Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » SATU ICON PENINGGALAN PERJUANGAN DI ERA KOLONIALISME ' JEMBATAN DUNGUS ' TERSELAMATKAN

SATU ICON PENINGGALAN PERJUANGAN DI ERA KOLONIALISME ' JEMBATAN DUNGUS ' TERSELAMATKAN

Written By BBG Publizer on Sabtu, 30 November 2019 | 22.31

Wajah baru Jembatan Dungus , kab Ngawi
Ngawi.OposisiNews.co.id - Tidak ingin kehilangan satu persatu icon peninggalan sejarah perjuangan yang berada di Kabupaten Ngawi.

Pemda Ngawi dengan kekuatan kucuran anggaran Dana Alokasi Umum (DAU)  dari APBN pemerintah pusat TA 2019 melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( DPUPR ) Ngawi sebesar Rp 1,636.162.000 lakukan rehap total jembatan dungus dengan wajah baru .

Jembatan yang membentang diatas sungai Madiun baru sekali direhap pada tahun 1983-1984 oleh cv.Nugraha setelah itu belum pernah dilakukan rehap serius akibatnya hampir tiap tiga bulan sekali diadakan perbaikan / perawatan karena banyaknya lobang dibadan jembatan.

Cibiran-cibiran negatif dari warga net di media sosial Ngawi tidak mampu terbantahkan " Jembatan dungus adalah infestasi pemangku kebijakan kabupaten Ngawi , ATM 3 bulanan dan masih banyak cibiran pedas yang menyakitkan Telinga ".

Sejak diadakan renovasi total pada tahun ini ( 2019.red )  dengan desain yang berkarakter tugu masuk jembatan dungus , seiring waktu cibiran pedas itu berangsur luntur.

Pada OposisiNews , Sunaryo direktur cv.Prima Jasa sebagai pelaksana kegiatan rehap jembatan dungus mengatakan , " Sesuai jadwal waktu 365 hari / 150 hari kalender berakhirnya pengerjaan jembatan sudah bisa dimanfaatkan umum , untuk sementara ini masih tahap pengecatan kerangka jembatan dan tugu masuk jembatan ". ( Red ** )
Home » » DUA JEMBATAN DIBAGUN DIDUSUN TERPENCIL

DUA JEMBATAN DIBAGUN DIDUSUN TERPENCIL

Penandatanganan Prasasti 2 jembatan oleh Bupati Sidoarjo . Jum'at 29/11/2019
Sidoarjo- OposisiNews.co.id -Dua jembatan di bangun di Dusun Pucu'an dan Dusun Kalikajang Kelurahan Gebang Kecamatan Sidoarjo. Pembangunannya dari Dana Alokasi Umum/DAU pemerintah pusat tahun anggaran 2019.

Siang tadi, jembatan dari kayu ulin tersebut diresmikan pemanfaatannya oleh Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH.,M.Hum di Dusun Pucu'an, Jumat, 29/11/2019.

Bupati mengatakan sudah hampir 4 tahun jembatan tersebut rusak. Kerusakan tersebut menghambat aktivitas warga. Warga harus memutar jalan yang cukup jauh bila ingin ketempat lain. Namun dengan dibangunnya kembali jembatan tersebut aktivitas warga kembali lancar.

Bupati katakan pembangunan dua jembatan tersebut bersumber dari DAU pemerintah pusat. Nilai pengerjaan jembatan yang ada di Dusun Pucu'an sebesar Rp. 105 juta. Panjangnya 28  meter dengan lebar 2 meter. Sedangkan jembatan yang ada di Dusun Kalikajang menghabiskan dana Rp. 70 juta. Panjang lebih pendek dari jembatan di Dusun Pucu'an yakni 15 meter dengan lebar yang sama.

Bupati berharap warga dapat merawat jembatan yang telah dibangun tersebut. Dirinya mewanti-wanti warga untuk merawatnya dengan betul. Bila ada kerusakan sedikit, dirinya meminta warga segera  memperbaikinya.
"Rawat dan manfaatkan jembatan ini dengan baik,"pintanya.

Camat Sidoarjo Agustin Iriani mengatakan DAU pemerintah pusat yang dikucurkan buat pembangunan Kelurahan Gebang senilai Rp. 350 juta lebih. DAU tersebut dibagi untuk sarana dan prasarana serta pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Gebang.

Agustin menambahkan kerusakan jembatan di Dusun Pucu'an disebabkan oleh faktor alam ( arus pasang ). Sedangkan kerusakan jembatan yang ada di Dusun Kalikajang dikarenakan faktor usia.

Selama jembatan rusak warga melakukan aktivitasnya dengan menggunakan perahu. Dengan akomodasi tersebut perjalanan yang dilalui cukup jauh. Warga harus memutar jalan bila ingin beraktivitas ketempat lain.

Camat katakan perbaikan jembatan tersebut sebenarnya sudah diajukan melalui Musrembang. Namun banyaknya prioritas progam yang diajukan dalam Musrembang menyebabkan tertundanya perbaikan dua jembatan tersebut.

Selain keterbatasan APBD Sidoarjo yang diratakan untuk 353 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Sidoarjo menyebabkan jembatan tersebut terhambat dalam penganggarannya .

"Alhamdulillah pada tahun 2019 dengan dikucurkan 'Dana Alokasi Umum ' DAU dari APBN Pusat , saya perintahkan  Lurah Gebang untuk pembangunan jembatan dengan harapan mampu  menunjang perekonomian warga Pucu'an dan Kalikajang serta tidak menjadikan kedua wilayah terisolir ,"ucapnya. (Bag).

Reporter :Subagio
Editor : Bambang PW
Home » » CANGKRUKAN, UPAYA KAPOLRESTA SIDOARJO JAGA KONDUSIFITAS KANTIBNAS JELANG PILKADES SERENTAK

CANGKRUKAN, UPAYA KAPOLRESTA SIDOARJO JAGA KONDUSIFITAS KANTIBNAS JELANG PILKADES SERENTAK

Sidoarjo - OposisiNews.co.id -Dalam rangka menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Sidoarjo aman dan kondusif, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho melakukan cangkrukan kamtibmas bersama Forkopimka Buduran, di Kantor Kecamatan Buduran, Sidoarjo.jumat , 29/11/2019.

Cangkrukan kamtibmas ini dihadiri Kapolresta Sidoarjo, perwakilan Kepala Dinas PMD, P3A dan KB Kabupaten Sidoarjo, Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo, Camat Buduran, Lurah se-Kecamatan Buduran, Kapolsek Buduran, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, serta perwakilan warga.

Jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak dan Pilkada Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2020, berbagai himbauan kamtibmas disampaikan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho. Antara lain, kesiapan Polresta Sidoarjo dalam mengamankan agenda demokrasi tersebut, hingga ajakan kepada masyarakat agar bijak bermedia sosial termasuk tidak menyebar dan mempercayai berita hoax.

"Dalam tahapan Pilkades dan Pilkada di Kabupaten Sidoarjo, Polresta Sidoarjo menurunkan satgas anti botoh. Jadi jangan ada permainan judi di dalam agenda tersebut," tegas Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Zain Dwi Nugroho.

Lebih lanjut, menurut lulusan Akpol 1997 ini, situasi kamtibmas dapat berjalan kondusif yakni dapat diwujudkan dengan menghindari hoax di media sosial. Penyebaran hoax di medsos tentu saja dapat memperkeruh suasana, yang dapat mengganggu kamtibmas.

Sementara itu, perwakilan Kepala Dinas PMD, P3A dan KB Kabupaten Sidoarjo Andi Sulistiyono dalam cangkrukan kamtibmas menyampaikan, bahwa Pemkab Sidoarjo telah siap melaksanakan Pilkades serentak, dan diharapkan berbagai pihak dapat ikut serta mensukseskannya dengan menjaga kondusifitas kamtibmas di wilayah kita.

Camat Buduran Sentot Kun Mardianto, berharap melalui cangkrukan kamtibmas bersama warganya dapat mewujudkan kondusifitas kamtibmas jelang pelaksanaan Pilkades dan Pilkada. Selain itu, juga dapat mematuhi segala peraturan yang berlaku.khatanya ( bag ).
Home » » TANGAN BESI PENGUASA ROBEK ICON SEJARAH SMPN 1 NGAWI

TANGAN BESI PENGUASA ROBEK ICON SEJARAH SMPN 1 NGAWI

RUANG RUBRIK

Tanpa konfirmasi asem gede SMPN 1 Ngawi pasca angin besar ditebang tanpa mengindahkan estetika seni keindahan memicu alumni dan guru SMPN 1 Ngawi kecewa dan mengutuk kecerobohan oknum penguasa
ASEM GEDE SEBUAH ICON
Oleh: Budi Hantara

Asem Gede yang rindang menghijau di halaman SMP Negeri tertua di kota Ngawi merupakan icon hidup multi fungsi. Setiap orang yang peduli dan mencintai SMPN 1 Ngawi pasti memiliki kenangan indah. Apalagi para alumnus dan para guru serta karyawan yang hampir setiap hari memandang indahnya pohon Asem Gede. Terbukti setiap ada kesempatan, mereka datang dan melakukan swa-foto (selfi) dengan penuh rasa cinta dan bangga di bawah Asem Gede. Rona kebahagian pun terpancar dari wajah mereka.

Betapa besar makna Asem Gede bagi para alumnus dan mereka yang peduli dan mencintai SMPN 1 Ngawi. Namun sayang. Ukuran rasa peduli dan cinta itu relatif berbeda. Demi alasan tertentu rasa cinta dan peduli itu tega menghancurkan keindahan Asem Gede. Pohon bersejarah yang menjadi icon hidup itu, kini telah kehilangan ruh keindahannya. Sebuah tangan perkasa dengan kejam memainkan mesin gila pemotong dahan-dahan indah Asem Gede.

Semua telah terjadi. Semoga peristiwa semacam ini tidak terulang lagi. Siapapun harus legawa walaupun rasa kecewa membuncah di dada. Bagi yang bertangan perkasa, semoga bisa lebih berhati-hati. Tidak bertindak sesuka hati.

Ngawi, 30 Desember 2019
Penulis adalah guru SMPN 1 Ngawi yang mencintai Asem Gede.
Home » » BABAK BARU KASUS TIPEX DALAM PEMILU 2019 DI KABUPATEN SIKKA

BABAK BARU KASUS TIPEX DALAM PEMILU 2019 DI KABUPATEN SIKKA

Amandus Ratason
SIKKA, OposisiNews. co.id - Berita terbaru kembali datang dari Amandus Ratason. Sosok pria berkulit hitam berkepala plontos dan fenomenal yang namanya sempat santer meramaikan diskusi politik di Kabupaten Sikka, dalam perhelatan Pemilu Legislatif 2019 yang baru saja usai.

Amandus, demikian sapaan akrab pria penyandang disabilitas ini, pernah mengajukan laporan dugaan penggelembungan suara yang terjadi dalam Pleno Rekapitulasi ditingkat PPK Kecamatan Hewokloang ke Bawaslu Kabupaten Sikka.

Kasus penggelembungan suara yang lebih populer dengan sebutan kasus Tipex ini akhirnya menyebabkan Amandus harus merelakan kehilangan hak politiknya sebagai seorang anggota DPRD terpilih dengan suara terbanyak dari Partai PKB di Dapil II Kabupaten Sikka.

Kasus Tipex yang sempat ramai dibicarakan dimedsos dan jejaring sosial  ini bahkan terlebih dahulunya telah menjadi bahan perdebatan sengit di ruang sidang Pleno Rekapitulasi KPUD Sikka yang berlangsung  pada tanggal 6 - 7 Mei 2019 yang lalu.

Sidang Pleno tersebut bahkan menuai banyak protes keras peserta sidang dan walkout dari beberapa saksi partai politik.

Alasan terjadinya protes dan aksi walkout adalah karena adanya penggunaan tipex /pemutih dalam dokumen C1 Plano dan DAA1 plano.  Pihaknya menduga, dampak dari penggunaan tipex dalam dokumen C1 Plano tersebut adalah menutupi angka asli hasil rekapitulasi KPPS di TPS, dan menyebabkan terjadinya perubahan hasil rekapitulasi pemilu di 20 TPS di Kecamatan Hewokloang.

Dalam perjuangannya untuk mendapatkan keadilan, Amandus Ratason bersama tim yang mendampinginya, sempat mengadukan dugaan pelanggaran Pidana Pemilu oleh PPK Hewokloang tersebut ke Gakkumdu Kabupaten Sikka.

Namun dengan dalih kurangnya alat bukti, dalam putusannya yang tertuang dalam Surat Pemberitahuan Tentang Status Laporan pada tanggal 12 Juni 2019, Bawaslu akhirnya menghentikan kasus tersebut.

" Saya tidak akan menyerah begitu saja, saya tetap berjuang sampai kebenaran itu terbukti dan masyarakat jadi tahu, " demikian ungkap Amandus ketika disinggung Oposisi News mengenai kasus tipex tersebut.

Amandus mengisahkan, saat terjadi sidang pleno oleh KPU Sikka, dia sempat melakukan protes atas perbedaan data hasil pleno PPK Hewokloang yang sudah tidak sesuai lagi dengan model C1 yang dimiliki para saksi. Namun protesnya malah tidak diterima oleh KPU dengan alasan bahwa dia bukan saksi Parpol bahkan dia diusir dari ruang sidang oleh aparat keamanan dibawah komando Kapolres Sikka.

" Laporan Pidana Pemilu kami ke Bawaslu pun dihentikan dengan alasan kurangnya alat bukti, padahal kami ada bawa belasan model C1 sebagai bukti dan ditambah bukti pendukung lainnya. Mau mengajukan ke MK untuk proses Sidang Sengketa Hasil Pemilu pun itu tidak mungkin, karena harus mengantongi rekomendasi dari pimpinan Partai PKB.

Mana bisa saya dapatkan rekom, sedangkan saya minta surat mandat saksi untuk mengaktifkan sidang Pleno di KPU saja tidak diberi. Enam bulan sejak kejadian Pleno di KPU
telah berlalu.

"Kasus ini hampir tidak dibicarakan lagi di ruang publik dan sudah mulai terlupakan. Tapi itu tidak berlaku bagi seorang Amandus", ungkap Amandus.

Dalam keterbatasan materi dan keberadaannya sebagai seorang penyandang cacat / disabilitas, Amandus tetap tegar dan terus berjuang.

Pada tanggal 8 Oktober 2019 yang lalu Amandus bersama tim melaporkan Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu pusat. KPUD Sikka dan Bawaslu Sikka dianggap lalai dan telah melakukan pelanggaran berat kode etik penyelenggara Pemilu.

Dan baru pada hari Kamis, 28 November 2019, Amandus mendapat panggilan dari DKPP RI untuk ikuti sidang DKPP dengan agenda pemeriksaan pertama pada hari Rabu, tanggal 4 Desember 2019 di Kupang.

 " Saya percaya, meski usaha kami mengungkap kasus ini ditantang dan dipaksa-hentikan berulangkali, akan ada saatnya nanti kebenaran dan keadilan itu terungkap, "tuturnya.

Saat disambangi Oposisi News dikediamannya di Bolawolon, Desa Tanaduen Kecamatan Kangae, Amandus nampak santai namun bersemangat.

Amandus juga sempat memperlihatkan kepada Oposisi News, Surat Panggilan Sidang DKPP tersebut tertanggal 27 November 2019 dan ditandatangani oleh Sekretaris Persidangan, Orban Samosir, dengan nomor surat : 4761 / PS. DKPP / SET - 04 / XI / 2019. Adapun dalam lampiran materi aduan, tercatat sebagai pihak teradu adalah 5 (lima) Komisioner KPU Sikka dan 3 (tiga) Komisioner Bawaslu Sikka. ( Yun/Mrt-02)
Editor.Bambang Pw
Reporter .Martin/ Yohanes .scan


OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon