Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » , » PETANI DI KEDUNGTUBAN TEWAS TERSETRUM JEBAKAN TIKUS LISTRIK

PETANI DI KEDUNGTUBAN TEWAS TERSETRUM JEBAKAN TIKUS LISTRIK

Written By BBG Publizer on Minggu, 08 Desember 2019 | 11.30

Foto: Jenazah Khoirur Rosyid (33) tergeletak di pematang sawah usai tersengat jebakan tikus beraliran listrik

Kedungtuban.OposisiNews.co.id - Banyaknya serangan hama tikus di lahan pertanian kawasan Desa Gondel Kecamatan Kedungtuban Kebupaten Blora membuat petani memasang jebakan beraliran listrik.

Namun,  justru jebakan listrik tidak sedikit membawa korban petani bahkan berujung kematian dan hal itu banyak tersiar di media sosial,online ,cetak dan elektronik diakhir-akhir tahun ini.

Seperti yang dialami Khoirur Rosyid (33th) , petani yang tewas lantaran tersengat arus listrik jebakan yang dipasangnya. Jebakan listrik bertegangan 440 volt tersebut merenggut nyawanya sekitar pukul 07.30 WIB pagi tadi, Minggu (08/12).

Menurut keterangan saksi mata, Jumadi (27) dan Anwar (60), korban terlihat dalam kondisi tergeletak di pematang sawahnya. Sawah tersebut merupakan aset desa yang disewa korban untuk ditanami padi.

Melihat korban dalam kondisi tergeletak, saksi segera memberi tahu warga setempat. Korban pun segera dibawa pulang, dan warga lainnya segera menghubungi kepolisian setempat. Proses otopsi pun dilakukan dengan melibatkan petugas medis dari puskesmas setempat.

Sementara, Kades Gondel, Suko Hadiwiyono menegaskan memasang jebakan tikus beraliran listrik merupakan langkah berbahaya, bahkan dapat berujung pidana. Pihaknya meminta para petani untuk menggunakan alternatif lain untuk menanggulangi wabah tikus.

“Jangan pakai jebakan listrik untuk menanggulangi tikus. Saya himbau warga untuk menggunakan cara lain seperti gopyokan (perburuan tikus tradisional). Jebakan listrik bisa sangat berbahaya, dan jika terkena manusia bisa diancam pidana,” himbaunya tegas.

Sebagai informasi, bukan kali ini saja jebakan tikus listrik yang dipasang di sawah memakan korban. Awal tahun lalu, pada Februari 2019, seorang warga di Desa Mojorembun Kecamatan Kradenan meregang nyawa saat mencari burung di sawah dan tersengat jebakan listrik bertegangan tinggi. ( Dwi -Sl )

Reporter .Dwi-Saldi
Editor . Bambang Pw
Home » , » MUSYAWARAH DAERAH ASOSIASI KEPALA DESA (AKD) KABUPATEN TULUNGAGUNG

MUSYAWARAH DAERAH ASOSIASI KEPALA DESA (AKD) KABUPATEN TULUNGAGUNG

Bupati Tulungagung, Drs. Maryoto Bhirowo, M.M., pada sambutan Musda AKD Kabupaten Tulungagung
TULUNGAGUNG.OPOSISINEWS.CO.ID - Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) yang dilaksanakan di Gedung Balai Rakyat mulai pukul 09.00 WIB. Sabtu (7/12/2019).

Doc kegiatan musdakab
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bupati Tulungagung, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Tulungagung, Dandim 0807 Tulungagung, Wakapolres Tulungagung, Perwakilan Kejaksaan Negeri Tulungagung dan Asisten 1 Sekda Tulungagung.

Bupati Tulungagung, Drs. Maryoto Birowo, M.M.,dalam sambutannya menyampaikan bahwa, pemilihan kepala desa serentak 2019 yang dilaksanakan di 239 desa telah dapat terselesaikan dengan baik, aman, dan sukses serta sudah dilantik di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada tanggal 11 September 2019. Pemilihan Kepala Desa serentak adalah amanah UU No. 6 Tahun 2016 tentang Desa dalam rangka mengisi kekosongan jabatan kepala desa yang habis masa bhaktinya.

Keberhasilan pelaksanaan Pilkades merupakan perjuangan kita semua, mulai dari Kepala Desa/Pejabat Kepala Desa beserta seluruh perangkat desanya, BPD, LPM, Lembaga Desa lainnya dan tokoh-tokoh masyarakat ataupun seluruh elemen masyarakat yang ada di desa dan untuk selanjutnya semua yang sudah dilantik sebagai kepala desa adalah yang terpilih untuk memimpin penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di desa untuk bisa menjadi lebih maju dan dinamis, baik dari sektor pelayanan administrasi pemerintahannya, kelembagaan desanya, pemberdayaan masyarakatnya dan pembangunan infrastruktur sesuai yang diharapkan oleh masyarakat.

"Untuk itu saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih dan berharap dengan semangat mari kita bersama membangun Tulungagung yang lebih maju, mandiri dan bermartabat, semoga kita semua semakin penuh kedewasaan, serta kesadaran ini bisa terus ditingkatkan di masa-masa mendatang, sehingga situasi yang kondusif ini terus terpelihara dan dapat dipertahankan di Kabupaten Tulungagung yang kita cintai ini," ucapnya.

Bupati berharap, dalam pelaksanaan musyawarah daerah asosiasi kepala desa (Musda-AKD) Kabupaten Tulungagung tahun 2019 ini nantinya dapat berjalan dengan aman, lancar dan sukses sesuai yang diharapan.

Musyawarah daerah AKD merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh AKD Kabupaten Tulungagung, tujuan khususnya adalah dalam rangka pemilihan Ketua dan Pengurus AKD yang baru untuk masa bhakti tahun 2019 - 2025 menggantikan Ketua dan pengurus AKD yang lama masa bakti 2013 - 2019.

"Harapan saya, atas nama Pemerintah Kabupaten Tulungagung, bahwa melalui proses musyawarah daerah AKD ini menghasilkan Ketua atau jajaran pengurus yang lebih berkomitmen untuk memajukan asosiasi kepala desa," ujarnya.

Bupati juga berpesan kepada semuanya yang menjadi peserta musyawarah, bahwa siapapun nantinya yang akan terpilih menjadi ketua dan jajaran pengurus AKD yang baru, untuk kita hormati dan kita dukung sepenuhnya, karena itu merupakan hasil proses/pilihan semua yang dapat dipertanggung jawabkan bersama.

"Bagi yang terpilih menjadi ketua dan pengurus AKD yang baru, nantinya harus sadar bahwa, kedepannya memikul tugas dan  tanggung jawab yang besar untuk memajukan AKD. Serta bagi yang nantinya tidak terpilih harus sadar dengan penuh rasa sportif dan legowo. Pada intinya proses yang dilalui ini hanyalah semata-mata untuk kemajuan AKD Kabupaten Tulungagung," tandasnya.

Dalam kesempatannya, Maryoto menegaskan bahwa, AKD merupakan wadah untuk berkumpul dan menyampaikan aspirasi bersama yang selanjutnya dapat diteruskan kepada Pemerintah Daerah. Hal tersebut semata-mata adalah demi kemajuan dan kepentingan masyarakat Kabupaten Tulungagung.

"Selanjutnya setelah pelaksanaan Musda-AKD ini perlu diingat bahwa, saudara adalah Kepala Desa selaku pejabat yang ada di wilayah. Saudara harus peka, tanggap dan bijaksana dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, mengingat masyarakat semakin cerdas dan kritis. Untuk itu saudara harus sabar dan responsif dalam mengantisipasi dan memberikan penjelasan terhadap permasalahan yang muncul, dengan demikian masyarakat akan merasa terayomi dan nyaman dalam beraktifitas sehari-hari," tegas Bupati.

Selanjutnya dilakukan pemilihan Ketua AKD masa bakti tahun 2019-2025, adapun yang mendaftar sebanyak 2 orang yaitu Moh. Sholeh, Kades Bendilwungu, Kecamatan Sumbergempol, dan Danang Catur Kades Sidorejo, Kecamatan Kauman.

Pada pemilihan tersebut secara aklamasi yang terpilih sebagai Ketua AKD masa bakti tahun 2019-2025 adalah Moh. Sholeh, Kades Bendilwungu, Kecamatan Sumbergempol.

Moh. Soleh, Ketua AKD terpilih masa bakti tahun 2019-2025 dalam sambutannya, menyampaikan rasa terima kasih kepada Danang Catur dan seluruh Kades yg telah mendukungnya secara aklamasi, yang tentunya bisa mempererat persatuan AKD.

"AKD adalah wadah para Kades dalam membahas setiap permasalahan. kita harus bermusyawarah untuk menentukan kebijakan, bukan ditentukan Ketua AKD pribadi. Kades wajib menjaga kearifan lokal desa masing - masing  desa," pungkasnya. (Har/Gus)
Home » , » BARU DIBANGUN TPT AMBROL, CARUT MARUT DANA DESA KABUPATEN NGAWI

BARU DIBANGUN TPT AMBROL, CARUT MARUT DANA DESA KABUPATEN NGAWI

Papan kegiatan proyek Dsn.Ngawen Desa Kalang Kec.Pitu - Ngawi
Ngawi.  0posisiNews.co.id -Lemahnya pengawasan dan diduga terjadi kongkalingkong yang sestematis dimungkin-kan penyebab kefatalan dalam melaksanakan program kegiatan infrastruktur desa.

Kondisi TPT dusun Ngawen
Terbukti pembangunan infrastruktur Tanggul Penahan Tanah (TPT) di dusun Ngawen Desa Kalang Kecamatan Pitu yang bersumber pada dana ADD,sebesar Rp 69.037.400 dengan panjang 222 meter belum seumur jagung sudah mengalami kerusakan, ambrol.

Saat dikonfirmasi tentang masalah pembangunan tersebut,Priyo selaku  PPKD  ( Pelaksana Pengelolaan Keuangan Desa ),yang bersinggungan langsung dengan pengerjaan program tersebut, belum bisa menjawab dengan pasti, terkesan mencari alasan yang mengada ada," faktor alam, karena hujan deras," ujarnya.

Dari kerusakan bangun tersebut merupakan hal yang wajar kalau berkembang berita miring bahkan ada salah satu warga sekitar yang tidak mau disebut namanya, menuturkan diduga pengerjaannya tidak sesuai dengan RABnya, " saya curiga volumenyapun tidak sesuai RAB," ujarnya.

Demikian juga  Supriyanto , akrab di panggil Bethu selaku kepala desa yang baru,saat dimintai konfirmasi lewat hand phonenya, menjawab yang benar-benar tidak masuk diakal, selain foto pekerjaan yang sudah dibenahi juga terlampir kalimat bahwa pengerjaan tersebut sudah DIKONDISIKAN .

Yang menjadi pertanyaan di kondisi kan yang bagaimana dan pengkodisian tersebut kepada siapa dan dari siapa serta berapa nilai pengkondisian tersebut. ( W2.)

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon