Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Air Mata Kades Girimulyo , Nonot

Air Mata Kades Girimulyo , Nonot

Written By BBG Publizer on Sabtu, 15 Februari 2020 | 09.21

Kds Girimulyo , Nonot
Bersama pimred OposisiNews
Ngawi,OposisiNews.co.id - Geliat dan aora pesona wisata alam dan air terjun Srambang menorehkan luka mendalam pada pemerintahan desa Girimulyo Kecamatan Jogorogo , Kabupaten Ngawi.

Wisata alam dan air terjun Srambang yang di kelola pengusaha tidak sepenuhnya menyentuh sendi pemerintahan desa setempat khususnya dalam pemberdayaan pengelolaan dengan melibatkan masyarakat desa setempat .

" Bermula dari kesepakatan tripartit ,Perhutani , LMDH dan Pengusaha pengelolaan wisata alam dan air terjun yang berada di kawasan hutan Perhutani yang langsung bersentuhan dengan desa Girimulyo , selaku Kepala Desa yang baru sepekan saya jabat merasakan , melihat hal ini sangat prihatin , selama ini kehadiran pemerintah desa Girimulyo seperti dipandang sebelah mata " ungkap Nonot .
Kds Girimulyo mengawali perbincangan dengan OposisiNews di kediamannya.

Wisata Srambang Park dengan pesona wisatanya yang sudah menasional dan dianggarkan ABPD Ngawi milayaran rupiah untuk menopang infrastruktur yang memadai hanya mampu menyumbang PAD Ngawi sangat minim , Kurang lebih Rp 5 juta pertahun dengan istimasi Rp 400 ribu perbulan. Ada apa dan siapa aktor dibelakang semua ini ?

" Benar untuk PAD Ngawi Srambang hanya adil 5 juta/ tahun , untuk desa Girimulyo 31 juta dan baru tahun ini selebihnya masuk kemasing-masing pemodal , bahkan ada pemodal tanpa nama yang ikut adil dalam pengelolaan Wisata Srambang " , ujar Kades .Jum'at 14/02/2020.

" Untuk dana Rp 31 juta sebelumnya akan langsung diberikan tunai dari pengelola pada saya selaku kepala desa namun saya arahkan untuk dimasukan lewat rekening BUMDES Desa Girimulyo karena itu hak Pemerintah desa.Hanya yang menjadi soal dana Rp 31 juta rincian sangat membuat gusar saya selaku kepala desa ", jelas Nonot.

" Pada rincian dana itu dijelaskan sebagai sering dari pemasukan wisata Srambang secara mendalam termasuk menejemen wisata , sedang pemerintah desa sendiri sementara masih berjuang untuk bisa masuk pada menejemen wisata sebagai contoh , pemberdayaan warga setempat untuk ikut terlibat pengelolaan yang sementara ini warga hanya mampu mengais rejeki dari ojek dan parkir , seharusnya pengelola merekrut semua pengojek dan juru parkir ke menejemen pengelola namun sepertinya pengelola angkat tangan , terus terang untuk menejemen pengelola masih dikuasi dari pihak luar " , imbuhnya.

" Kesenjangan sosial ekonomi masyarat setempat masih jauh dari layak ( jomplang ) dengan adanya wisata Srambang , kesempatan warga sekitar menjajakan / menjual prodak makanan dan kerajinan ' Hendycraf ' masih diluar ring wisata , tidak dan belum diijinkan masuk dikawasan wisata secara utuh oleh pihak pengelola , diduga hanya sebagian yang bisa masuk itupun diyakini ada kontribusi pada pihak pengelola . Masih banyaknya warga desa Girimulyo yang hanya mampu menonton dari Wisata Srambang membuat saya menitikan air mata " pungkas Nonot dengan mata yang berkaca-kaca.

Disisi kemasyarakatan terkait pengelolaan wisata Srambang  , salah satu warga setempat yang enggan namanya dimediakan mengatakan " Wisata Srambang Indah diluar buruk di dalam , Aktifitas wisata hanya meninggalkan sampah yang mengunung diakhir pekan sebagai warga kami merasa risi dan tidak nyaman karena warga harus membuang sampah-sampah itu ke wilayah hutan kembali dengan kesadaran pribadi warga , bahkan warga merasa dibohongi oleh pengelola wisata Srambang karena sebelum wisata ini dikelola Sang pengelola menabur janji manis bakal membantu merealisasikan tempat ibadah warga ( masjid ) yang rata-rata warga sini muslim maka saat itu merasa senang dan legowo menerima pengelola ternyata hingga saat ini bahkan masjid sudah jadi batang hidung pengelola belum juga tampak ", ungkap warga dengan kesal . ( Red BB ) sambung ....*Ds.Girimulyo Siapkan Wisata Penyangga * - Pengusa wisata Bumi Orek-Irek Semakin Menancapkan Kuku Tajam-Nya 
Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon