Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Tingginya Harga Cabai Jadi Perhatian Pemerintah

Tingginya Harga Cabai Jadi Perhatian Pemerintah

Written By BBG Publizer on Sabtu, 25 Januari 2020 | 16.29

Doc. Harga cabe meroket
Doc. Kepala Bidang Perdagangan, 
 DISPERINDAG Kab. Tulungagung,
 Didik Sulaksono Putro
TULUNGAGUNG.Oposisi.News.co.id-Menjelang Tahun Baru Imlek hingga hari H peringatan Imlek, harga berbagai kebutuhan pokok di pasar Tulungagung terpantau stabil. Namun, ada beberapa komoditas yang harganya naik signifikan.

Dari pantauan OposisiNews, beberapa harga komoditas pangan di Pasar Ngemplak Kota Tulungagung, mengalami kenaikan yang cukup signifikan, terutama cabai.

Menurut (Yn)salah satu pedagang di pasar Ngemplak yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan, kenaikan komoditas ini adalah wajar karena memang setiap pergantian tahun dan pergantian musim, harga pangan akan otomatis naik, dan akan stabil sesuai musimnya.

"Kenaikan harga di pasar ini memang biasa, tiap pergantian musim atau awal tahun pasti ada kenaikan apalagi menjelang tahun baru imlek.Tetapi tidak semua komoditas pangan mengalami kenaikan harga," ucapnya.

Namun demikian, tingginya harga cabai di pasaran telah menjadi perhatian pemerintah. Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (DISPERINDAG) Kabupaten Tulungagung, Imroatul Mufidah, melalui Kepala Bidang Perdagangan, Didik Sulaksono Putro mengatakan, adanya kenaikan harga komoditi pangan yang mengalami kenaikan utamanya cabai,sebenarnya tidak ada kaitannya dengan Imlek. Memang diakui, menjelang tahun baru Imlek ada beberapa harga komoditi pangan yang mengalami kenaikan, namun masih dalam batas kewajaran. Seperti bawang merah, bawang putih, telur, dan sayur masih cukup stabil, kecuali cabai.

"Kenaikan harga cabai sebenarnya bukan merupakan dampak dari Tahun baru Imlek, akan tetapi dampak pada kondisi musim. Musim penghujan pada akhir-akhir ini menyebabkan pendistribusian hasil pertanian utamanya cabai mengalami penurunan, bahkan banyaknya kerusakan dari hasil pertanian cabai di musim penghujan ini berdampak pada kenaikan harga," ungkap Didik saat wawancara dengan OposisiNews. Kamis, (23/01/2020).

Lebih lanjut di sampaikan Didik bahwa, dalam pantauan Pemerintah, yang dalam hal ini Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (DISPERINDAG) Kabupaten Tulungagung, tidak ada indikasi penimbunan atau spekulan/permainan harga pada komoditi cabai.

"Karena cabai itu sangat rawan untuk di timbun terlalu lama, sehingga tidak mungkin bagi pedagang untuk melakukan penimbunan" jelasnya.

Didik menambahkan, Pemerintah melalui Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (DISPERINDAG) Kabupaten Tulungagung,akan terus melakukan pemantauan harga pasar utamanya komoditi pangan, salah satunya harga cabai yang mengalami kenaikan paling tinggi dari komoditas lainnya, serta akan melakukan koordinasi dengan pihak BULOG.

"Bila dalam waktu dekat masih ada gejolak terus adanya kenaikan harga, kita akan berkoordinasi dengan instansi terkait utamanya dengan BULOG, untuk melakukan operasi pasar," pungkasnya.( PR )


Reporter : A. Purnomo.
Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon