Email : oposisi2015@gmail.com... Pusat : Jl. Hayam Wuruk, No 79, Kota Kediri...Sekretariat : Jl. Trunojoyo, Gg. Mayang, No 1/20, Ngawi, Jawa Timur
Home » » Puluhan Warga Bersertifikat Halangi Proses Eksekusi Lahannya

Puluhan Warga Bersertifikat Halangi Proses Eksekusi Lahannya

Written By BBG Publizer on Kamis, 19 Desember 2019 | 00.36

Eksekusi lahan persawahan dan pekarangan di Dusun Sumbertempur Desa Sumber girang kecamatan Puri mojokerto berlangsung  ricuh 
Mojokerto.OposisiNews.co.id - Pelaksanaan eksekusi lahan persawahan dan pekarangan di Dusun Sumbertempur Desa Sumber girang kecamatan Puri mojokerto berlangsung sangat ricuh,pasalnya diatas lahan tersebut masih terdapat 7 rumah yang masih ada ahliwaris dan pemilik tanah.


Puluhan ahli waris bersikeras menolak dan menghalangi pelaksanaan eksekusi hasil keputusan pengadilan yang dilakukan petugas pengadilan yang melinatkan polisi ,Muspika dan aparat desa.

Eksekusi yang dilakukan oleh petugas pengadilan negri Mojokerto pada rabu pagi (18/12/2019)di Desa Sumbergirang kecamatan puri.menurut pengadilan hal ini sudah sesuai dengan penetapan eksekusi yaitu nomor 07/Eks.G/2019/Pn.Mjk.jo Nomor 520/PDT/2004/Pt.Sby ja.Nomor 51/pdt.G/2001/Pn.Mkt.

Menurut warga yang namanya dirahasiakan diduga ahli waris mengatakan , " eksekusi lahan yang atasnya masih berdiri 7 rumah tersebut dinilai cacat hukum,karna mereka masih mempunyai sertifikat hak milik(SHM).


Warga yang tidak terima adanya eksekusi sempat menghadang truk pengangkut alat berat ekskavator yang rencana digunakan menghancurkan 7 bangunan yang berada diatas lahan  dan  mereka sempat bersitegang dengan aparat kepolisian.

Salah seorang warga pemilik  lahan yang rencana lahannya ikut tereksekusi menjelaskan bahwa dirinya masih mempunyai sertifikat yang dikeluarkan pada tahun 1983 dengan SHM 620 dan luas 3015 meter persegi.

"Saya akan tetap melawan dan tetap mempertahankan lahan saya ,karna ini benar- benar milik saya dan warga lainya,"ucapnya.

Dan sementara itu Soedy Panitera Pengadilan Negri Kabupaten Mojokerto menyebut terkait sertifikat SHm yang dimiliki warga dirinya tidak bisa menilai sah atau tidak,sebab ada oknum kelurahan mengeluarkan sporadik.

"Kalau tanpa ada sporadik mustahil tidak mungkin obyek ini jadi sertifikat,bukan aspal,tapi cara memperoleh sertifikat yang tidak benar,"tegasnya. ( Lyn )

Reporter .Erlina
Editor.Bambang PW


Share this article :

0 komentar:

OPOSISI NEWS VERSI CETAK

Icon