Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » , » Kedubes Jepang Siap Hadiri National Conference Kappija-21 di UNJ

Kedubes Jepang Siap Hadiri National Conference Kappija-21 di UNJ

Written By BBG Publizer on Selasa, 03 Desember 2019 | 07.39


KOPI, Jakarta – Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia akan menghadiri kegiatan yang digelar Kappija-21 bersama JICA dan Universitas Negeri Jakarta, pada Rabu, 11 Desember 2019 mendatang. Pihak Kedubes Jepang telah mengkonfirmasi akan hadir di acara bertajuk National Conference II: Global Education and Environment for Sustainable Development, yang akan berlangsung di University Training Center (UTC) Building, 8th Floor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jl. Rawamangun Muka, Pulo Gadung, Jakarta Timur itu.

Hal tersebut disampaikan Presiden Kappija-21, Mr. Mulyono Lodji, kepada pewarta media ini, Senin, 2 Desember 2019. “Ya, Alhamdulillah, pihak Kedutaan Besar Jepang sudah memberitahu kita bahwa perwakilan Kedubes akan hadir sekaligus memberikan speech di acara National Conference kedua yang akan diselenggarakan di Universitas Negeri Jakarta nanti. Dari informasi yang kami terima melalui email, Mr. Wakabayashi dan Mr. Jinno Kosuke yang akan hadir,” jelas Mulyono.

_Berita terkait: KAPPIJA-21 Bakal Gelar National Conference Bekerjasama dengan UNJ (https://pewarta-indonesia.com/2019/11/kappija-21-bakal-gelar-national-conference-bekerjasama-dengan-unj/)_

Sementara itu, para pejabat VIP lainnya yang sudah konfirmasi akan hadir di acara yang akan menghadirkan ratusan mahasiswa UNJ dan undangan lainnya itu adalah pejabat dari Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia office. “Ibu Sri Widyastuty dan Mr. Ando Hisao sudah menyampaikan ke kita bahwa JICA siap hadir di acara ini,” imbuh Bang Moel, sapaan akrabnya.

Saat ditanya tentang persiapan pelaksanaan acaranya, Ketua Panitia National Conference, Wilson Lalengke, mengatakan bahwa persiapan sedang berlangsung dan acara siap dilaksanakan. “Persiapan utama terkait tempat dan peserta konferensi sudah kelar. Jadwal acara juga sudah disusun dan persiapan lainnya di lokasi acara sudah ready. Hanya tinggal memasang back-drop, pemesanan konsumsi, dan lain-lain yang sifatnya diselesaikan menjelang hari pelaksanaan,” urai Wilson yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kappija-21.

Selain dari pihak Kedubes Jepang dan JICA serta anggota Kappija-21, panitia juga mengundang Pemerintah Daeah DKI Jakarta untuk menghadiri acara tersebut. (APL/Red)
Home » , » LSM Akbar Desak Pertamina Selesaikan Relokasi Warga Eks Blang Lancang

LSM Akbar Desak Pertamina Selesaikan Relokasi Warga Eks Blang Lancang

KOPI, Lhokseumawe - Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Afiliasi Keluarga Besar Blang Lancang dan Rancong (LSM Akbar) Aceh, Muhammad Jubir mendesak PT. Pertamina (Persero) agar menyelesaikan permasalahan relokasi perkampungan baru bagi 542 KK warga eks Blang Lancang - Rancong (PT. Arun Lng) di Lhokseumawe, Provinsi Aceh. “Sudah hampir hampir setengah abad lamanya, belum ada kejelasan dari pihak PT. Pertamina (Persero) dan Pemerintah Pusat. Persoalan mereka tersendat di Sekretariat Kabinet,” kata Muhammad Jubir.

Selanjutnya Jubir mengatakan bahwa dirinya sudah beberapa kali melakukan pertemuan di kantor Sekretaris Kabinet (Seskab) di Jakarta terkait permukiman baru warga eks Blang Lancang Arun itu. "Pada rapat terakhir di akhir bulan Maret 2019, di Kantor LMAN Jakarta, diundang beberapa pihak, seperti Dirut PT. Pertamina, dari Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, Kemendagri, Kementerian ATR/BPN, Kementerian ESDM, Kementerian PUPR, Kementerian Sosial, Pemerintah Aceh, dan Pemko Lhokseumawe,” tapi hingga kini masih belum ada tanda-tanda penyelesaian di lapangan.

Atas dasar itu, LSM Akbar mengharapkan kepada PT. Pertamina Persero dan Presiden Joko Widodo dapat mempercepat penyelesaian permasalahan resettlement masyarakat Blang Lancang dan Rancong. “Sebagaimana Presiden menyelesaikan permasalahan korban lumpur Lapindo Sidoarjo, begitu jugalah persoalan warga di Blang Lancang – Rancong bisa diselesaikan segera,” harap Muhammad Jubir.

Perjuangan ini, menurut Jubir sudah sangat lama dilakukan dengan berbagai cara, baik difasilitasi oleh Komnas HAM RI, audiensi, Aksi sampai masuk penjara. Namun hingga kini belum terlihat adanya itikad baik PT. Pertamina (Persero) maupun Bapak Presiden Jokowi, yang sudah pernah mereka jumpai pada saat kunjungan kerja peresmian PT. Perta Arun Gas dan Peletakan Batu Pertama Waduk Keureto Aceh Utara beberapa waktu lalu.

“Jika permasalah tersebut tidak segera diselesaikan, akan timbul konflik baru di Bumi Serambi Mekkah, karena selama ini kami sangat mematuhi proses penyelesaian,” imbuh Jubir.

Menurutnya, bila permasalahan tersebut tidak segera teratasi dan berlarut-larut oleh pihak PT. Pertamina (Persero) dan Pemerintah, maka masyarakat akan mengambil sikap terhadap keberadaan perusahaan milik PT. Pertamina Persero di lokasi bekas perusahaan raksasa PT. Arun Lng Lhokseumawe. “Kami sangat berharap kepada Bapak Presiden Jokowi dapat mengeluarkan PP tentang penyelesaian resettlement masayarakat tergusur pendirian proyek vital PT. Arun Blang Lancang Rancong untuk mengalokasikan tanah perumahan dan lahan pertanian sesuai dengan surat Gubernur DI Aceh Nomor: 672/3-97 tanggal 3 April 1974 dan Nomor: 2882/1-585 tanggal 9 Nopember 1974. Dalam perjanjian tersebut, masyarakat akan direlokasikan dan dibangun fasos dan fasum, juga perumahan serta lahan perumahan bagi 542 Kepala Keluarga (KK) di seputaran Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Sayangnya, sampai saat ini PT. Pertamina Persero dan Pemerintah Pusat belum adanya itikad baik dalam hal penyelesaian tersebut,” urai Jubir.
Home » , » Ingin Makan Daging Kuda? Kunjungilah Festival Berkuda Turatea di Jeneponto

Ingin Makan Daging Kuda? Kunjungilah Festival Berkuda Turatea di Jeneponto

KOPI, Jeneponto - Kodim 1425/Jp akan menggelar Festival Berkuda Turatea dalam rangka memperingati Hari Juang TNI AD atau biasa dikenal dengan Hari Lahirnya Korps Infanteri. pada event yang akan digelar selama 3 hari mulai tanggal 20 s/d 23 Desember 2019 bertempat di Pantai Karsut, Jeneponto ini, ada sajian khusus kuliner daging kuda.

Hal tersebut diungkapkan Komandan Kodim 1425/Jeneponto, Letkol (Inf) Irfan Amir kepada pewarta media ini melalui saluran WhatsApp-nya, 1 Desember 2019. “Kegiatan ini sekaligus juga untuk mengekplorasi kearifan lokal Butta Turatea Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, baik dalam hal pacuan kuda maupun sisi kuliner daging kudanya,” ujar Irfan.

Adapun mata kegiatan yang akan digelar yakni:

1. Tanggal 20 Desember 2019 akan digelar karnaval berkuda dengan menampilkan kuda-kuada yang ditunggangi dengan menggunakan pakaian adat dan pakaian pejuang yang menggambarkan budaya Jeneponto dan Hari Juang TNI AD (Hari Infanteri).

2. Festival kuliner dengan menu utama olahan daging kuda yang akan dilaksanakan pada esok hari, 21 Desember 2019 dengan menampilkan masakan yang menggunakan olahan daging kuda seperti Ganja (Gantala Jarang) dan olahan daging kuda lainnya yang sudah familiar seperti coto dan konro. Dalam hal ini juga akan ditampilkan olahan daging kuda lainnya yakni abon daging kuda, dendeng daging kuda, dan rendang dari daging kuda.

3. Pacuan Kuda dilaksanakan [ada tanggal 22 Desember 2019 yang merupakan budaya masyarakat Jeneponto dari jaman dahulu.

Melalui kegiatan festival berkuda ini, Kodim dan jajaran panitia ingin ikut mewarnai dan memperkenalkan budaya Jeneponto di tingkat nasional, bahkan di level dunia. Sebagaimana diketahui bersama bahwa satu-satunya daerah pemakan kuda termasif (terbanyak) di dunia adalah masyarakat Kabupaten Jeneponto.

“Kita boleh cari di belahan dunia mana yang masyarakatnya bisa menandingi warga Jeneponto dalam hal mengkomsumsi daging kuda,” kata Letkol Inf Irfan Amir sambil tertawa kecil.

Dari informasi yang diperoleh selama ini, bahwa masyarakat Jeneponto dalam sehari dapat mengkomsumsi kurang lebih 20 ekor kuda/hari yang dimulai dari komsumsi orang per orang secara individu sampai dengan sajian di warung-warung makan yang menyajikan olahan daging kuda. Para pelancong yang datang ke Jeneponto dapat melihat bagaimana olahan daging kuda itu dibuat di Jeneponto. Mulai dari daerah perbatasan Kabupaten Jeneponto -Takalar sampai ke perbatasan Kabupaten Jeneponto - Bantaeng, sebagian besar dari warung makan yang ada menyajikan olahan daging kuda. Wujud kulinernya bermacam ragam, seperti dibuat dalam bentuk coto, konro, dan abon.

“Secara matematis, apabila masyarakat Jeneponto mengkomsumsi kurang lebih 20 ekor kuda per hari, maka perbulannya masyarakat di sini membutuhkan kurang lebih 600 ekor untuk dikomsumsi. Pertahun dapat mencapai 7.200 ekor kuda,” jelas Irfan sambil tersenyum.

Berdasarkan fakta tersebut, masyarakat Jeneponto mengklaim bahwa mereka merupakan masyarakat termasif (terbanyak) di dunia dalam hal mengkomsumsi daging kuda. “Silahkan lembaga Muri atau Guinness Book of Word Record mencari dan mensurvei tempat di belahan bumi mana terdapat masyarakatnya yang sama dengan masyarakat Jeneponto dalam hal mengkomsumsi kuda,” tantang Irfan yang dikenal suka humor ini.

Selain itu, lanjut perwira dari Satuan Kopassus itu, pada Festival Berkuda Turatea kali ini, pihaknya bermaksud membuka ruang ekspolorasi kearifan lokal Butta Turatea dari sisi budaya, olah raga dan pariwisata. “Tiga hal inilah yang melandasi digelarnya event Festival Berkuda Turatea. Saya mengajak kita semua, mari kita bawa Jeneponto mendunia melalui event ini. Saya juga berharap, event ini dapat menjadi agenda kegiatan tahunan Pemerintah Daerah Jeneponto, Sulawesi Selatan, bahkan agenda nasional,” tutup Irfan amir. (IRA/Red).

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon