Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Di Duga Langgar AD ART Muskab ASKAB Banyuwangi, Sejumlah Kades Walk Out

Di Duga Langgar AD ART Muskab ASKAB Banyuwangi, Sejumlah Kades Walk Out

Written By BBG Publizer on Rabu, 08 Januari 2020 | 21.53

Banyuwangi,Oposisinews.co.id –
Musyawarah Kabupaten (Muskab) Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (ASKAB) yang di gelar di Ballroom Hotel El-Royale, Rabu (08/1/2019) di warnai aksi Walk Out oleh beberapa Kades.

Hal tersebut di picu adanya dugaan waktu yang terkesan di paksakan tanpa terlebih dahulu di buat Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebelum Muscab di lakukan.

Seperti di katakan Maimun Hariono, Kepala Desa Watukebo Kecamatan Wongsorejo, yang terlihat keluar dari ruangan lebih dahulu. Dirinya menilai bahwa pelaksanaan kegiatan itu  tergolong mendesak, dan seakan akan dipaksakan.

"Muskab ini menurut saya sangat mendesak dan dipaksakan,silahkan bagi yang sepaham dengan panitia. Padahal, di dalam aturan AD/ART dibuat dulu. Tata tertib (Tatib) dibuat dulu, dan selanjutnya barulah dilaksanakan Muskab,” Ujarnya.

Nur Samsi Kds.Badean
Di susul kemudian Kades
Nur Samsi, Kades Badean Kecamatan Kabat, menurutnya selain Muskab itu tidak sesuai dengan AD/ART yang menjadi acuan di lakukanya rapat kepala desa tersebut.


"Kemudian apa yang menjadi acuan Askab ini berdiri, Ini hanya perkumpulan kok, kita ini juga Kepala Desa. Masak mau diatur oleh Ketua, Saya berharap pada acara Muskab Askab ini ditunda dulu dan diperbaiki sistemnya.” Katanya.

Rojikin Kds.Sepanjang
Senada juga disampaikan, Rojikin, Kepala Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore yang juga ikut keluar ruangan, dirinya mengaku Muscab kali itu di nilainya "cacat hukum".

Seharusnya tahapan demi tahapan harus dilakukan, sepertihalnya laporan pertanggung jawaban dari Ketua Askab.
Rojikin menyebut yang menjadi pijakan tata tertib (tatib) adalah AD/ART namun parahnya pihak panitia belum memegang AD/ART.

Di ceritakan oleh Rojikin sebelumnya mantan Ketua Askab .Murai ,Kades Gumirih Kecamatan Singojuruh menyampaikan ke dirinya bahwa pembentukan musyawarah dari panitia. Dan Murai ( mantan askap) tidak pernah diajak, tahu-tahu pagi sebelum rapat di mulai dia dimintai untuk membuat pertanggung jawaban.

"Sehingga, pertanggung jawaban Murai itu bukan pertanggung jawaban secara administrasi hanya sekedar cerita. Jika musyawarah ini masih saja dipaksakan, maka dipastikan akan cacat hukum. Karena sudah tidak jelas AD/ART-nya, dari pada saya dosa, mending saya walk out saja,” Ujarnya.

Dari pantauan wartawan oposisinews.co.id, Selain ke tiga kades yang keluar ruangan Muskab, beberapa kades juga terlihat meninggalkan ruangan. (IGP/Her)


Reporter.Indra GP/Herman
Editor.Bambang PW
Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon