Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Aktivitas Sedot pasir Ilegal tetap beroperasi pihak terkait terkesan tutup mata

Aktivitas Sedot pasir Ilegal tetap beroperasi pihak terkait terkesan tutup mata

Written By BBG Publizer on Minggu, 12 Januari 2020 | 19.17

Aktifitas sedot pasir di wilayah Bojonegoro
Bojonegoro. OposisiNews co.id-
Kegiatan penambangan pasir yang diduga tanpa mengantongi izin 'Ilegal' terletak di dusun Palangan desa Besah kecamatan Kasiman kab Bojonegoro sudah berlangsung cukup lama tanpa terendus aparat penegak perda . ADA APA ?

Dari pantauan OposisiNews aktifitas penambangan sampai saat ini masih aktif dan terlihat tetap dalam kondisi aman serta terkesan tidak bakal tersentuh hukum.

Kegiatan penambangan tersebut sebenarnya sudah dilakukan sejak lama dan dinilai banyak menimbulkan dampak negatif untuk keberlangsungan ekosistem sepanjang sungai dan lingkungan sekitar yang terdampak di duga oknum Kecamatan yang berada di balik langgengnya aktifitas sedot pasir. Ucap salah satu warga sekitar penambangan yang namanya enggan dikorankan.

Masyarakat disekitar dusun Palangan sudah lama resah adanya 10 mesin sedot pasir di aliran sungai Bengawan solo yang terletak diwilayahnya yang beraktivitas setiap hari dengan jadwal waktu yang tidak pasti Siang - malam ,agar tidak diketahui masyarakat setempat yang terletak di dusun Palangan desa Besah kec Kasiman kab Bojonegoro.

Menurut warga sekitar lokasi sedot pasir ber-absumsi instansi terkait yang mempunyai wilayah ( Desa,Kecamatan ) dan aparatur penegak perda Bojonegoro terkesan tutup mata. Walaupun telah warga beritahu.

Kondisi tanah
Warga , longsor
Pada OposisiNews sebagai warga pinggiran sungai Bengawan solo wilayah terdampak sedot pasir mengatakan,takut akan tanah nya ( tanah pajak ) terkikis terus menerus bahkan sampai disamping rumah.

Bahkan warga terdampak yang ternyata melek hukum , pada awak media sedikit menjelaskan  ' bahwa perusaan lingkungan hidup adalah kejahatan yang diatur dan ditetapkan dengan UU No 32 tahun 2009.

" Tolong nama saya dirahasiakan karena semua yang mempunyai kepentingan dengan kegiatan sedot pasir ini mengenal saya , saya cuma kasihan pada masyarakat yang mau mengadu tapi tidak tahu harus mengadu ke mana " , pesan narasumber berita.

" Saya mewakili warga terdampak sangat berharap kepada pemerintah daerah agar supaya memandang kebawah dan kehadiran pemerintah dalam hal ini seperti tidak ada tidak seperti di era Bupati yang kemarin yang selalu respon dan mengedepankan suara rakyatnya" , ucapnya.

"Hingga saat ini ada 10 buah mesin sedot pasir yang setiap hari tetap beroperasi dan perhari bisa mendapatkan 30-40 dumtruck dengan harga berkisaran 700 ribu per dumtruck", imbuhnya.

Dari audensi yang di kumpulkan dari  responden warga , material ( pasir ) tersebut diangkut oleh truk lalu dibawa keluar melalui jalan desa dengan tonase tidak terukur ke provinsi Jawa timur , akibatnya jalan lingkungan / desa kondisinya rusak berat apalagi dimusim sekarang ini banyak kumbangan air di hampir sepanjang jalan desa.

Pada awalnya penambangan di dusun Palagan ,warga belum merasakan dampak dari penambangan pasir diwilayahnya karena dampak yang ditimbulkan belum terasa dengan berjalannya waktu yang cukup lama dan aktifitas penambangan yang dilakukan terus menerus , lalu lalang kendaraan bertonase berat ( Truk Dam ) yang cukup tinggi karena di dukung oleh mesin sedot pasir moderen .

Dampak yang dirasakan dan dapat dipantau dari kegiatan pasir ini antara lain air sungai yang semakin dalam ,jalan desa / lingkungan rusak berat ( becek dan bergelombang ) , erosi daerah sekitar sungai yang biasanya dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam sayur mayur dan debu Berpotensi anak-anak terjangkit ISPA ( WHY )

Editor ilustrasi. Bambang PW
Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon