Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Sempat Mangkrak, Proyek Jembatan Di PTPN XII Kebun Kalirejo-Glenmore Di Soal Warga

Sempat Mangkrak, Proyek Jembatan Di PTPN XII Kebun Kalirejo-Glenmore Di Soal Warga

Written By BBG Publizer on Jumat, 03 Januari 2020 | 14.07

Doc.Ahmad Syamsuri
Banyuwangi.OposisiNews.co.id -Pembangunan proyek jembatan penghubung antara Afdeling Sukorejo dengan kantor induk PTPN XII Kebun Kalirejo di Kecamatan Glenmore yang sempat mangkrak kini menuai kontrofersi.

Masyarakat sekitar sangat menyayangkan proyek milyaran rupiah tersebut di tinggal begitu saja oleh kontraktor sebelum selesai pekerjaan dan terlihat tidak ada tindak lanjut dari aktifitas pelaksana proyek dan pihak berkepentingan.

Semenjak proyek  jembatan tidak dikerjakan ( Of ) kondisinya memprihatinkan miris seperti proyek peninggalan kolonial  ,tampak beberapa bahan material seperti puluhan beton penyangga yang menumpuk,lalu pasangan tiang pancang atau penyangga dan pasangan ram besi mulai tertutup rimbunan semak belukar, berlumut dan berkarat.

Kondisi itu membuat warga Glenmore khususnya warga yang berdekatan dengan lokasi jembatan resah dan tidak nyaman karena puing-puing dan tumpukan material jembatan rawan binatang berbisa ular yang sering  meneror warga dan menghilangkan keasrian alam sekitar lokasi sebelum adanya kegiatan jembatan  .

Saat dikonfirmasi,Danang Joko Prasetyo S.P
Manager PTPN XII Kebun Kalirejo mengatakan ,"Sebenarnya proses tersebut sudah kembali di lanjutkan,terbukti di lokasi proyek sudah di dirikan beberapa bangunan persiapan kantor ' Direksikit' dan gudang material oleh pihak kontraktor yang baru ".

"Beberapa hari yang lalu pihak pelaksana PT. ALB-Anugerah Lahan Baru ( kontraktor yang baru,red) sudah melakukan pengukuran dan mendirikan direksikit di lokasi jembatan," Ujarnya.Selasa,(31/12/2019).

Saat di singgung tentang terbengkelainya proyek jembatan dan adanya dugaan kerugian negara Danang enggan menjelaskan karena pihak kebun hanya sebagai obyek tempat saja, terkait hal itu semua kewenangan direksi pusat untuk menjelaskan.

"Adapun dugaan penyalah gunaan dan pelanggaran proyek saya tidak tau,termasuk mungkin pemutusan kontrak ke kontraktor dan sangsi hukum itu ranah kantor pusat." Ujarnya lagi.

Sementara salah seorang warga Glenmore bernama Achmad Samsuri mengatakan sangat menyayangkan kegagalan proyek sebelumnya dan seharusnya  pihak direksi PTPN XII segera melakukan kajian teknik maupun hukum.

" Meskipun sekarang sudah dikerjakan lagi,apakah di situ persoalanya selesai?, Tidak semudah itu , karena proyek ini menggunakan anggaran negara ' Uang Rakyat ' yang tidak sedikit. Saya berharap harus ada pihak terkait baik itu Penguna Anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen serta rekanan harus bertanggung jawab secara moral dan hukum," Ujarnya.

Sebelumnya anggota FKP2 ( Forum Komunikasi Pendamping Perkebunan ) Glenmore melayangkan surat tertulis ke Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara),Erick Thohir pada tanggal 16 Desember lalu.Dalam surat kritikan ke Menteri tersebut,FKP2 berharap adanya tindakan untuk menyelesaikan dan melanjutan proyek jembatan.

FKP2 meminta ke Menteri BUMN untuk mengkaji ulang pekerjaan tersebut,mengingat saat ini didalam intruksi Presiden Dan Menteri BUMN yang menegaskan bahwa dalam hal - hal yang dapat merugikan perusahaan dan negara, sudah sepatutnya peserta lelang atau pemendang tender yang terindikasi menyalahi aturan kena Blacklist dan mendapat sanksi hukum yang berlaku.

Noto Suwarno,Sekretaris FKP2 mengatakan sebenanya proyek jembatan itu  sesuai kontrak pekerjaan selesai  bulan April 2019 kemarin , dikerjakan oleh PT Rekayasa Semut-Jakarta dengan nilai kontrak 22 Milyar. "Proyek itu di mulai pada bulan September 2018,dan harus selesai 8 bulan sejak diumumkan untuk dikerjakan rekanan pemenang lelang  sesuai  kontrak lelang."Ujarnya.

" Dengan tidak ada tindakan hukum dan tahu-tahu sekarang dikerjakan serta dianggarkan kembali , ada dugaan proyek jembatan ini banyak dimainkan oleh banyak pihak untuk memperkaya diri " ungkap Ahmad Samsuri , kesal . (IGP)


Reporter .Indra.GP
Editor.Bambang Pw
Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon