Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Wartawan, Dibutuhkan Sekaligus Dibenci, Mengapa?

Wartawan, Dibutuhkan Sekaligus Dibenci, Mengapa?

Written By BBG Publizer on Senin, 30 Desember 2019 | 17.10

Jakarta.OposisiNews.co.id - Menjadi wartawan, mungkin sebagian orang menilai tidaklah begitu penting. Sebagian pula menghindar dan membenci wartawan. Bahkan, ada yang memenjarakan wartawan dengan berbagai alibi. Namun ada yang sangat membutuhkan wartawan, yaitu orang-orang yang memiliki pola pikir profesional dan mengetahui persis tentang tugas wartawan atau jurnalis. Sebagai pekerja kontrol sosial, ada resiko besar dalam melaksanakan kewajiban sebagai wartawan.

Wartawan orang bebas. Dia bebas menulis apa yang ia lihat dan dengar berdasarkan hati nurani, namun tidak terlepas dari kode etik dan UU Pers. Meskipun wartawan dilindungi UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers, tetapi masih saja ada yang sengaja membungkam atau mencekal wartawan dalam menjalankan fungsinya dengan berbagai pasal yang tidak sesuai UU Pers yang ada.

"Seorang wartawan tidak memiliki kategori status sosial yang pasti. Pagi ia bisa ngobrol dengan abang becak, siang dia bisa makan bersama para pejabat, sore bisa bincang-bincang dengan pemuka agama, dan malam dia juga bisa berada di cafe, diskotik, dan bar,” ulas Pemred Portalindo.co.id, Amran Muktar, usai silaturahmi di kediaman Ketum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalengke, Minggu (30/12/19).

Wartawan, kata Amran, setiap hari menyapa publik dengan informasi. Tak peduli apakah informasi yang disajikan itu diapresiasi atau dicaci. Semuanya semata untuk memenuhi kewajibannya terhadap publik. Wartawan memberikan informasi berdasarkan kebenaran yang diyakininya benar dan hasil check and recheck. “Terkadang risiko kehilangan nyawa tanpa ia sadari mengancam diri dan keluarganya,” tambah Amran yang juga salah seorang aktivis PPWI Jakarta.

Wartawan tidak ada istilah libur meskipun tanggal merah. Sekalipun di hari raya nasional dan keagamaan, mereka tetap bertugas memburu berita. Bahkan, secara seloroh, pada saat datangnya kiamatpun, wartawan tetap bekerja memberitakan tentang peristiwa kiamat yang sedang berlangsung.

Demi tugas sebagai agen sosial control dan untuk menyajikan berita bagi masyarakat, seorang wartan akan terus bekerja tanpa henti, tanpa jedah. Informasi tentang kondisi dan perkembangan lingkungan sekitar sangat dibutuhkan masyarakat. Termasuk berbagai kejadian, persitiwa dan fenomena di tempat lainnya di setiap sudut negeri, dunia dan alam semesta ini.

"Sungguh sebuah profesi yang amat agung, dimana seorang wartawan berperan besar dalam seluruh aspek kehidupan. Sejarah mencatat, kemerdekaan Indonesia dikumandangkan ke seantero dunia melalui media oleh para wartawan," ujar Amran yang juga menjabat Kabag Kemitraan Aliansi Wartawan Nasional Indonesia (AWNI).

Begitu penting peran wartawan dalam setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, namun mengapa kini wartawan banyak dipenjarakan dengan cara-cara yang sangat bertentangan dengan UU Pers, UU KIP, dan UU HAM. "Wartawan tak perlu dibungkam, wartawan tak perlu dipidana, wartawan itu hanya butuh dibina dan diawasi secara profesional. Jadikan UU Pers sebagai satu-satunya alat mengontrol, mengawasi, dan mengembangkan kebebasan pers di negeri ini," tegas Amran.

Wartawan bukan untuk ditakuti. Wartawan bukan untuk dibasmi. Wartawan penentu masa depan sebuah negara. Wartawan mutlak diperlukan dalam mendorong kemajuan sebuah bangsa serta menjaga pertahanan dan keamanan negara.

"Saya sangat berharap kepada para pejabat di seluruh instansi, baik pemerintah maupun swasta agar memberi ruang kepada wartawan untuk menjalankan tugasnya. Jangan merasa alergi dan takut kepada wartawan, apalagi membencinya. Wartawan mengemban tugas sosial control bangsa, bahkan dunia," pinta Amran menambahkan.

Ia juga mengatakan, sebagai pemimpin redaksi, tentunya sangat memperhatikan apa yang menjadi kendala para wartawan di lapangan. “Saya akan mengikuti jejak Ketum PPWI yang membela wartawan dari media manapun jika mendapatkan perlakuan yang tidak pantas, seperti yang sudah dilakukan Ketum PPWI, Wilson Lalengke, yang membela dan memperjuangkan para wartawan di tanah air selama ini,” tutup Amran penuh semangat. (Red)
Home » » Manager PTPN XII Kebun Malangsari : Ada Ragam Masakan Di Wisata Kuliner Kopi Lanang

Manager PTPN XII Kebun Malangsari : Ada Ragam Masakan Di Wisata Kuliner Kopi Lanang

Bupati Banyuwangi Azwar Anas bersama Sanuri meneger PTPN XII Malangsari
BANYUWANGI.OPOSISINEWS.CO.ID –  Gagasan wisata Kuliner Kopi Lanang Kebun Malangsari terinspirasi sejak dilaksanakanya ekspor perdana Kopi Robusta Malangsari ke manca negara, seperti Amerika, Australia, Italia dan sejumlah negara lain di Eropa beberapa waktu lalu.

Dari situlah Direksi PTPN XII berfikir jika Kopi Malangsari ini bisa, dikembangkan tidak hanya exspor ke luar negeri,namun masyarakat Banyuwangi bisa menikmati sendiri beragam olahan panganan yang di campur dan berbahan baku kopi.

Hal tersebut disampaikan oleh Sanuri, Manager PTPN XII Malangsari, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur saat ditemui oleh awak media usai peresmian Wisata Pasar Kuliner Kopi Lanang. Minggu, (29/12/2019).

Menurut Sanuri, “Wisata Kuliner Kopi Lanang” berbeda dengan wisata – wisata lainya, karena di Pasar Kuliner Kopi Lanang, segala kuliner atau masakan jenis apapun yang ada di tempat tersebut semua berbau Kopi Lanang.

“Semua masakan berbau Kopi Lanang mas, tentunya sangat enak dan lezat,Hanya dengan waktu 10 hari saja persiapanya tempat ini kita jadikan Wisata Kopi Lanang,”Ujarnya.

Sanuri menambahkan, dirinya juga mengucapkan sangat berterima kasih kepada pihak pemerintah, baik Pemerintah Desa (Pemdes) ataupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) karena telah mendukung sepenuhnya kegiatan tersebut.

“Dalam hal ini Pemdes Kebunrejo, Kecamatan Kalibaru dan juga Pemkab sangat bersinergis,sehingga acara ini berjalan lancar sesuai harapan ,”Ujarnya .

Di jelaskan guna memudahkan transportasi ke lokasi,pihaknya sudah membicarakan dengan Bupati dan beberapa Kepala Dinas Banyuwangi, jika akses jalan menuju Wisata Kuliner Kopi Lanang akan segera di perbaiki .

“Dalam waktu dekat kurang lebih 1.500 meter jalan akan diperbaiki,” Jelasnya.

Seperti diketahui Peresmian Wisata Kuliner Kopi Lanang Malangsari, yang berlokasi di Afdeling Ledoksari, Desa Kebonrejo, Kecamatan Kalibaru tersebut dihadiri oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Aswar Anas, dan Wakilnya Yusuf Widiyatmoko beserta jajaranya.

Istimewanya,acara juga dihadiri oleh Dinopati Djalal, mantan Duta Besar (Dubes) Amerika sekaligus mantan Juru bicara Presiden di era Susilo Bambang Yudhoyono.( IGP )

Reporter.Indra.GP
Editor.Bambang Pw
Home » » Proyek Jembatan Di PTPN XII Kebun Kalirejo Mangkrak,FKP2 Lapor Ke Menteri BUMN

Proyek Jembatan Di PTPN XII Kebun Kalirejo Mangkrak,FKP2 Lapor Ke Menteri BUMN

Doc.Jembatan penghubung AFDELING - TPTN XII Glenmore yang diduga dikerjakan PT. Semut-Jakarta , makrak
BANYUWANGI.OposisiNews.co.id -Pembangunan proyek jembatan penghubung antara Afdeling Sukorejo dengan kantor induk PTPN XII Kebun Kalirejo di Kecamatan Glenmore mangkrak.

Rencana bentangan jembatan sepanjang 60 meter itu,hingga kini terlihat tidak ada tindak lanjut dari aktifitas pelaksana proyek. Tampak bahan material seperti puluhan beton penyangga yang menumpuk,lalu pasangan tiang pancang atau penyangga dan pasangan ram besi mulai tertutup rimbunan semak belukar.

Doc.Tiang jembatan
Saksi rencana jembatan
Kondisi itu membuat warga Glenmore khususnya warga yang berdekatan dengan lokasi jembatan resah karena puing-puing dan tumpukan material jembatan rawan binatang berbisa ular dan memberikan pemandangan yang tidak sedap.

Salah satu tokoh masyarakat yang tidak ingin namanya dikorankan pada OposisiNews mengatakan ," Harapan masyarakat jembatan itu bisa secepatnya kembali dikerjakan dan para elit politik bisa menjembatani dan memperjuangkan untuk merealisasikan pembangunan jembatan ".

Warga sekitar berharap bisa merasakan akses manfaatnya bukan hanya bisa memandang fenomena yang menyedihkan itu dan menjadi saksi bisu kegagalan proyek jembatan.

Dari informasi yang digali Tim OposisiNews mensinyalkan bahwa Direksi PTPN XII telah menganggarkan bangunan yang tak sedikit yakni sebesar Rp.22 milyar.Dengan harapan setelah jembatan selesai bukan hanya warga yang di mudahkan perekononianya, jembatan itu sebagai transportasi di gunakan untuk akses pengembangan lahan penanaman tebu ke pabrik IGG (Industri Gula Glenmore).

Melihat kenyataan anggota FKP2 ( Forum Komunikasi Pendamping Perkebunan ) Glenmore melayangkan surat tertulis ke Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara),Erick Thohir pada tanggal 16 Desember lalu.Dalam surat kritikan ke Menteri tersebut,FKP2 berharap adanya tindakan untuk menyelesaikan dan melanjutan proyek.

Bahkan mereka (FKP2,red) meminta ke Menteri BUMN untuk mengkaji ulang
pekerjaan tersebut.Mengingat saat ini didalam intruksi Presiden Dan Menteri BUMN yang menegaskan bahwa dalam hal hal yang dapat merugikan perusahaan dan negara, oleh karenanya sepatutnya peserta lelang atau pemendang tender yang terindikasi menyalahi aturan kena Blacklist dan mendapat sanksi hukum yang berlaku.

Noto Suwarno,Sekretaris FKP2 mengatakan sebenanya proyek jembatan itu sudah harus selesai pada bulan April 2019 kemarin. "Proyek itu di mulai pada bulan September 2018,dan harus selesai sesuai apa yang telah direncanakan yaitu jangka waktu selama 8 bulan harus sudah berakhir."Ujarnya.Senin,(30/12/2019).

Sekedar di ketahui proyek jembatan itu yang mengerjakan adalah PT. Rekaya Semut -Jakarta. Namun sampai berita ini ditulis pihak kontraktor maupun management PTPN XII belum bisa di konfirmasi.( IGP )

Reporter.Indra GP
Editor .Bambang PW
















Home » » PERKEBUNAN PTPN XII RESMIKAN WISATA KULINER KOPI LANANG

PERKEBUNAN PTPN XII RESMIKAN WISATA KULINER KOPI LANANG

Bupati Banyuwangi .Azwar Anas ,Wabup , Forpimda dan meneger PTPN XII dalam giat peresmian obyek wisata kuliner dan Louncing produk kopi Lanang , Minggu 29/12/2019
Banyuwangi - OposisiNews.co.id-
Menyambut tahun baru 2020 PTPN XII Kebun Malangsari yang berada di wilayah selatan Desa Kebunrejo Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi Gelar Wisata kuliner dan Louncing Produk kopi lanang.

Gelaran tersebut Di Hadiri Bupati Banyuwangi dan wakil Bupati Banyuwangi Serta  Forpimda pihak Manager seluruh PTPN XII Beserta jajarannya .

Acara yang di laksanakan pada hari minggu 29/12/2019 Di area AFDELING ledoksari ini Berjalan dengan penuh keakrapan .

Dalam sambutanya Bupati Banyuwangi H Abdullah Azwar Anas  Menyampaikan Bahwa kwlitas Kopi Lanang milik PTPN XII Malang sari sagat baik , cita rasa khas ,sehingga mampu bersaing di Dunia internasional ," paparnya

" Bukan hanya sebagai tempat ngopi yang nyaman untuk warga Kalibaru saja, namun di harapkan wisatawan domistik dan mancanegara  menjadi sekmen bidikan untuk mengunjungi tempat destinasi wisata kopi lanang dan mencicipi di Akir pekan.

“Masyarakat kita harus juga bisa menikmati kopi yang berkwalitas dunia dengan harga standart. Untuk terus mempertahankan dan meningkatkan agro wisata ini maka harus di jaga kebersihan  , keramahan dan selalu ber-enovasi ." imbuh Anas.

Bukan hanya itu, Anas juga menyebut Pasar Kuliner Kopi Lanang Malangsari ini harapanya masyarakat bisa melihat langsung mulai dari proses pembibitan kopi unggulan serta pengolahan dan hingga kopi siap saji ," terangnya

“Kita arahkan warga kita ke kebun kopi bagaimana proses kopi yang enak. Kita berikan edukasi dan ekonomi kerakyatan semua perlu di padukan ,ramah lingkungan namun tetap Gooo internasional." Pungkas Bupati  Anas  (Her)

Editor. Bambang PW
Home » » Tujuh Wisatawan Asal Surabaya Dua Diantaranya Hilang Terseret Arus Air Terjun

Tujuh Wisatawan Asal Surabaya Dua Diantaranya Hilang Terseret Arus Air Terjun

Malang. Oposisinews .co.id- Tujuh wisatawan asal Surabaya dua diantaranya dinyatakan hilang terseret arus air terjun Coban Cinde, Desa Benjor, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang Kabupaten Malang. Minggu, 29/12/2019.

Dengan uraian Kronologi kejadian sebagai berikut, bermula sekitar pukul 11.00 wib, datang rombongan pengunjung dari Surabaya yang berjumlah 7 (tujuh) orang, 5 laki-laki 2 orang perempuan berkunjung ke Coban Cinde, di Desa Benjor, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Menurut pengakuan dari korban selamat, Ketujuh wisatawan tersebut turun ke air terjun, pada saat turun ke lokasi air terjun cuaca dalam kondisi cerah, namun berselang dua jam cuaca mendung kemudian gerimis dan sudah diperingatkan petugas untuk segera naik, namun ketika mereka hendak naik ditengah-tengah sungai datang air bah secara tiba-tiba, sehingga ketujuh orang tersebut berusaha menepi, tetapi naas, dua orang diantara mereka terseret air.

Dua korban yang hilang akibat terseret air diantaranya bernama Bagus Puji Wiyanto, laki-laki (25) warga Madiun dan Dwi Retno Prihatin, Perempuan (25) warga Mulyorejo, Surabaya.

Sementara korban selamat antara lain :
1.Rifai
Laki-laki
Umur: 26 th
Pekerjaan: ojol (ojek online)
Alamat: Bojonegoro
2.Samsul Sumarwanto.
Laki-laki
Umur :25 Th.
Pekerjaan: ojol ( ojek online)
Alamat: Madiun
3.Ahmad Ardiansyah
Laki-laki
Umur : 24 th.
Pekerjaan: Karyawan
Alamat : Surabaya
4.Muhammad Rizal Nurdiansyah
Laki-laki
Umur :18 th.
Pekerjaan: karyawan
Alamat: Magetan
5.Gita putri Humairoh
Perempuan
Umur: 24 tahun
Pekerjaan karyawan
Alamat: Mulyorejo Surabaya.

Hingga saat ini korban belum diketahui nasibnya. Pakaian yang diduga milik korban ditemukan tidak jauh dari lokadi jejadian.

Petugas Babinkamtibmas Polsek Tumpang, Babinsa Koramil Tumpang, Perangkat Desa Benjor, KSR PMI Malang serta BPBD hingga saat ini masih dilokasi sedang melakukan upaya penyisiran sungai untuk mencari dua korban yang hilang. (SO)

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon