Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Komisi III Minta PT Greenfield Indonesia Selesaikan Limbah Secepatnya

Komisi III Minta PT Greenfield Indonesia Selesaikan Limbah Secepatnya

Written By BBG Publizer on Jumat, 17 Januari 2020 | 16.08

Doc.Komisi III DPRD Blitar hering PT Greenfield Indonesia. Rabu 08/01/2020
Blitar.OposisiNews.co.id- Komisi III DPRD Kabupaten Blitar mengambil langkah cepat dengan menggelar hering terkaid Limbah Usaha yang mengancam hajat hidup dan kesehatan warga seputar sungai terdampak dari kegiatan usaha PT.Greenfield Indonesia yang dilaksanakan diruang rapat kerja Komisi III DPRD Kabupaten Blitar. Rabu,(8/1/2020).

Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Panoto, saat membuka rapat menyampaikan jika hering siang ini dalam rangka merespon pengaduan warga dan hasil tidak lanjut kunjungan kerja ' Sidak' Komisi III ke Greenfield di Desa Ngadirenggo Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar beberapa pekan lalu.

Dalam kesempatan tersebut panoto meminta pihak Greenfield menyampaikan upaya yang telah dilakukan dalam menangani masalah limbah. Managerial Head Of Gas Government Infarmen safety PT Greenfields, yang bergerak di bidang peternakan sapi.

Sunarko mengatakan, dari jumlah populasi 7000 ekor sapi setiap harinya menghasilkan limbah sekitar 1000 meter kubik kotoran .

"Dari kegiatan peternakan tersebut menghasilkan tiga jenis limbah yaitu limbah padat, limbah cair dan limbah B3. Dimana semua limbah tersebut sudah di kelola berdasarkan wujudnya, seperti limbah padat ada yang dikelola sendiri oleh PT. Greenfields yang digunakan sebagai alas tidur pedhet, ada yang dikelola dengan kerjasama pihak ke 3 seperti yang dilakukan oleh PT. Wajak Malang untuk keperluan bahan membuat pupuk " terangnya.

"Sedang limbah cair diolah untuk pupuk yang di gunakan sendiri oleh PT. Greenfields, di gunakan oleh PT Dewisri untuk pupuk pohon kopi, PTPN XII untuk perkebunan teh di Sirahkencong. Dan limbah B3 masih tahap proses pembuatan TPS yang dilaksanakan oleh PT Pancuran Mas", Imbuhnya.

Merespon yang disampaikan pihak PT Greenfield Indonesia, sejumlah anggota Komisi III diantaranya seperti M. Andika Setiawan, Budiono dan Adib Zamhari dalam forum rapat siang itu ' hering' menilai upaya pengelolaan limbah yang telah dilakukan masih belum maksimal, terbukti masih menimbulkan persoalan yang urgen pada warga sekitar.

Dimana komisi III menerima bukti foto dan video dari masyarakat bahwa limbah dari PT. Greenfields masuk ke sungai-sungai di lereng peternakan. Dalam video tersebut terlihat sungai berubah warna menjadi keruh, muncul bau tidak sedap, bahkan irigasi yang seharusnya aliran sungai bisa menggerakkan turbin pembangkit listrik menjadi macet karena limbah produksi pabrik.

Anggota Komisi III dari PDI Perjuangan, Budiono memberikan apresiasi terhadap upaya yang dilakukan pihak PT. Greenfield Indonesia dalam mengolah limbah. Namun pihaknya berharap ada penanganan yang lebih cepat terhadap persoalan limbah ini, sehingga tidak lagi menimbulkan keluhan ditingkat warga sekitar.

Sunarko mengatakan upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan persoalan ini dengan memaksimalkan land aplikasi, dimana saat ini tengah dikaji pemasangan pipa untuk distribusi limbah cair untuk pupuk tanaman kopi PT Dewi Sri (Kawisari). Untuk merealisasikan proses tersebut dibutuhkan waktu sekitar enam bulan, karena harus dilakukan penyiapan lokasi, pengadaan pipa hingga pemasangannya.

M. Andika Agus Setiawan, ST mempertegas permintaan Komisi III dengan menanyakan berapa lama lagi masyarakat di lereng peternakan bisa menghirup udara segar dan mengambil manfaat kembali dari sungai. Karena waktu enam bulan itu cukup lama dirasakan oleh masyarakat.

Untuk itu M. Andika meminta ketegasan dari pokok permasalah ditingkat bawah yang selama ini dikeluhkan dampak kegiatan PT. Greenfield Indonesia yang dirasakan dan mengancam kesehatan warga. Pihaknya juga menyampaikan apakah tidak menutup kemungkinan limbah tersebut dianggkut dengan menggunakan truk tangki, sehingga tidak meluber ke sungai jika turun hujan seperti saat ini." Ungkapnya.

Rapat kerja yang berlangsung hampir dua jam tersebut berjalan cukup alot, karena tidak ada titik temu, sehingga pimpinan rapat terpaksa memberikan waktu sekitar 15 menit untuk break agar pihak greenfiels untuk bisa mengambil keputusan.

Diakhir hering komisi III, Panoto kembali menegaskan, apabila permasalahan ini tidak kunjung selesai dalam waktu dekat, rekomendasi pemberhentian izin PT. Greenfields bisa saja di terbitkan, mengingat ini menyangkut hajat hidup dan kesehatan orang banyak.

"Namun sebelum mengeluarkan rekomendasi Komisi III akan mengadakan rapat dengan Eksekutif untuk membahas dan mencocokkan data yang telah di paparkan PT. Greenfields." Jelasnya. ( BS )


Reporter : Basuki
Editor.Bambang PW
Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon