoring / surve dilokasi rencana kegiatan , apa yang harus dilakukan dan dikerjakan harus dipaham jangan hanya mengejar untuk menghabiskan anggaran atau menyalahkan alam , akhirnya rakyat yang di cederai dan kecewa ", ucap salah satu warga jln Trunojoyo dekat lokasi yang berpesan namanya dirahasiakan .

" Analisa kekuatan tanggul yang dibangun tahun 1982 seharusnya dipahami jangan asal menempatkan kegiatan , dalam hal ini seharusnya Kadin DPUPR bertanggung jawab karena dianggap lalai yang mengakibatkan kerugian uang negara", imbuhnya.

" Lebih tragis jika infrastruktur yang dikerjakan hanya asal jadi karena banyaknya fy ( kontribusi ) pada oknum yang tidak bertanggung jawab , sebenarnya hal itu sudah tidak / bukan hal baru tapi tradisi yang dipelihara oleh rekanan untuk mendapatkan pekerjaan dengan mengandeng Oknum ( Orang ke tiga ) , dampaknya sekarang baru terlihat dan ditonton rakyat , " imbuhnya. ( Red**)
Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon