Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » , » Kurangi dan Tekan Perkembangbiakan Tikus Petani,Buruh garap , Muspika ,TNI & Polri Dan Pemerintah Desa Kwadungan Bakar Sarang Tikus

Kurangi dan Tekan Perkembangbiakan Tikus Petani,Buruh garap , Muspika ,TNI & Polri Dan Pemerintah Desa Kwadungan Bakar Sarang Tikus

Written By BBG Publizer on Minggu, 15 Desember 2019 | 11.30

Partono kaos putih ( Kds Kwadungan ) , TNI & Polri dan Tokoh Masyarakat di lokasi gropyokan tikus , Minggu 15/12/2019
Ngawi, OposisiNews.co.id - Menggilanya serangan hewan pengerat ( tikus ) di wilayah pertanian desa Kwadungan Kecamatan Kwadungan Kabupaten Ngawi  diawal musim tanam membuat kecemasan pemerintah desa Kwadungan akan nasib warga desa yang mayoritas petani dan buruh tani.

Partono selaku kepala desa Kwadungan menginisiasi usulan warga untuk melakukan giat gropyokan di sejumlah lahan pertanian yang disinyalir menjadi tempat perkembang biakan tikus yang semakin tidak terkendali.

Proses gropyokan mengunakan elg 3 kg
Minggu 15/12/2019 pukul 7.00 wib warga desa Kwadungan kurang lebih 50 orang ( Petani dan Buruh Tani ) , Muspika , TNI , Polri dan Perangkat desa bergerak menuju tempat-tempat yang disinyalir sarang perkembang biakan tikus.
Berbekal tabung gas lpg 3 kg , tongkat ( alat pukul ) dan sabit , puluhan lubang tikus dibakar .

Alhasil ratusan tikus mati terbakar diliang persembunyian dan pukuhan tikus yang lolos dari lubang-lubang yang terbakar disambut petungan dan sabit yang telah disekenariokan di awal giak gropyokan tikus.

Pada awakmedia OposisiNews . Partono ( Kds Kwadungan ) mengatakan , " Giat gropyokan hari ini hanya sebatas mengurangi populitas tikus yang selama ini menyatroni tanaman ( bibit ) padi warga desa .kalau untuk memusnahkan rasanya tidak mungkin karena hewan-hewan pengerat itu terus bermigrasi ketempat-tempat yang dirasa aman dan berkembang biak ".

" Gropyokan tikus merupan langkah presfektif dilakukan dan tidak membahayakan keselamatan petani dan buruh pengarap karena banyak sejumlah wilayah yang mengunakan setrum bertegangan tinggi untuk mengusir tikus yang berakhir tragis , banyak petani dan buruh pengarap yang harus meregang nyawa tersengat listrik dan langkah itu sekarang sudah ada aturan larangan oleh pemerintah karena membahayakan manusia ". Imbuh Kades Kwadungan.

" Untuk kegiatan ini pemdes Kwadungan berikan imbalan 1 ekor tikus dihargai Rp 2000,- dan untuk giat hari ini terdata 100 ekor tikus yang bisa ditangkap dan mati ,kemungkinan jumlah yang mati 2 kali lipat yang terdata karena kebanyakan tikus mati terpanggang di liangnya ", tambah Partono

Dengan teknik gropyokan dan pembakaran lubang-lubang perkembangbiakan tikus yang mungkin baru pertama dilakukan di Kabupaten Ngawi diharapkan bisa menjadi contoh awal efektif mengurangi , menekan perkembang biakan tikus yang lebih efektif. ( Arf )

Reporter .Arif AB
Editor .Bambang PW.

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon