Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » , » Bupati Flores Timur Ajak Ajak Petani Penjarangan Mente

Bupati Flores Timur Ajak Ajak Petani Penjarangan Mente

Written By BBG Publizer on Rabu, 06 November 2019 | 22.03


Bupati Flores Timur , Antonius H Gege Hadjon , ST

Flores Timur, OposisiNews.co.id - Bupati Flores Timur, Antonius H. Gege Hadjon, ST mengajak para petani mente untuk menyukseskan kegiatan penjarangan mente karena berdampak baik bagi petani di Kabuapten Flores Timur. 

Hal ini disampaikannya saat membuka Kegiatan Rapat Evaluasi Peremajaan, Pemangkasan dan penjarangan Jambu Mente milik petani di Flores Timur bertempat di Aula Hotel Gelekat Nara Larantuka, Rabu, 9 Oktober 2019.

Harapan yang sama juga disampaikan kepada para Kepala Desa untuk membantu masyarakat petani jambu mete dalam menyukseskan program penjarangan dan peremajaan mente di desanya masing-masing.

Ironis memang bila program pemerintah yang baik ini tidak didukung sepenuhnya oleh para Kepala Desa. Karena melalui program tersebut, kata Bupati Anton Hadjon sudah banyak memberikan hasil bagi para petani mente di Kabupaten Flores Timur.

Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Ketua Kelompok Tani Desa Gekengderang. Pihaknya telah mendapatkan kegiatan penjarangan mente program Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur seluas 30 Ha dan sisa 2 Ha penjarangannya akan dilanjutkan di tahun 2019 ini.

Sedangkan terkait hasil penjarangan, menurut Ketua Kelompok Tani Desa Gekengderang lahan mente petani yang dlakukan penjarangan di tahun 2018, telah mengalami peningkatan buah dan biji mente pada tahun 2019, hal ini yang berpengaruh pula pada peningkatan penghasilan petani setempat.

Demikian halnya juga dengan pengakuan dari Ketua Gabungan Kelompok Tani Desa Ilepadung, Kecamatan Lewolema, Gabriel Maran. Menurutnya untuk Desa Ilepadung penghasilan dari kegiatan penjarangan dan pemangkasan mente sangat luar biasa. Hal ini terbukti dengan telah dilakukan penjarangan dan pemangkasan semua pohon mente milik petani di desa itu mencapai 100% penjarangannya. 

Meskipun diakui pemahaman para petani setempat tentang penjarangan dan pemangkasan yang sangat terbatas serta  harus pula menghadapi aturan adat dan budaya di desa itu; Dimana penjarangan dan pemangkasan mente harus melalui kesepakatan bersama dan disusuaikan dengan aturan atau kebiasan yang telah disepakati sebelumnya, bahwa pada bulan-bulan tertentu tidak bisa dilakukan penjarangan dan pemangkasan, apalagi pohon mente sedang berbunga dan memasuki musim tanam di bulan Nopember, sehingga sesuai tradisi setempat tidak bisa dilakukan bunyi-bunyian pada bulan-bulan tersebut.

Hal ini tidak menyurutkan semangat Gabriel Maran. Pihaknya terus melakukan pendekatan dengan para Petani, Tua-tua Adat, Kepala Desa, BPD maupun Pengrus kelompok tani, meskipun Ia menyadari, dua tahun terakhir ini, forum desa pada awalnya tidak menerima program penjarangan ini  namun melaui upaya pendekatan berulang kali, forum itu akhirnya menyetujui agar mente petani di desa itu perlu dilakukan dan penjarangan dan pemangkasan dengan tetap menghormati tradisi atau kebiasaan di desa itu.

 Menanggapi hal itu Bupati Anton Hadjon mengakui bahwa di kampung-kampung masih ada adat dan kebiasaan seperti itu. “Kapan masuk kebun, kapan senzau berbunyi itu semua ada waktunya, tetapi saya juga mau sampaikan bahwa adat kita itu selalu memberikan jalan keluar, sebagaimana yang telah dilakukan oleh masyarakat Desa Ilepadung, ujar Bupati Anton Hadjon. Karenanya Ia mengapresiasi langkah yang diambil oleh Gabriel Maran dan petani di Desa Ilepadung karena telah memberi contoh yang baik.

Terkait gambaran produksi, Bupati Anton Hadjon mengatakan pohon mente yang ditanam berdekatan akan berebutan makanan. Demikian juga prinsip dari pada tanaman, dimana pucuknya yang selalu terkena sinar matahari akan mengeluarkan bunga, maka jelas tidak semua pucuk itu berbunga. Tapi jika pohon itu dilakukan penjarangan dan pemangkasan, maka semua pucuk mente itu berbunga karena terkena sinar matahari dan tidak lagi berebutan makanan.

Dukungan yang sama juga disampaikan oleh Kepala Desa Lewoingu, menurutmya apapun hambatan dilapangan, maka sebagai pemerintah desa harus tetap memberikan pemahaman kepada para petani, agar tidak terjadi hambatan pembangunan di desa.

Fungsi lain dilakukan penjarangan dan pemangkasan mente, menurutnya para petani dapat menanam tanaman lain seperti tanaman jagung yang berdekatan dengan Pohon mente tersebut.  Sehingga para petani bisa melakukan tiga kali petik yakni petik bawah, petik tengah dan petik atas. “Inilah manfaat dari penjarangan dan pemangkasan mente, ujar Kades Lewoingu. Karena itu Ia mengajak para Kepala Desa mendukung program Dinas Pertanian ini, dan berharap ditahun 2020 para petani semakin banyak mengikuti program penjarangan mente ini.

Demikian di Desa Patisirawalang sebagaimana disampaikan oleh Ketua Gapoktan, Adam Belen, petani di desa itu telah 100 % melakukan penjarangan dan pemangkasan mente dan hasilnya pun sangat memuaskan.

Bupati Anton Hadjon menjelaskan ada pengakuan seorang ibu Yasinta ema Labuan (70) di dusun welo, bahwa lahan tanaman mentenya tidak subur lagi dan pohon mente semuanya sudah tidak produksi lagi, namun setelah mendapatkan penjelasan dan Penyuluhan dari Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur, Ia kemudian mengikuti program penjarangan dan pemangkasan mente. Hasilnya sekarang mentenya telah berbuah banyak serta telah beberapa kali melakukan penimbangan hingga mencapai 600 kilogram, padahal sebelumya hanya 1 hingga 2 ember saja..  (*AL-01)
Home » » KSP San Domingo Gelontorkan 27 M

KSP San Domingo Gelontorkan 27 M


Direktur KSP San Dominggo Hokeng ,Benediktus Bading Lewar

Flores Timur , OposisiNews - Keberadaan koperasi di tengah kehidupan masyarakat memang sangat dibutuhkan, lantaran berperan membangun ekonomi serta mensejahterakan masyarakat, hal ini memang sudah menjadi prinsip dasar koperasi.

Salah satu fungsi koperasi adalah menyalurkan dana pinjaman kepada anggotanya guna mendukung kegiatan produktif sehingga pada akhirnya dapat mewujudkan kesejahteraan anggotanya.

Hal ini sedang dilakukan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) San Dominggo Hokeng, Flores Timur, NTT yang kini makin unjuk gigi dalam meningkatkan jumlah anggota serta menyalurkan pinjaman kepada anggotanya yang telah layak sesuai standar prosedur koperasi.

Manajer KSP San Dominggo, Benediktus Bading Lewar, ditemui di ruang kerjanya belum lama ini, pada Rabu, 23/10/2019, mengatakan KSP San Dominggo telah menjalankan proses yang cukup panjang dan telah merangkul 2.910 anggota untuk bergabung dan kini mempunyai aset Rp. 37 Miliar.

"Untuk mencapai Rp. 37 Miliar, tentu bukan menjadi hal yang mudah, semuanya berkat kerjasama anggota untuk mendukung berkembangnya KSP San Dominggo, selain itu didukung dengan kerja keras dari pengurus koperasi, manajer dan karyawan", terang Benediktus.

Koperasi yang didirikan pada tanggal 28/11/1990 beranggotakan mayoritas petani, pelaku usaha, maupun Pegawai Negeri Sipil ini telah mengucurkan dana pinjaman kepada anggotanya sebesar Rp.27 Miliar.

Dijelaskan Benediktus, KSP San Dominggo mempunyai beberapa produk simpanan yakni, simpanan saham, simpanan non saham yang terdiri dari simpanan bunga harian anggota, simpanan bunga harian bukan anggota, tabungan pelajar, sisuka anggota, simpanan bukan anggota,serta pinjaman.

Selain itu, lanjut Benediktus, KSP San Dominggo juga mempunyai produk simpanan unggulan yakni DAPERMA dari INKOPDIT (Induk Koperasi) yang bertujuan untuk melindungi anggota dari resiko pinjaman yang terjadi ketika anggota meninggal dunia atau cacat total permanen.

"KSP ini akan berkesinambungan melalui kaderisasi keanggotaan mulai dari anggota, anak, cucu dan seterusnya. Selain itu kaderisasi pengurus, karyawan pun dilakukan dengan menjunjung tinggi asas gotong royong" tutur Benediktus.

Benediktus menambahkan, selain manajemen, anggota merupakan sumber kekuatan yang menjadi kunci pertumbuhan keberlangsungan lembaga.

"Loyalitas sangat dibutuhkan baik pengurus, karyawan dan anggota. Untuk anggota ya harus sadar dan komitmen sebagai bentuk peduli yaitu sadar akan kewajibannya. Kalau sudah meminjam ya harus punya kesadaran untuk mengangsur sesuai perjanjian hutangnya  " kata Benediktus.  

Sementara itu,  beberapa anggota koperasi mengakui kehadiran KSP San Dominggo ditengah masyarakat dapat mempermudah mengakses dana untuk keperluan dengan pelayanan yang mudah sesuai prinsip koperasi.

Menurut mereka, geliat KSP San Dominggo saat ini telah menjadi roh ekonomi anggota. Anggota dengan lebih mudah dapat menyimpan dan meminjam untuk keperluan usaha, pendidikan, maupun kesehatan, selain itu secara keuntungan, KSP San Dominggo telah memberikan benefit yang menarik.

Hingga saat ini, KSP San Dominggo terus memperluas wilayah guna merangkul masyarakat untuk bergabung menjadi anggota. (*AL-01)
Home » » PELANTIKAN PENGURUS PERHIMPUNAN HOTEL DAN RESTORAN INDONESIA (PHRI ) KABUPATEN SIDOARJO

PELANTIKAN PENGURUS PERHIMPUNAN HOTEL DAN RESTORAN INDONESIA (PHRI ) KABUPATEN SIDOARJO

Pelantikan Ketua DPD PHRI Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Delta Sidoarjo

Sidoarjo,OposisiNews -  21 anggota baru resmi dilantik sebagai pengurus Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Sidoarjo Periode 2019- 2024.

Pengukuhan  dilakukan oleh Ketua BPD PHRI Jawa Timur Heri Siswanto di Pendopo Delta Wibawa . Dihadiri  oleh Bupati Sidoarjo H Saiful illah SH.M.HUM beserta para staffnya.selasa, 5/11/2019.

Pengusaha resto Warung Redjo H.Ahmadi terpilih sebagai Ketua BPD PHRI Kabupaten Sidoarjo , dalam sambutannya mengatakan  “Program pertama PHRI Sidoarjo  adalah memberikan masukan kepada pemerintah daerah agar meratakan sektor usaha sampai ke pinggiran agar tidak terjadi penumpukan potensi di tengah kota ” ..

 “Saya berharap teman-teman bisa bekerja sama dalam menjalankan tugas dengan baik Setelah pelantikan ini mari bersama-sama membesarkan dan melanjutkan organisasi PHRI Kabupaten Sidoarjo, agar lebih maju kedepannya”, tambahnya .(bag).
Home » » KAPOLRESTA SIDOARJO TERIMA KUNJUNGAN TIM PUSLITBANG POLRI

KAPOLRESTA SIDOARJO TERIMA KUNJUNGAN TIM PUSLITBANG POLRI

Tim Puslitbang dan supervisi Polri , penelitian dampak Positi & Negatif Pilkada Indonesia

Sidoarjo ,OposisiNews - Guna  mengetahui tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri, tim Puslitbang Polri dan tim Supervisi, melakukan penelitian dampak positif dan negatif dari Pilkada langsung yang dilaksanakan di Indonesia.selasa ,5/11/2019.

Bertempat di Aula Bhara Daksa Polresta Sidoarjo, siang ini pukul 13.00 Wib Kedatangan Tim Puslitbang Polri dan Supervisi yang di terima Wakapolresta Sidoarjo AKBP M. Anggi Naulifar Siregar.

Rombongan tim Puslitbang dipimpin Kombes Pol Agus Rohmat, Sedangkan dari tim supervisi dipimpin Kombes Pol Guntur Setyanto serta didampingi Kompol Pratolo Saktiawan.

Dalam hal ini, Tim Puslitbang Polri melaksanakan penelitian tentang Dampak Positif dan Negatif Pelaksanaan Pilkada Langsung dalam Rangka Kesiapan Pemilukada tahun 2020, di wilayah hukum Polresta Sidoarjo dan jajaran.

Tujuan penelitian dimaksud adalah untuk mengevaluasi dan menganalisis pelaksanaan pilkada langsung tahun 2018 dan kesiapan Polri dalam pengamanan pelaksanaan pemilukada tahun 2020.

Penelitian dilakukan dengan cara menyebar kuesioner kepada masyarakat (sebagai penyelenggara, pelaksana dan pelaku) dalam Pilkada. Seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar tanpa hambatan suatu apapun. Menurut Wakapolresta Sidoarjo, Pilkada di wilayah Sidoarjo dinilai sudah sangat aman dan kondusif. (bag).

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon