Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » WAKIL BUPATI FLOTIM INSTRUKSIKAN DISPERINDAG PERCEPAT SERTIFIKASI TENUN IKAT

WAKIL BUPATI FLOTIM INSTRUKSIKAN DISPERINDAG PERCEPAT SERTIFIKASI TENUN IKAT

Written By BBG Publizer on Minggu, 03 November 2019 | 18.17


FLORES TIMUR , OPOSISINEWS .CO.ID - Beragam motif tenun ikat di Flores Timur sudah saatnya mendapatkan hak intelektual ( paten ) dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Terkait upaya pemberian sertifikat tersebut, Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, SH menginstruksikan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Flores Timur menyiapkan dokumen untuk mempercepat proses pengurusannya.

Hal itu disampaikan Wabup Agus Boli saat membuka kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Pembentukan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Tenun Tradisonal yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Timur berkerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Flores Timur, yang berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Flores Timur, belum lama ini, Senin (28/10/2019).

Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, SH dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini sangat penting karena hasil tenun ikat Flores Timur adalah milik masyarakat Flores Timur yang wajib dijaga sehingga tidak “dicuri” dan menjadi hak intelektual wilayah lain.

“Kita harus mulai bergerak dan nanti berakhir pada penetapan hak intelektual prodak kita oleh Kemenkumham Republik Indonesia. Kalau sudah mengkatongi hak paten pasti tenun ikat kita jadi mahal karena diketahui asal usul dan aslinya ( original ) ”, kata Wabup Agus.
Pada kesempatan ini juga Wabup Agus Boli menginstruksikan tiga hal yang berkaitan dengan proses pengakuan tenun ikat di Flores Timur. Menurutnya Flores Timur perlu bergerak cepat mengikuti 2 Kabupaten lain di NTT yaitu Kabupaten Alor dan Sikka.

“ Saya menginstruksikan 3 hal yaitu pertama harus diidentifikasi seluruh kelompok tenun ikat di flores timur lalu beri mereka anggaran untuk pemberdayaan, kedua bentuk tim khusus untuk melakukan identifikasi baik dari sisi historis atau sejarah asal usul tenun ikat, motif, nama dan kata-kata untuk dijadikan pembeda secara keseluruhan, lalu yang ketiga bantu teman-teman dari Kemenkumham untuk proses pengakuan ini, siapkan seluruh usulan tadi ke Kemenkumham paling lambat bulan Maret 2020”, tegas Wabup Agus Boli.

Analis Perumusan SNI pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Mira Merlin Nalle,SE,MM saat membacakan laporan Panitia menyampaikan maksud kegiatan ini adalah memfasilitasi sertifikasi indikasi geografis khususnya tenun ikat.

Sedangkan tujuan kegiatan ini adalah memberikan perlindungan hukum terhadap produk tenun ikut sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi pelaku industri tenun ikat tradisonal di Kabupaten Flores Timur.


 “Kami berharap setelah kegiatan ini  akan terbentuk kelompok MPIG tenun ikat, tersedianya dokumen berupa SK MPIG dan pengukuhan SK MPIG oleh Bupati Flores Timur serta memiliki logo sebagai identitas kelompok MPIG tenun ikat Kabupaten Flores Timur sehingga dapat didaftarkan di Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia”, jelas Mira.

Peserta kegiatan sosialisasi diikuti 50 orang yang terdiri dari intansi terkait BUMN, Tim Penggerak PKK Kabupaten Flores Timur, pengusaha tenun ikat, tokoh masyarakat, Kepala Desa dan pengrajin tenun ikat. Untuk Kabupaten Flores Timur diperkirakan memiliki sekitar 107 merk tenun ikat.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Drs. Gabriel Pakaenoni, M.Si, Analis Perumusan SNI pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Mira Merlin Nalle,SE,MM, Kepala Bidang Pelayanan Hukum pada Kementerian Hukum dan HAM Provinsi NTT, Erni Mamoli,SH,M.Hum, Perancang Peraturan Perundang-Undangan pada Kementerian Hukum dan HAM, Yunus Bureni,SH,M.Hum dan Frichy Ndaomanu,SH,M.Hum, Plt. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Flores Timur, Siprianus Sina Ritan,S.Sos,M.Si, dan Peserta Kegiatan. (AL-01)
Home » » SUPADI ‘ INCAMBEN ‘ KEMBALI DIPERCAYA PIMPIN DESA TAROKAN PERIODE 2019- 2025

SUPADI ‘ INCAMBEN ‘ KEMBALI DIPERCAYA PIMPIN DESA TAROKAN PERIODE 2019- 2025


KEDIRI , OPOSISINEWS .CO.ID – Pilkades Tarokan Kecamatan Tarokan , Kabupaten Kediri  yang di ikuti 4 kontestasi : 1. Darno , 2.Supadi ( Incamben ) , 3.H Bambang dan 4. Nur Kholip . telah usai dilaksanakan di lapangan desa Tarokan dengan animo kehadiran pemilih yang  cukup besar, rabu 30/10/2019.

Tingkat kehadiran 8.362 pemilih yang sebelumnya antusias mengikuti proses Demokrasi desa ‘ PILKADES ‘ , penyampaian visi misi oleh 4 Cakades di forum terbuka / umum yang terlaksana di Balai desa Tarokan dibawah pengawasan Babinkamtimas , Kamis.10/10/2019

Presentasi misi visi rencana pembangunan dan pelayanan di desa Tarokan ke depan menjadi acuan pemilih untuk menentukan pilihan Kades Tarokan periode 2019-2025 , namun tidak dipungkiri selain loyalitas , mumpuni ( SDM ) , finansial cakades ikut menjadi prioritas pemilih.

" Bener mas loyalitas Supadi ( incamben .kds.red ) tinggi serta jiwa sosialnya juga tinggi , mumpuni ngemong masyarakat desa Tarokan dan itu bisa dirasakan saat kepemimpinannya periode sebelumnya , pada intinya warga tidak ingin coba-coba bak pepatah ‘ Pilih Kucing Dalam Karung ‘ untuk itulah saya dan keluarga memilihnya kembali " , Kata misnan warga desa Tarokan di sela-sela penghitungan suara.pada oposisinews.

Plano rekapitulasi suara Pilkades Tarokan Periode 2019-2025



Usai penghitungan suara , Supadi yang mengungguli 3 kontestasi , dengan peroleh suara 5.738  dikirap para pendukung menuju tempat kediaman di bawah kedali polsek dan koramil Kecamatan Tarokan . ( DUL / WN )
Home » » ADOPSI SUNGAI BRANTAS , GERAKAN AKSI BERSIH SUNGAI 2020

ADOPSI SUNGAI BRANTAS , GERAKAN AKSI BERSIH SUNGAI 2020


MOJOKERTO, OPOSISINEWS.CO.ID - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, membahas PR bersama terkait masalah popok bekas yang dibuang sembarangan ke sungai. Orang nomor satu di Jawa Timur ini, menaksir jumlah sampah popok di Jawa Timur, mencapai kisaran 2,4 juta setiap harinya. Hal tersebut disampaikan pada acara Adopsi Sungai Brantas Gerakan Aksi Bersih Sungai Tahun 2020 di Taman Brantas Indah (TBI) Kabupaten Mojokerto.

“Jika di Jawa Timur ada 800 ribu anak-anak yang pakai popok, sehari ganti tiga kali, artinya ada 2,4 juta sampah popok. Kalau separuhnya dibuang ke sungai, itu masalah serius,” kata Khofifah, Minggu (3/11) pagi.

Khofifah juga menegaskan akan terus berkoordinasi, dan membuat kerjasama baik swasta maupun daerah lain termasuk Jawa Tengah yang memiliki problem yang sama. Khofifah bahkan menyatakan telah menyusun kerjasama dengan investor dari Inggris, terkait inovasi popok ramah lingkungan. Popok tersebut nantinya bisa dipakai hingga beberapa kali, sehingga diharapkan memberi dampak positif terhadap ekosistem lingkungan.

“Kita juga koordinasi dengan Bapak Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah, terkait sungai Bengawan Solo. Permasalahannya sama dengan kita (sampah popok di sungai). Kita terus bangun partnership dengan dunia industri juga,” tambah Khofifah.

Di akhir arahan, Khofifah menyerukan gerakan sebar biji buah. Menurutnya, lebih baik untuk tidak membuang biji buah begitu saja. Ia berbagi tips kebermanfaatan biji buah, untuk kelangsungan alam terutama sumber daya air.

“Kalau makan buah, bijinya jangan dibuang langsung. Lebih baik disimpan, lalu dikeringkan. Nanti bisa kita sebar di tempat-tempat gersang. Jika bijinya tumbuh, kita telah ikut memelihara ketersediaan sumber air di bumi Jawa Timur,” tandas Khofifah.

Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, hadir pada acara ini dan menjelaskan pada sambutannya bahwa Pemkab Mojokerto akan terus bersinergi dengan unsur pemerhati lingkungan. Wabup setuju, jika permasalahan buang sampah popok di sungai harus diatasi segera.
Menurutnya anggapan di masyarakat terkait buang sampah popok  harus di sungai, perlu diluruskan dengan sosialisasi dan edukasi yang mengena.

“Masyarakat sudah kadung percaya ( tersugesti ), buang sampah popok bayi di sungai agar bayi tidak ‘suleten’ dalam tradisi lokal. Biar adem, gitu kepercayaannya. Ini yang harus diluruskan. Mesti ada sosialisasi dan edukasi. Sungai itu sumber air, tidak boleh dicemari,” kata wabup.

Wabup juga menginfomasikan agenda bersih-bersih sungai bersama Aliansi Air, bertajuk River to River Journey. Kegiatan ini rencananya akan digelar tanggal 5-7 November depan. Kegiatan akan diikuti kurang lebih 2.500 relawan, yang akan melakukan lari estafet sejauh 88 km sepanjang hulu hingga hilir untuk aksi bersih-bersih sungai.

Pembukaan acara ini diawali penyerahan santunan oleh Gubernur Khofifah pada 20 orang pemulung sampah, wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto. Dilanjutkan penyerahan drop box sampah pada Ponpes Al Istiqomah Desa Mojokarang Kecamatan Dlanggu. Serta, penanaman 500 batang bibit pohon trembesi di sepanjang bibir sungai Brantas.

Gubernur Khofifah bersama Wabup Pungkasiadi, serta tamu penting lainnya seperti Walikota Mojokerto Ika Puspitasari, beserta Wakil Walikota Mojokerto Ahmad Rizal Zakaria, kemudian melanjutkan kegiatan susur sungai Brantas menggunakan perahu karet.

Pada aksi susur sungai, dilakukan penebaran 50.000 benih ikan jenis Sengkaring, Baderbang, Uceng, Muraganting, Betik, Nilem Ireng, Nilem Abang, Wader Pari, dan Wader Cakul. Susur sungai finish di DAM Lengkong/Rolak 9.

Kegiatan diakhiri kunjungan pameran pengelolaan sampah lingkungan, oleh Komunitas Lingkungan Bank Sampah Induk Kota Mojokerto, Sahabat Lingkungan, dan Konsorsium Lingkungan, di halaman kantor Perum Jasa Tirta. ( LYN )
Home » , » BERDZIKIR , KAPOLRESTA SIDOARJO PERTEBAL KEIMANAN ANGGOTA

BERDZIKIR , KAPOLRESTA SIDOARJO PERTEBAL KEIMANAN ANGGOTA


Sidoarjo,,oposisinews.co.id – Sebagai usaha meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Polresta Sidoarjo mengadakan kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) yang dilaksanakannya setiap hari Kamis.

Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan personel Polresta Sidoarjo baik personel yang muslim maupun non muslim karena Polri sebagai pelopor revolusi mental memerlukan kegiatan-kegiatan positif yang dapat membentuk karakter anggota Polri.

Bagi yang beragama Nasrani bertempatan di Gereja Elohim Jl. Kbp M Duryat Sidoarjo dan yang beragama Hindu bertempatan di Pura Om Santi Santi Santi Om
Bertempat di Masjid As-Sidiq Polresta Sidoarjo,  Seusai Apel Pagi seluruh anggota dan ASN Polresta beserta jajarannya tanpa terkecuali yang beragama Islam di wajibkan hadir didalam acara Binrohtal, ini memang sudah menjadi rutinitas jadwal setiap minggu pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal). kamis 31/10/2019.

Dihadiri  Wakapolresta Sidoarjo AKBP M. Anggi Naulifar Siregar dan anggota serta ASN Polresta Sidoarjo berjumlah 300 orang, kegiatan kamis dzikir ini mengambil tema “Tetap meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat” . Dalam ceramah ini diisi oleh penceramah Ustadz Drs. KH. Imam Wahyudi.
Binrohtal ini sebagai wadah untuk membentuk karakter Anggota Polresta Sidoarjo untuk menjadi lebih Humanis dalam melayani masyarakat, sehingga Citra Polri menjadi lebih baik dengan harapan dalam pelaksanaan tugas dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan Tugasnya.

Tujuan dilaksanakan kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) bertujuan Positif bagi Anggota Polri untuk memberikan siraman rohani dan moral setiap Anggota agar menjadi lebih baik serta menjadi alat Control diri.
Selanjutnya untuk acara yang terakhir dilanjut dengan do’a penutup oleh Penceramahnya. Dengan demikian Anggota sangat antusias mengikuti kegiatan ini dan kegiatan ini berjalan dengan lancar dan tertib.Imbuhnya.(bag).
Home » » 60 TENAGA PUSKESMAS SE-SIDOARJO SELEKSI NAKES TELADAN

60 TENAGA PUSKESMAS SE-SIDOARJO SELEKSI NAKES TELADAN


Sidoarjo,oposisinews.co.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo kembali mengadakan Seleksi Nakes Teladan Puskesmas Tingkat Kabupaten Sidoarjo Tahun 2019 di Hotel Luminor Sidoarjo, Rabu 30/10/ 2019.

Pada kesempatan ini dr. Syaf Satriawarman Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mengatakan tenaga kesehatan di UPT Puskesmas berperan sebagai pemberi Pelayanan Kesehatan baik yang bersifat perorangan ataupun yang bersifat kesehatan masyarakat.

"Upaya peningkatan kesehatan masyarakat yang ada di wilayah Sidoarjo masih kurang dan menjadi PR  ke depan untuk memperbaiki upaya kesehatan masyarakat perlu ada tenaga yang profesional yang harus siap turun ke masyarakat dan tenaga kesehatan harus bekerja bersama agar sampai kepada masyarakat secara merata sesuai dengan sasaran Dinas Kesehatan" kata dr Syaf Satriawarman

Sasaran kegiatan ini adalah 60 tenaga kesehatan dari 21 Puskesmas, ada 8 kelompok jabatan fungsional kesehatan seperti dokter, dokter gigi perawat, bidan, sanitarian, tenaga teknis kefarmasian, nutrisionis dan tenaga ahli laboratorium medis tenaga kesehatan di Kabupaten Sidoarjo.

5 Puskesmas yang tidak mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti seleksi tenaga kesehatan ini diantaranya Puskesmas Waru, Puskesmas Jabon, Puskesmas Taman, Puskesmas Porong dan Puskesmas Kedungsolok

Adapun proses penilaian yang harus dijalani yaitu tes administrasi kepegawaian dengan melakukan pretest, penyusunan makalah dengan judul yang telah ditetapkan yaitu " Tenaga Kesehatan Berkarya dan Melayani untuk Membangun Sidoarjo yang Sehat dan Sejahtera", penyusunan dan pemaparan sesuai dengan rumpun jabatan fungsionalnya dan kemudian dilanjutkan dengan wawancara dan klarifikasi pemaparan.

Bupati Sidoarjo H. Saiful ilah, SH, M.Hum membuka secara resmi kegiatan ini menyampaikan bahwa seleksi tenaga kesehatan dimaksudkan sebagai sarana pemberian penghargaan bagi teman-teman tenaga kesehatan di Puskesmas Kabupaten Sidoarjo supaya meningkatkan mutu SDM , khususnya berkaitan dengan seluruh upaya kesehatan yang dilakukan di puskesmas.

"Saya berharap kepada para tenaga kesehatan di Puskesmas di seluruh Kabupaten Sidoarjo untuk senantiasa mempertahankan komitmennya untuk terus berinovasi di tengah perubahan dan berbagai kondisi di lapangan".ungkapnya

Menjelang akhir sambutannya Bupati memberikan selamat kepada Indah Wredaningrum sebagai juara 1 Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 semoga dengan keberhasilan yang di raih menjadi motivasi bagi tenaga kesehatan di Puskesmas se Kabupaten Sidoarjo untuk terus berkarya dan mengembangkan inovasi guna kemajuan kesehatan yang ada di Kabupaten Sidoarjo. (bag).

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon